POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Siapa yang Ditersangkakan KPK?

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
April 28, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Wak Dalek dan Wan Dollah kembali ngopi. Pagi tadi, dua pensiunan yang udah aki-aki ini ngopi di Jalan Hijaz Pontianak. Malam ini, mereka ngopi di sebuah kafe di Jalan Ayani.

Dua sahabat yang sudah sepuh ini duduk di sudut, serius. Kali ini, investigasi mereka harus fokus: Siapa sebenarnya tersangka korupsi Dinas PU itu? Soalnya, KPK bilang, sudah ada tersangkanya, cuma belum diumumkan.

“Tak bisa begini terus, Wan,” bisik Wak Dalek, matanya menyipit seperti mata elang rabun jauh. “Kita mesti bongkar!”

Wan Dollah mengangguk. Ia sudah siap dengan alat investigasi canggih, kaca pembesar bekas mainan cucunya dan pulpen yang sudah kering tintanya. “Mari kita bahas fakta,” kata Wak Dalek sambil membuka kertas koran kusut:

  • KPK geledah kantor PU.
  • Ada tersangka, belum diumumkan.
  • Barang bukti: dokumen kontrak, transferan keuangan.
  • Kasus pengadaan barang.

“Jadi,” Wak Dalek mengetuk meja, “siapa yang paling dekat dengan barang-barang ini?”

Wan Dollah merenung dalam-dalam, sampai nyaris masuk koma ringan. Lalu dia menepuk paha.

“Wak! Aku rasa, yang paling berbahaya bukan pejabat besar, tapi pejabat kecil yang tahu jalur uang! Kayak… Kepala Seksi Pengadaan!”

Wak Dalek mendelik, “Betul! Kepala Seksi itu biasanya tak nampak, tapi punya akses semua anggaran!”

Mereka berdua bersorak pelan.

📚 Artikel Terkait

9 KRITERIA PENGHUNI NERAKA VERSI AL-QUR’AN

The “Salah Jurusan” Phenomenon: Chasing Recycled Dreams

Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang Resmi Luncurkan Antologi Puisi “Negeri Bencana”

Wafatnya Khamenei: Senjakala Globalisasi dan Eskalasi Perang Dunia III yang Terfragmentasi

Tapi, karena mereka berjiwa investigatif, dan rada sok tahu, mereka tidak mau asal tuduh. Mereka bikin hipotesis ilmiah. Ada 5 Besar Kandidat Tersangka Versi Wak Dalek & Wan Dollah:

  1. Kepala Seksi Pengadaan – karena semua barang lewat dia.
  2. Bendahara Proyek – karena dia yang pegang buku kas dan “buku kas tambahan” di bawah meja.
  3. Kabid (Kepala Bidang) Jalan dan Jembatan – karena proyek aspal fiktif bisa lahir dari sini.
  4. Kepala Dinas itu sendiri – ya iyalah, kalau tak tanda tangan, duit tak jalan.
  5. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) – karena dia suka bilang “komitmen” padahal maknanya sangat cair, kayak teh tarik.

Wan Dollah menggertakkan gigi palsunya, semangat membara.
“Wak! Aku yakin, salah satu dari lima ini. Mana mungkin tukang ketik yang jadi tersangka! Masa tukang ketik bisa bikin proyek aspal jalan dari Google Docs?”

Mereka tertawa, lalu kembali serius.

“Logikanya, Wan,” kata Wak Dalek mengerutkan dahi, “kalau cuma dokumen kontrak dan bukti transfer yang digeledah, berarti modusnya: markup harga, pengadaan fiktif, atau main proyek siluman.”

Wan Dollah menimpali, “Kalau OTT, mungkin ada duit tunai. Tapi ini penggeledahan administrasi. Artinya… korupsinya licik, terselubung, dan sangat intelek, kayak copet pakai jas almamater.”

Mereka terdiam sejenak, menundukkan kepala mengenang nasib negara. Lalu Wak Dalek bangkit, tangannya mengepal, menggelegar seperti orator revolusi.

“Kesimpulannya, tersangkanya pasti orang dalam, berpangkat minimal Kepala Seksi atau Kepala Bidang, yang ngerti alur duit dan bisa main proyek! Bukan tukang fotokopi. Bukan tukang antar surat. Bukan kucing. Bukan tukang kebun.”

Wan Dollah berdiri juga, menghentak kaki, hampir membuat barista kaget jatuh. “Kita sudah pecahkan misteri negara ini, Wak! Sekarang tinggal tunggu waktu. Begitu KPK umumkan, kita tinggal cek, cocok tak sama prediksi kita!”

Mereka berdua tertawa penuh kemenangan, sambil menepuk dada, dada yang kini makin lebar karena kebanggaan investigatif yang ngawur tapi penuh dedikasi.

Sebelum pulang, Wak Dalek sempat berbisik, “Kalau tebakan kita benar, Wan… besok kita buat spanduk, ‘Prediktor Terakurat, Ahli Korupsi Secara Teoritis.'”

Wan Dollah mengangguk serius. “Dan kita buka jasa konsultasi: Ramalan Tersangka KPK.”

Dengan langkah mantap, dua aki-aki pensiunan itu meninggalkan kafe, merasa seperti Sherlock Holmes, kalau Sherlock suka ngopi sambil ngemil kentang goreng.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Malam dan Rindu yang Basah

Malam dan Rindu yang Basah

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00