🔊
Dengarkan Artikel
Oleh Jengki Sunarta
Seribu Kuli
Di konstruksi pencakar langit
Seribu kuli meniti bilah-bilah besi
Di puncak tower Tuhan duduk santai
Membaca teka-teki
Yang dilontarkan seribu kuli
Ke langit muram
Bertaburan serbuk semen
“Mengapa upah kami murah
Dan peluh kami mengeluh?!”
Teriak seribu kuli
Pada udara tohor
Di ujung crane, Tuhan tersedu
Menyaksikan seribu kuli
Merayapi konstruksi
📚 Artikel Terkait
Di sebidang lahan tak bernama
Bekisting mencetak wajah seribu kuli
Dalam beton-beton beku
Tak ada cahaya
Pada anagram
Hanya bayangan hitam
Mengelupas dinding kaca
Luruh menjadi kata-kata
Kusam
Pada kontrak kerja
Wjs, 2025
-Respon terhadap puisi “Elitz Pertama” dalam buku “Setelah Deru Paku dan Palu” karya Kim Al Ghozali
- foto dari internet
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 57x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 52x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.





