Dengarkan Artikel
Oleh Rosadi Jamani
Hari ini (28/4/2025), saya tidak sedang menjadi tukang ngopi biasa. Hari ini, saya diangkat langsung oleh takdir menjadi saksi sejarah. Bertempat di acara bertitel garang, Kegiatan Implementasi Ekoteologi Asta Protas, saya duduk berdampingan dengan dua jenderal penyelamat bumi, Dr. Muhajirin Yanis, Kepala Kanwil Kemenag Kalbar, dan Ir. Adi Yani, MH, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kalbar. Mereka berbicara tentang hutan, tentang pohon, tentang bumi yang megap-megap. Sementara saya, yang keahlian utamanya adalah menyeruput liberika, berusaha keras tampil serius agar tidak ketahuan kalau sebenarnya saya cuma figuran latar.
Namun hari itu lahir satu gagasan sederhana tapi seberat satu galaksi, One Person One Tree. Setiap ASN Kemenag Kalbar, lebih dari 3.800 pegawai lebih, wajib menanam sebatang pohon saat ulang tahun. Tiup lilin boleh, potong kue silakan, tapi wajib cangkul tanah dulu. Ini bukan lagi seremoni bancakan yang berakhir foto rame-rame, ini janji untuk menambah paru-paru bumi dengan tangan sendiri.
Muhajirin Yanis tidak cuma berpidato sambil melambai. Ia membuktikan. Di ulang tahunnya ke-57, beliau turun tangan menanam pohon matoa. Sementara di belakangnya, ASN-ultah lainnya menyusul, menanam pohon di wilayahnya masing-masing. Saya yang biasanya skeptis dengan upacara macam ini, mendadak ingin memborong cangkul grosiran.
Semua ini bukan tiba-tiba. Sebelumnya, pada 22 April kemarin, bertepatan dengan Hari Bumi, lewat perintah tegas dari Muhajirin Yanis, seluruh kantor Kemenag, madrasah, KUA, ormas keagamaan, hingga majelis agama se-Kalbar disuruh angkat cangkul bareng-bareng. Hasilnya? Mereka berhasil menanam 9.776 pohon matoa, plus 22.680 pohon produktif lainnya. Total 32.456 pohon baru berakar di tanah Kalbar hanya dalam sehari. Ini bukan sekadar gerakan, ini invasi cinta terhadap tanah.
Gerakan ini lebih dari sekadar penting, ini urgent seperti HP lowbat tanpa charger. Karena kenyataannya, bumi kita sedang kehabisan napas. Pada tahun 2023, Indonesia kehilangan sekitar 257.384 hektare hutan. Alih-alih membaik, tahun 2024 malah bertambah menjadi 261.575 hektare. Deforestasi seperti banjir yang makin menggila. Kalimantan, tanah tempat saya berdiri ini, menjadi episentrum kiamat kecil.
📚 Artikel Terkait
Ada usaha rehabilitasi, memang. Tahun 2024, Indonesia berhasil merehabilitasi sekitar 217.900 hektare hutan dan lahan. Tapi kalau deforestasi naik, rehabilitasi terasa kayak menyiram padang pasir dengan botol air mineral.
Sebelum gagasan ulang tahun pohon ini, Kemenag juga sudah mencetuskan tradisi unik, siapa mau menikah, tanam dua pohon dulu. Setiap tahun, sekitar 2.000 orang menikah di bawah Kemenag Kalbar, artinya 4.000 pohon baru tiap tahun lahir dari cangkul cinta. Lalu, entah karena ilham surgawi atau keisengan kopi, saya mengusulkan tambahan, semua siswa baru madrasah wajib nanam pohon, dan wajib menjaga pohon itu hidup sampai lulus. Ide absurd ini malah disambut dengan serius. Saya membayangkan ribuan siswa dengan ijazah di satu tangan, dan pohon rindang di sisi lain, sambil berkata, “Ini alumni plus oksigen, Pak.”
Adi Yani, seperti jenderal yang sudah siap perang, menyambut gagasan ini dengan kesiapan logistik, 10.000 bibit pohon gratis tiap tahun. Sementara di Kalbar, 969.232 hektare lahan kritis menganga seperti luka lama yang belum pernah dijahit. Kemenag diminta ajukan permohonan bibit pohon, instansinya siap menyediakan. Bak gayung bersambut.
Saat perjalanan pulang, menyeruput kopi pinggir jalan yang sudah mendingin, saya sadar, mungkin dunia tidak butuh satu Superman, tapi ribuan manusia biasa yang rela memeluk cangkul, menanam pohon, dan menunda kehancuran dunia satu akar demi satu akar.
Kelak, saat bumi ini masih bernafas di masa depan, mungkin anak cucu kita akan bertanya, “Siapa penyelamatnya?” Lalu dunia menjawab, bukan Avengers, bukan tokoh Marvel, tapi para tukang ngopi, ASN ulang tahun, pengantin baru, siswa madrasah, dan orang-orang biasa yang menanam cinta ke dalam tanah.
camanewak
Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






