🔊
Dengarkan Artikel
Oleh Heri Iskandar
Cara Mudah Merawat Logika
–‐————‐————————————
Jum’at, 18/4/2025 (Edisi 1362)
"Aku kok sepaham kali dengan materi khutbah Jum'at tadi Bib."
"Alhamdulillah. Hanya orang-orang beriman saja yang mau menerima kebenaran yang diamanatkan oleh Al Qur'an."
"Kalau yang kau simpulkan seperti apa?"
"Itu sebuah koreksi bagi orang-orang yang mengaku diri ulama tapi tidak menjaga pintu rumahnya sehingga orang luar bisa seenaknya menggunakan nama harum mereka untuk tujuan yang tidak sejalan dengan Islam."
"Yang beliau singgung di mimbar tadi Amin Raiskah, Roy Suryo atau siapa?"
"Lebih kepada kelompok ulama yang menurut Khatib hanya menikmati nama besar profesinya tapi tanpa upaya menjaga nama baik lembaga keulamaannya."
"Tapi yang dicontohkan tadi orang-orang yang membawa-bawa nama ulama mengintimidasi Pak Jokowi. Di sana kan ada Atok kita, Bang Panci dan lainnya sekali pun mereka tidak tampak dalam rombongan. Inisiatornya kan mereka!"
"Ya tapi penekanannya kenapa para ulama diam saja padahal kalau mengacu kepada Surat Al Maidah ayat 8 serta An Nisa ayat 58 apa yang mereka lakukan sudah menyimpang jauh. Tapi ulama diam saja seperti menikmati segala penyimpangan di depan mata mereka sendiri."
"Penyimpangan apa..?"
"Ulama dari agama mana yang boleh memaksa kehendak mengintimidasi orang lain? Ulama mana yang dibolehkan mengkedepankan kepentingan pribadinya tanpa menghargai hak-hak orang lain?"
"Kalau itu ada benarnya kukira!"
"Selain itu beliau juga mempertanyakan ulama mana yang perlu diwakili dan dibela oleh orang-orang yang untuk diri sendiri diragukan kejujuran dan keimanannya? Itu antara lain yang kutangkap."
"Terus?"
"Benar kata ustad tadi bahwa masalah yang mereka bawa tidak terlihat ada hak ulama yang telah dirugikan oleh Jokowi."
"Nah itu dia!"
"Sepantasnya ulama atau lembaga yang menaungi para ulama perlu memberi penjelasan apa betul mereka yang minta Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) untuk dibela? Atau apa pantas dibela oleh orang-orang liar seperti itu?"
"Yang katanya aksi tadi sangat memalukan ulama apa maksudnya itu?"
"Beliau mempertanyakan ulama mana yang membolehkan kaum wanita turun ke jalan secara jalang dengan dalih mewakili ulama?"
"Oo itu maksudnya..?"
"Prilaku-prilaku satu dua wanita yang menggeruduk rumah Jokowi kapan hari itu dianggap Khatib sangat bertentangan dengan norma Islam."
"Itu pun aku sepaham!"
“Karenanya berkali-kali ustad tadi mempertanyakan ulama mana yang mau mereka bela dan kenapa ulama yang asli kok malah menonton adegan tersebut layaknya menonton Sinetron tanpa ada yang bersikap..?”
🙏Heri Iskandar
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 58x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 53x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.






