• Latest

Si Manis-Pedas, Rujak Pak Fahrizal

November 27, 2017
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Si Manis-Pedas, Rujak Pak Fahrizal - 1001348646_11zon | Aceh Besar | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Si Manis-Pedas, Rujak Pak Fahrizal - 1001353319_11zon | Aceh Besar | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Si Manis-Pedas, Rujak Pak Fahrizal - 1001361361_11zon | Aceh Besar | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Si Manis-Pedas, Rujak Pak Fahrizal

Redaksi by Redaksi
November 27, 2017
in Aceh Besar, Entrepreneurship, Kajhu, Rujak
Reading Time: 5 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS


Oleh Rauzatul Jannah
Mahasiswi  Jurusan :  S1 Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi Bisnis Islam, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh
Setelah mendapat pencerahan tentang wirausaha, saat kuliah bersama Pak Tabrani Yunis, pada kali ini kami diberi kesempatan untuk mewawancarai salah satu pelaku usaha kecil  di Banda Aceh atau Aceh Besar.  Aku berhasil mewawancarai seorang pedagang rujak di Cadek-Kajhu, Aceh Besar
Mungkin sekarang ini  kita sudah tak asing lagi dengan persoalan makanan rujak. Siapa yang tidak kenal  dengan olahan buah-buahan yang dipotong kecil-kecil dan diberi bumbu kacang dan gula merah dengan rasa manis dan pedas itu. Apalagi citra rasa yang manis-pedas sangat diminati oleh orang-orang Aceh. Khususnya mahasiswa dan anak sekolahan yang sangat gemar dengan olahan rujak. Bukan hanya mahasiswa dan anak sekolah, bahkan ibu-ibu pun tidak ingin ketinggalan dengan citra rasa manis-pedasnya rujak. Selain rasanya pedas-manis, rujak juga bisa membuat tubuh kita segar dengan bermacam olahan buah-buahan tersebut.
Terutama aku, sudah mendatangi salah satu gerobak penjual “rujak colek-rujak manis alami” yang penjualnya bernama Bapak Fahrizal, bertepatan di Cadek. Aku melihat banyak pembeli yang mampir di gerobak Pak Fahrizal. Maka, dengan rasa penasarannya aku datang. Saat itu sebelum aku menanyakan beberapa hal atau pertanyaan, aku ingin mencicipi dulu olahan rujak dari Bapak tersebut. Setelah mencicipi rujak Bapak Fahrizal itu, rasanya memang sangat enak dan tak kalah menarik dari rujak lainnya dengan olahan bumbunya dan takarannya yang pas, seperti gula dan asam jawa ditambah beberapa cabai supaya pedas dan itu menjadi salah satu camilan kesukaanku. .
       Tak lama setelah mencicipi rujak tersebut, aku mulai menanyakan beberapa hal atau pertanyaan kepada bapak itu tentang usaha yang sedang dijalankannya itu. Setelah Aku menanyakan beberapa pertanyaan, aku menemukan banyak pelajaran penting dari Pak Fahrizal. Aku ingin tahu, apa yang menjadi latar belakang ia membuka usaha itu.
         Ternyata yang melatarbelakangi beliau itu membuka usaha jual rujak adalah sebagai usaha tambahan atau sampingannya. Ia punya usaha toko sembako. Ini dilakukan agar ia mempunyai uang tambahan dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Menurut Pak Fahrizal, usaha yang dia buka ini tidak tergantung  dengan orang lain. Untuk mendapatkan ide usaha ini pun, tidak diusulkan oleh orang lain, melainkan keinginannya sendiri. Menurutnya berjualan rujak itu tidak ribet, selain hanya membuat bumbunya. Ia juga hanya membeli buah-buahan saja di pasar. Hanya bagaimana cara pengolahannya saja agar berbeda dengan rujak lainnya. Melihat kesuksesan dalam jualan rujak, ia berkeinginan untuk meluaskan atau membuka usaha jual rujak itu. Ternyata ia mempunyai empat cabang gerobak lagi di berbagai daerah khususnya di Banda Aceh. Dengan tetap mengembangkan ciri khas cemilan rujak Aceh yang manis-pedas itu.?
         Nah, apa yang membuat rujak racikan beliau disukai orang, ternyata  cara atau strategi yang beliau lakukan adalah membuat resep bumbu yang bagus dengan ciri khas tersendiri. Ia memesan khusus gula Merah dari Bener Meriah lalu mengolahnya sendiri. Begitu juga dengan buah. Ia  membeli di pagi hari. Jadi buahnya selalu baru dan segar. Dengan itu camilan tersebut mempunyai nilai dan kualitas yang tinggi, sehingga dapat memuaskan kebutuhan konsumen.
       Tidak hanya dari segi bahan saja, tetapi juga harus memiliki keahlian dalam mengolahnya dengan bagus. Bahkan  penyajiannya juga dilakukan dengan secara cepat, agar si pembeli tidak merasa bosan untuk menunggu olahan rujak. Apalagi jika pembelinya banyak, tentunya harus pandai-pandai dalam mengolah. Selain itu, sikap ramah juga ikut berperan. Oleh sebab itu. Keramahan juga harus diutamakan, karena jika itu tidak ada pembeli merasa tidak nyaman. Tentu saja untuk keahlian itu sudah ada pada Pak Fahrizal yang sudah cukup mahir dalam mengolah dengan cepat.
         Namun demikian, beliau juga mengatakan ada beberapa kendala dalam berjualan, seperti membeli buah yang jaraknya agak jauh. Ia harus ke Lambaro dan juga kadang-kadang lumayan susah untuk mendapatkan buah-buahannya karena buah-buahan tersebut dari Berastagi. Kalau beliau beli buah di toko kecil, harganya lebih mahal. Jadi beliau juga harus mempertimbangkan hal itu. Cara beliau mengatasi hal tersebut adalah menelpon kawan yang menjual buah di Pangkalan Lambaro dengan memesan terlebih dahulu buah-buahannya untuk beliau. Jadi buahan tersebut tersisihkan dan selalu ada untuknya. Kadang kala karena terlalu jauh, beliau menyuruh kawannya untuk mengantar buah tersebut. Jadi beliau tidak merasa terbebani dengan hal tersebut.
 Wah,  cukup menarik juga. Apalagi kalau beliau membuka beberapa kedai rujak di berbagai daerah Banda Aceh. Pastinya akan mendapatkan keuntungan lebih besar lagi, karena dengan kedai yang lumayan besar itu akan menarik pelanggan untuk mampir dan bisa langsung dibuat brosur promosi untuk masyarakat.
Baca Juga
  • Tim Pengabdian ISBI Aceh Latih Siswa SMK Menulis Cerpen
  • Berwirausaha Dengan Gadget? Why Not!
Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post

Pengemis Sang Pencari Belas Kasih

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com