Dengarkan Artikel
SAJAK BALON GAS
balon yang engkau pegang telah menjadi satu warna
engkau yang membuatnya abadi
gas yang ada di dalamnya berubah warna-warni
:semangat dan harapan
balon itu tidak hanya lima
engkau yang membuatnya beribu
dalam warna dan keindahan
engkau pegang erat di luar pintu itu
anak-anak tidak lagi terkejut dengan letusan balon hijau
engkau telah sembunyikannya di bawah bantal
di antara tetesan air mata
2025
RUANGAN 205
ruangan ini penuh dengan kata-kata
ada engkau, mahasiswa, dan mereka
duduk tersipu berderet-deret di depan
berbicara dengan semangat
aku berpikir “alangkah hijaunya ruangan ini”
kau begitu ceria
berbicara dengan mengulum senyum
tidak terasa hari sudah senja
kau bergegas tinggalkan ruangan ini
membawa sebotol air mineral
teringat jemputan
yang datangnya tiba-tiba
Stiepar, 2024
TEOSOFI CINTA
ketika gerimis membasahi bumi
Tuhan mengajari kita cinta yang murni
ketika angin mengisi ruang atmosfer
Tuhan mengajari kita cinta yang sunyi
ketika kamu memberikan senyum itu
Tuhan mengajari kita cinta yang hakiki
Tuhan, aku mencintaimu.
2021
ISYARAT
kau adalah isyarat yang diberikan tuhan
menjelma burung-burung
membisik angin yang semilir
menerpa dedaunan hijau
📚 Artikel Terkait
kau adalah isyarat yang diberikan tuhan
menjadikannya seorang manusia
utuh seperti sedia:
kala ruh ditiupkan terdengar
“Ingatkah jalan kau kembali?”
2021
JARAK
jarak waktu, ruang, dan sejarah
menebas kebersamaan kita
awan, angin, dan hujan
memisahkan kesatuan kita
ada kehidupan yang tidak abadi
antara kita:
sungguh
di antara kita
hanya menunggu
jemputan yang datang
tiba-tiba
2024
HUJAN SORE ITU
hujan sore itu terlihat cantik
airnya menetes indah di pojok ruang kelas
wangi tanah menyerbak kasturi
ada angin mengabarkan berita
bidadari turun dengan gaun ungu
berjalan di antara pelangi jingga
hujan sore itu sangat indah
:di antara gemericik air
bidadari terpaku: ragu
di pojok ruang yang bisu
2023
HANYA TITIPAN
kau memahami bahwa semua adalah titipan
aku memahami kau juga adalah titipan
suatu pagi kau berjalan melihat kebun yang basah
suara hujan masih teringat betul di kepalamu
ah, kau mengatakan “hujan itu juga sebuah titipan”
aku pun hanya duduk di serambi rumah
melihatmu yang mondar-mandir entah mencari apa
ah, “kau pun titipan juga” pikirku.
akhirnya, aku pun ikut mondar-mandir
di antara pepohonan yang daunnya basah
di kebunmu.
sambil berkata “apakah aku juga titipan?”
2021
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






