• Latest

Perempuan dan Hak Di Meja Pemeriksaan

April 16, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Perempuan dan Hak Di Meja Pemeriksaan

Redaksi by Redaksi
April 16, 2025
in # Ironi, # Penyakit, #Tenaga Medis, Bau Busuk, Kekerasan Seksual, Perempuan
Reading Time: 3 mins read
0
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook


Oleh : Ririe Aiko

“Dunia Medis Sedang Tidak Baik-Baik Saja bagi Perempuan”

Kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang dokter spesialis kandungan (obgyn) di Garut kembali membuka luka lama: dunia medis belum sepenuhnya menjadi ruang aman bagi perempuan. Rumah sakit yang selama ini dianggap sebagai tempat menyelamatkan nyawa, tempat manusia berharap pulih dari sakit dan trauma, kini tercoreng oleh tindakan bejat oknum tenaga medis. Ironisnya, ini terjadi justru pada profesi yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga kehormatan dan keselamatan pasien terutama perempuan.

Baca Juga

b25b943e-f0d2-47df-bd75-ad0c643a8322

Gara-gara Tahanan Rumah Gus Yaqut, Akhirnya KPK Minta Maaf

Maret 27, 2026

BENGKEL OPINI RAKyat

Maret 27, 2026
ChatGPT Image 27 Mar 2026, 08.43.09

Pelayanan Akses Kesehatan di Nabire Provinsi Papua Tengah Masih Minim

Maret 27, 2026

Perempuan yang menjalani pemeriksaan kandungan kerap datang dengan kerentanan yang tak main-main: tubuhnya diperiksa, ruang pribadinya terbuka, dan kepercayaannya penuh diberikan pada seorang tenaga medis. Namun ketika ruang medis yang harusnya steril dari niat buruk justru menjadi panggung kejahatan seksual, kita patut bertanya: bagaimana sistem perlindungan terhadap pasien perempuan bisa sebegitu rapuhnya?

Kasus di Garut bukanlah yang pertama. Tapi mungkin inilah salah satu yang menunjukkan bahwa perempuan kini mulai berani bersuara. Media sosial, forum-forum komunitas, dan bahkan layanan aduan menjadi tempat para korban mulai speak up, menceritakan pengalaman traumatis mereka di ruang yang dulu mereka kira aman. Ini adalah pertanda penting, bahwa budaya diam dan menormalisasi pelecehan di dunia medis mulai dilawan.

Namun pertanyaannya, cukupkah keberanian korban bersuara jika sistem dan budaya kerja di dunia medis masih membiarkan kekosongan pengawasan? Masih banyak rumah sakit atau klinik yang tidak menyediakan sistem pendampingan ketika pasien perempuan menjalani pemeriksaan sensitif. Dalam banyak kasus, perempuan datang sendiri, diperiksa di ruang tertutup tanpa saksi, dan akhirnya tak berdaya saat menjadi korban pelecehan.

Sudah saatnya dunia medis menyadari bahwa pelayanan kesehatan tidak bisa semata soal keterampilan medis, tapi juga soal etika dan perlindungan hak asasi pasien. Setiap pemeriksaan fisik terhadap pasien perempuan, terutama yang menyangkut area sensitif, harus memiliki protokol keamanan yang ketat. Kehadiran perawat pendamping saat pemeriksaan, kamera pengawas di titik-titik tertentu, hingga pelatihan etika profesi yang serius harus menjadi standar baru dalam sistem kesehatan kita.

Di sisi lain, perlu ada keberpihakan nyata dari pihak rumah sakit dan organisasi profesi untuk memberi dukungan kepada korban. Selama ini, banyak korban yang justru merasa disalahkan, dicurigai, bahkan dituduh merusak nama baik institusi medis. Pendekatan seperti ini hanya akan membuat korban semakin enggan melapor, dan membuat pelaku merasa kebal hukum.

Negara pun tak bisa tinggal diam. Pemerintah perlu memastikan bahwa regulasi tentang perlindungan pasien tidak hanya berhenti di atas kertas. Pengawasan internal harus diperkuat, saluran aduan harus dibuat ramah korban, dan sanksi terhadap tenaga medis yang terbukti melakukan pelecehan harus tegas dan terbuka. Dunia medis harus bersih dari pelaku predator, dan satu-satunya cara mewujudkan itu adalah dengan menempatkan keselamatan pasien, terutama perempuan sebagai prioritas utama.

Perempuan berhak mendapat pelayanan medis yang aman, bermartabat, dan penuh empati. Rumah sakit seharusnya menjadi ruang penyembuhan, bukan medan ketakutan. Jika dunia medis ingin kembali dipercaya, maka pembersihan dari dalam adalah keharusan. Kepercayaan yang rusak hanya bisa dibangun kembali melalui tindakan nyata, bukan sekadar permintaan maaf atau klarifikasi. Saatnya kita serius mengawal hak-hak pasien perempuan, sebelum makin banyak nyawa dan martabat yang dikorbankan oleh kelalaian sistem dan kejahatan oknum. Dunia medis memang sedang tidak baik-baik saja. Tapi perubahan bisa dimulai hari ini, jika kita memilih untuk berpihak pada korban dan tidak lagi menutup mata.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 332x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 291x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 246x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 236x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 189x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post

Mengenal Petinggi Wilmar Group Penyuap Tiga Hakim 60M

HABA Mangat

Responden Terpilih

Maret 14, 2025

Tema Lomba Menulis Bulan Oktober 2025

Oktober 7, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com