POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

SURAT DARI BLORA

RedaksiOleh Redaksi
July 7, 2021
🔊

Dengarkan Artikel

 

Mendengar nama Blora, kita semua tahu bahwa Blora adalah 1 (satu) Kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Blora yang dikenal dengan julukan “Kota Jati” memiliki ikon flora yang juga “Jati”, berjarak 127 km di sebelah timur Jawa Tengah. Dengan jumlah penduduk 925.642 (2019) dan luas wilayah 1.820,59 km, secara Administratif Blora berbatasan langsung dengan beberapa Kabupaten. 

 

Di sisi utara Blora, berbatasan dengan Kabupaten Pati dan Kabupaten Rembang. Di sisi Selatan berbatasan dengan Kabupaten Ngawi (Jatim). Di sisi Timur, Blora berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro, dan di sisi Barat, Blora berbatasan dengan Kabupaten Grobokan.Itulah selintas tentang Kota Blora yang menjadi tempat bersejarah bagi seorang pejuang perempuan Aceh, yang sampai batas usia dan perjuangannya membela marwah bangsa, berakhir di Blora.

 

Pocut Meurah Intan, dikenal juga dengan nama Pocut Di Biheue, berdasarkan catatan sejarah, beliau lahir di Biheue Tahun 1833 dan merupakan pejuang perempuan Aceh yang berasal dari sebuah daerah Kenegaraan (Ulee Balang), di daerah kekuasaan Kesultanan Aceh, yang berdiri sejak 1496 – 1903.

 

Biheue masuk ke dalam wilayah Sagi XXII Mukim, akibat terjadi konflik politik pada abad XIX, Biheue menjadi bagian wilayah XII Mukim, yang mencakup dan menguasai daerah Pidie, Batee, Padang Tiji, Kalee dan Laweung. 

 

Pocut Meurah Intan/Pocut Di Biheue bersuamikan Tuanku Abdul Majid bin Tuanku Abbas bin Sultan Alauddin Johar Alamsyah. Beliau memiliki 3 putra yang kesemuanya adalah pejuang muda yang tangguh, seperti Tuanku Muhammad Batee, Tuanku Budiman dan Tuanku Nurdin. Pocut Di Bihue juga Ibunda dari Permaisuri Raja Aceh terakhir, Sultan Muhammad Daud Syah, yang mangkat Tahun 1939 dalam pengasingannya di Batavia. 

 

Sebagai Komandan Gerilya, dalam perjuangannya, Pocut sangat di incar dan menjadi target utama penjajah Belanda, hingga beliau dapat ditangkap di Wilayah Laweung pada tahun 1902.Pasukan Belanda yang di pimpin Velman menjuluki keberanian aksiperlawanannya dengan julukan “Heldaftig ” yang berarti “Gagah Berani”. Walau tubuh serta badan tercabik dan terkoyak-koyak oleh senjata perang, namun  semangat berjuang demi kedaulatan bangsa menjadi tekadnya. 

 

Setelah ditangkap lalu dipenjarakan oleh Belandabersama anaknya di Kutaradja, Belanda memutuskan untuk membuang dan mengasingkan Pocut ke Blora tahun 1905, bersama anaknya Tuanku Budiman dan Tuanku Nurdin, sedangkan Tuanku Muhammad Batee di buang dan diangsingkan ke suatu tempat di Sulawesi Utara. 

 

📚 Artikel Terkait

Guru Yang Terseret Ke Pusaran Politik

Dari Sekadar Hobi Hingga Menjadi Peluang Bisnis

Emas Naik, Pemuda Galau: Antara Persoalan dan Solusi

Fromm Dan Algoritme Tuhan

Dalam pengasingannya di Blora, Pocut Meurah Intan/Pocut Di Biheue bersahabat baik dengan seorang Ningrat yang bernama RM Ngabehi Dono Muchammad. Dengan akrabnya persahatan itu, Pocut berpesan, jika beliau mangkat, izinkanlah dia dimakamkan di Blora,dan RM. Ngabehi Dono Muchammad mengabulkan pesan itu.  Hingga kini makam Pocut Meurah Intan berada di Komplek Makam Tegal Sari, Dukuh Punggur Tegalan, desa Temu Rejo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, yang berjarak + 5 km arah utara alun-alun Kota Blora. 

 

Sungguh hebat dan dahsyatnya perjuangan dan perlawanan Pocut Meurah Intan, hingga mengkat dalam pengasingannya pada tanggal 20 September 1937, di Blora, kota tercintanya. 

 

Hingga saat ini perjuangan pejuang perempuan Aceh Pocut Meurah Intan menjadi semangat untuk peziarah, generasi muda, masyarakat Nusantara. Makam yang berbentuk nisan “khas” itu, tidak dihiasi oleh kehebatan apapun. Bahkan tulisan 2091937 tanggal mangkatnyapun hampir hilang tertutup dan tersapu cat yang lekang. Kondisi makam pejuang ini, perlu ditingkatkan perawatan dan perbaikannya demi menjaga serta melestarikan salah satu potensi cagar budaya di Blora.

 

Suatu kehormatan bagi Rakyat dan Pemerintah Aceh, demi terwujudnya upaya pelestarian potensi Cagar Budaya dan perawatan makam terhormat pejuang perempuan Aceh itu, Bupati Kabupaten Blora Secara khusus mengirimkan surat kepada Gubernur Pemerintah Aceh, Tanggal 17 Juni 2021 dengan No. 459/2233. Surat khususnya ini berisi permohonan bantuan renovasi sekaligus merawat bersama makam pejuang bangsa ini. Secara rinci Bapak Bupati Blora menjabarkan  permohonannya agar silaturahmi Aceh – Blora tetap terjalin dengan rajutan “ Kilas Sejarah” yang dijaga hingga kini.


Mari kita rakyat dan Pemerintah Aceh bersatu fikir dan bersama sikap untuk menghargai jasa –jasa para pejuang dengan segala kemampuan, akal  dan ilmu yang sudah di berikan Allah SWT.

 

Semoga Pusara yang telah bertahun menjadi bukti hebatnya semangat perjuangan “Pejuang” Aceh ini, akan terus dihiasi oleh doa-doa dari peziarah Nuasantara, walau mereka tidak mengenalnya. Tetapi semangat Pocut Meurah Intan seperti Julukannya “Heldhaftig ” menjadi Inspirasi untuk sebuah perjuangan generasi muda dalam membela NKRI. 

 

 

 

​Cut Putri Alyanur 

​BPPA di Jakarta 

  

 

 

 

 

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 115x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 89x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 78x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Dunia di Ambang Krisis dan Perang Dunia Ketiga
Dunia di Ambang Krisis dan Perang Dunia Ketiga
25 Jan 2026 • 62x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026
POTRET Budaya

Memerangi Sampah, Membangun Gerakan Indonesia ASRI

Oleh Tabrani YunisFebruary 6, 2026
digital

Doom Scrolling: Perilaku Baru di Era Digital

Oleh Tabrani YunisJanuary 31, 2026
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    160 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
197
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Bimbingan Konseling Kini Dan Esok

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00