POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Surat-Surat yang Tersangkut di Langit Gaza

Gunawan TrihantoroOleh Gunawan Trihantoro
April 3, 2025
Tags: #Puisi
Surat-Surat yang Tersangkut di Langit Gaza
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Gunawan Trihantoro

Israel mengumumkan perluasan besar operasi militer di Gaza pada Rabu, (2/4/2025) dengan mengatakan bahwa sebagian besar wilayah kantong itu akan direbut dan ditambahkan ke zona keamanannya, disertai dengan evakuasi penduduk dalam skala besar. [1]


Di sini, bahkan debu pun menangis dalam tiga bahasa:
“bahasa peluru, bahasa reruntuhan, dan bahasa doa yang tercekat.”

-000-

Di selatan Gaza, pagi mulai dengan daftar baru:
3.200 nama yang dihapus dari registri kelahiran,
46 sumur yang dikubur bersama ingatan tentang hujan,
1 kubah masjid tersisa,
arsiteknya adalah rudal bernama Iron Dome. *)

Seorang anak menulis di tembok yang terkelupas:
“Apa artinya ‘evakuasi’?
Apakah itu permainan dimana kami selalu kalah
sebelum ayah sempat mengikat sepatunya?”

Ibunya membisik angka-angka ke telinga angin:
“200 koridor ‘aman’ yang berujung kuburan massal,
7 truk bantuan yang tiba dengan bendera setengah tiang,
1 jam, 1 menit, 1 detik,
berapa lama lagi kami boleh bernapas?”

-000-

Ahmad (9 tahun), mengais kaleng di reruntuhan sekolah:
“Kakak janji kan, ini cuma latihan darurat?
Besok kita masih bisa main petak umpet di kelas 3B?”

Fatima (guru matematika, tangan kirinya terbungkus perban):
“Lihat, Nak, angka terakhir yang kuajarkan:
5.000 + 3.000 = 8.000 mayat.
Tapi kurikulum baru mereka bilang:
‘sejarah dimulai dari nol setiap kali roket mendarat’.”

📚 Artikel Terkait

Mengenal Lucy Guo, Wanita Miliander Bermodalkan Otak

Bercermin Pada Kegigihan Umat Islam Palestina Menjalankan Ibadah Puasa

Ironi Tingkat Pelecehan Seksual Anak di Aceh

HIDUP DAN PERJUANGAN

Marwan (petani yang kehilahan kebun zaitun):
“Kuberi mereka seluruh hasil panen tahun 1948,
bahkan akar pohon keluarga yang terpendam.
Tapi kenapa mereka masih haus?”

-000-

Jam dinding rumah Sa’id berhenti pada pukul 3:15
tepat ketika kamar tidur menjelma museum:
1 tempat tidur bocah dengan bercak coklat karat,
3 buku cerita yang halamannya jadi kertas pembungkus luka,
1 cermin retak yang masih menyimpan bayangan istri
sebelum pecahan peluru kurdistan mencuri matanya. **)

Tentara di pos pemeriksaan berkata:
“Kami hanya menjalankan perintah surga.”
Lalu langit pun menjawab dengan dialek Gaza:
“Surga mana yang meminta anak-anak
jadi tiket masuk?”

-000-

Para pengungsi menitipkan alamat pada burung dara:
“Tolong sampaikan pada dunia,
rumah kami bukan koordinat GPS untuk latihan tembak.
Nenek kami masih menyimpan kunci
dari pintu yang sudah jadi mitologi.”

Di kamp penampungan, seorang bidan melahirkan harapan
di antara genangan darah dan daftar nama yang terputus:
“Kusebut dia ‘Amal’,
meski aku tahu, di sini
setiap bayi lahir dengan serpihan peluru
tertanam di daging nasibnya.”

-000-

“Nina bobo, ya bobo…
jika sirene menderu, jangan cari ibu
dia sedang bernegosiasi dengan malaikat maut
di posko pengungsian yang jadi altar penguburan…”

Lagu itu berakhir dengan dentuman.
Malam di Gaza selalu tamat sebelum subuh,
para ayah menulis wasiat di punggung anaknya
dengan jari yang gemetar
dan abu.


Rumah Kayu Cepu, 3 April 2025

CATATAN:
[1] Puisi esai ini dibuat dan diispirasi dari kasus Israel Perluas Operasi Militer di Gaza, Usir Paksa Warga Palestina https://news.okezone.com/amp/2025/04/03/18/3128040/israel-perluas-operasi-militer-di-gaza-usir-paksa-warga-palestina

• *) Iron Dome: Sistem pertahanan udara Israel yang kontroversial, sering dianggap sebagai simbol ketimpangan teknologi perang dalam konflik Gaza.
• **) Kurdistan: Merujuk pada jenis peluru yang digunakan militer Israel, sering menyebabkan luka bakar parah.
• Data korban dan situasi darurat mengacu pada laporan di artikel Okezone: Israel Perluas Operasi Militer di Gaza, Usir Paksa Warga Palestina

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Tags: #Puisi
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00