POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Catatan Perjalanan Jalan-jalan

Penyandang Masalah Sosial Akan Dibina dan Dipulangkan ke Daerah Asal

Redaksi by Redaksi
Januari 16, 2018
in Jalan-jalan
0

Banda Aceh – Menindaklanjuti instruksi Wali Kota Aminullah, Petugas Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh telah melakukan penertiban terhadap Penyandang Masalah Sosial (PMS) di Banda Aceh.

Penertiban dilakukan petugas pada Senin malam (8/1/2018) di seputaran Banda Aceh. Dalam penertiban tersebut, 33 orang berhasil ditertibkan dan dibawa ke Rumah Singgah milik Dinas Sosial Kota Banda Aceh yang berlokasi di Lam Jabat, Kecamatan Meuraxa.

Baca Juga
  • Penyandang Masalah Sosial Akan Dibina dan Dipulangkan ke Daerah Asal - E75E66D2 33D0 49C6 B0AF C731D7D2E0DE | Jalan-jalan | Potret Online
    Jalan-jalan
    HIDUP DAN PERJUANGAN
    24 Okt 2022
  • 02
    Jalan-jalan
    Walhi: Alih Fungsi Jadi Penyebab Kekeringan Aceh
    26 Jul 2017

Data dari Satpol PP Banda Aceh, 33 orang yang terjaring petugas terdiri dari 20 orang pengemis, 4 waria dan 9 anak jalanan. Mayoritas dari mereka berasal dari luar Banda Aceh, bahkan ada yang dari luar Aceh (Jambi).

Selasa (9/1/2017), Walikota Banda Aceh H Aminullah Usman SE Ak MM dan Wakilnya Drs H Zainal Arifin turun langsung ke Rumah Singgah. Di tempat penampungan tersebut, Amin-Zainal ikut memberikan arahan kepada pengemis, anak jalanan dan waria yang telah ditertibkan petugas.

Baca Juga
  • Penyandang Masalah Sosial Akan Dibina dan Dipulangkan ke Daerah Asal - 6bd961ef b6d1 4a12 960a 407b71d6fbe7 | Jalan-jalan | Potret Online
    Jalan-jalan
    Malam Seribu Bulan
    29 Mar 2025
  • 02
    Jalan-jalan
    ECPAT Indonesia dan Institute for Criminal Justice Reform (ICJR)
    20 Mar 2017

Kata Aminullah, Pemko telah melakukan pembinaan kepada sejumlah pengemis seperti dari kalangan tuna netra di Banda Aceh. Setelah dibina mereka diberikan pelatihan skill berikut modal usaha agar bisa mandiri. Tujuannya, agar tidak ada lagi pengemis di Banda Aceh yang berdampak pada terganggunya ketertiban umum.

Bagi anak jalanan, Walikota mengatakan terlebih dulu akan dilakukan pembinaan dan juga pelatihan skill sesuai bakat yang dimiliki. Kemudian Pemko akan mendorong mereka berkarya dan memberikan pendampingan.

Baca Juga
  • Penyandang Masalah Sosial Akan Dibina dan Dipulangkan ke Daerah Asal - 1000459282_11zon | Jalan-jalan | Potret Online
    Artikel
    Menggali Makna Laylatul Qadr Dengan Filsafat (11)
    27 Mar 2025
  • Penyandang Masalah Sosial Akan Dibina dan Dipulangkan ke Daerah Asal - 4a54a06f b895 4553 b076 d988d2a07533 | Jalan-jalan | Potret Online
    Aceh
    Potretonline Menjadi Referensi Generasi yang Cerdas
    08 Jan 2025

“Tadi Saya sudah tanya sama anak jalanan soal bakat yang mereka punya. Ada yang bisa menyablon, nanti akan kita bantu biar dia bisa berkarya. Tapi jangan lagi kembali berperilaku seperti ini, hidup di jalanan,” ungkap Walikota.

“Kita ingin mereka mandiri tanpa harus mengemis. Mengemis di simpang jalan itu membahayakan diri mereka, kalau kecelakaan disenggol kenderaan misalnya, Pemko juga yang disalahkan,” tambah Aminullah.

Bagi yang berasal dari luar Banda Aceh, Aminullah memastikan akan memulangkan mereka ke daerah asal setelah diminta menandatangi surat perjanjian tidak kembali lagi ke Banda Aceh.

“Kalau mereka nanti kembali dan terjaring petugas kita lagi, kita bina mereka disini sampai 100 hari,” kata Aminullah.

Walikota meyakini setiap derah juga memiliki anggaran untuk melakukan pembinaan kepada penyandang masalah sosial di daerahnya.

“Kami akan pulangkan Bapak dan Ibu ke daerah asal, Saya yakin disana ada juga program dalam memberdayakan PMS ini,” ujar Aminullah.

Terkait dengan penertiban yang dilakukan terhadap waria, Walikota menyampaikan petugas menjaring mereka saat dini hari di pinggir jalan, bukan saat sedang menjalankan aktifitas seperti sedang bekerja.

“Kalau mereka hanya menjalankan aktifitas pekerjaan tidak akan ditertibkan. Tapi ini berada di pinggir jalan saat dini hari dengan pakaian menyerupai perempuan. Ini kan ada apa-apanya dan meresahkan warga,” ungkap Aminullah.

Amin memastikan, program penertiban akan terus dikakukan di Banda Aceh hingga warga benar-benar merasakan kenyamanan dari persoalan masalah sosial ini.

“Kita akan terus lakukan program penegakan syariat Islam. Setiap ada kegiatan yang melanggar syariat Islam dan adat istiadat Aceh akan kita tindak,” tegas Walikota. (mkk)

Previous Post

Walikota Banda Aceh Minta Satpol PP dan WH Berantas Maksiat

Next Post

‎Banda Aceh dan Jepang Jalin Kerja Sama di Bidang Pendidikan

Next Post

‎Banda Aceh dan Jepang Jalin Kerja Sama di Bidang Pendidikan

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah