• Latest
Siapa yang Ditersangkakan KPK? - 1000541661_11zon | # Koruptor | Potret Online

Siapa yang Ditersangkakan KPK?

April 28, 2025
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Siapa yang Ditersangkakan KPK? - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | # Koruptor | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Siapa yang Ditersangkakan KPK? - 1000541661_11zon | # Koruptor | Potret Online

Siapa yang Ditersangkakan KPK?

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
April 28, 2025
in # Koruptor, Cerpen, Korupsi
Reading Time: 4 mins read
0
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Wak Dalek dan Wan Dollah kembali ngopi. Pagi tadi, dua pensiunan yang udah aki-aki ini ngopi di Jalan Hijaz Pontianak. Malam ini, mereka ngopi di sebuah kafe di Jalan Ayani.

Dua sahabat yang sudah sepuh ini duduk di sudut, serius. Kali ini, investigasi mereka harus fokus: Siapa sebenarnya tersangka korupsi Dinas PU itu? Soalnya, KPK bilang, sudah ada tersangkanya, cuma belum diumumkan.

“Tak bisa begini terus, Wan,” bisik Wak Dalek, matanya menyipit seperti mata elang rabun jauh. “Kita mesti bongkar!”

Wan Dollah mengangguk. Ia sudah siap dengan alat investigasi canggih, kaca pembesar bekas mainan cucunya dan pulpen yang sudah kering tintanya. “Mari kita bahas fakta,” kata Wak Dalek sambil membuka kertas koran kusut:

  • KPK geledah kantor PU.
  • Ada tersangka, belum diumumkan.
  • Barang bukti: dokumen kontrak, transferan keuangan.
  • Kasus pengadaan barang.

“Jadi,” Wak Dalek mengetuk meja, “siapa yang paling dekat dengan barang-barang ini?”

Wan Dollah merenung dalam-dalam, sampai nyaris masuk koma ringan. Lalu dia menepuk paha.

“Wak! Aku rasa, yang paling berbahaya bukan pejabat besar, tapi pejabat kecil yang tahu jalur uang! Kayak… Kepala Seksi Pengadaan!”

Wak Dalek mendelik, “Betul! Kepala Seksi itu biasanya tak nampak, tapi punya akses semua anggaran!”

Mereka berdua bersorak pelan.

Tapi, karena mereka berjiwa investigatif, dan rada sok tahu, mereka tidak mau asal tuduh. Mereka bikin hipotesis ilmiah. Ada 5 Besar Kandidat Tersangka Versi Wak Dalek & Wan Dollah:

  1. Kepala Seksi Pengadaan – karena semua barang lewat dia.
  2. Bendahara Proyek – karena dia yang pegang buku kas dan “buku kas tambahan” di bawah meja.
  3. Kabid (Kepala Bidang) Jalan dan Jembatan – karena proyek aspal fiktif bisa lahir dari sini.
  4. Kepala Dinas itu sendiri – ya iyalah, kalau tak tanda tangan, duit tak jalan.
  5. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) – karena dia suka bilang “komitmen” padahal maknanya sangat cair, kayak teh tarik.

Wan Dollah menggertakkan gigi palsunya, semangat membara.
“Wak! Aku yakin, salah satu dari lima ini. Mana mungkin tukang ketik yang jadi tersangka! Masa tukang ketik bisa bikin proyek aspal jalan dari Google Docs?”

Mereka tertawa, lalu kembali serius.

“Logikanya, Wan,” kata Wak Dalek mengerutkan dahi, “kalau cuma dokumen kontrak dan bukti transfer yang digeledah, berarti modusnya: markup harga, pengadaan fiktif, atau main proyek siluman.”

Baca Juga

di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026
Ilustrasi artikel

Gara-gara Tahanan Rumah Gus Yaqut, Akhirnya KPK Minta Maaf

Maret 27, 2026

Wan Dollah menimpali, “Kalau OTT, mungkin ada duit tunai. Tapi ini penggeledahan administrasi. Artinya… korupsinya licik, terselubung, dan sangat intelek, kayak copet pakai jas almamater.”

Mereka terdiam sejenak, menundukkan kepala mengenang nasib negara. Lalu Wak Dalek bangkit, tangannya mengepal, menggelegar seperti orator revolusi.

“Kesimpulannya, tersangkanya pasti orang dalam, berpangkat minimal Kepala Seksi atau Kepala Bidang, yang ngerti alur duit dan bisa main proyek! Bukan tukang fotokopi. Bukan tukang antar surat. Bukan kucing. Bukan tukang kebun.”

Wan Dollah berdiri juga, menghentak kaki, hampir membuat barista kaget jatuh. “Kita sudah pecahkan misteri negara ini, Wak! Sekarang tinggal tunggu waktu. Begitu KPK umumkan, kita tinggal cek, cocok tak sama prediksi kita!”

ADVERTISEMENT

Mereka berdua tertawa penuh kemenangan, sambil menepuk dada, dada yang kini makin lebar karena kebanggaan investigatif yang ngawur tapi penuh dedikasi.

Sebelum pulang, Wak Dalek sempat berbisik, “Kalau tebakan kita benar, Wan… besok kita buat spanduk, ‘Prediktor Terakurat, Ahli Korupsi Secara Teoritis.'”

Wan Dollah mengangguk serius. “Dan kita buka jasa konsultasi: Ramalan Tersangka KPK.”

Dengan langkah mantap, dua aki-aki pensiunan itu meninggalkan kafe, merasa seperti Sherlock Holmes, kalau Sherlock suka ngopi sambil ngemil kentang goreng.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 342x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 312x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235Tweet147
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

Baca Juga

Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71
Artikel

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Next Post
Siapa yang Ditersangkakan KPK? - 2025 04 29 06 28 36 | # Koruptor | Potret Online

Malam dan Rindu yang Basah

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com