• Latest
Surat-Surat yang Tersangkut di Langit Gaza - 70b70767 a774 48fc 8cd8 546d3af991ea | Jalan-jalan | Potret Online

Surat-Surat yang Tersangkut di Langit Gaza

April 3, 2025
27f168e7-1260-4771-8478-62c43392780e

Pulo Aceh, William Toren dan Pendidikan Kami

April 23, 2026
IMG_0904

Cahaya di Balik Luka

April 23, 2026
35b66c8c-a220-4f11-8e9a-6fccf401ca7b

Arsitektur Linguistik: Menelusuri Ontologi Kata dan Logika Taqsim dalam Ilmu Nahwu.

April 23, 2026
Surat-Surat yang Tersangkut di Langit Gaza - 38a1ed71 84b6 44ab 9f7a a62e2a66e5e2 | Jalan-jalan | Potret Online

Perserikatan Bangsa-Bangsa Tanpa Kompas Arah di Tengah Gejolak Dunia Global

April 22, 2026
d1791700-9d77-4212-83e6-eb00db9a7ade

Dari Lumbung ke Etalase: Pergeseran Nalar Hidup Masyarakat Desa

April 22, 2026
2ba083ca-6b42-4301-9181-39025ceadd55

Hikayat Negeri Para Kuli dan Berhala Hijau

April 22, 2026
9155c5eb-ca3b-4638-879b-31953e632691

Antara Retorika dan Realitas: Pendidikan Kepemimpinan Perempuan Indonesia

April 22, 2026
Ilustrasi seorang berdiri di persimpangan jalan dengan simbol otak bercahaya di tengah, menggambarkan akal waras di era digital antara kebaikan dan pengaruh media sosial.

Akal Waras di Era Digital

April 22, 2026
Kamis, April 23, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Surat-Surat yang Tersangkut di Langit Gaza

Gunawan Trihantoro by Gunawan Trihantoro
April 3, 2025
in Jalan-jalan
Reading Time: 3 mins read
0
Surat-Surat yang Tersangkut di Langit Gaza - 70b70767 a774 48fc 8cd8 546d3af991ea | Jalan-jalan | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Gunawan Trihantoro

Israel mengumumkan perluasan besar operasi militer di Gaza pada Rabu, (2/4/2025) dengan mengatakan bahwa sebagian besar wilayah kantong itu akan direbut dan ditambahkan ke zona keamanannya, disertai dengan evakuasi penduduk dalam skala besar. [1]

Baca Juga
  • Tindak Pidana Prostusi Terhadap Anak Harusnya Masuk Dalam Bab XIV Tindak Pidana Kesusilaan
  • OLIGARKI DAN KESETARAAN BAGI PEREMPUAN


Di sini, bahkan debu pun menangis dalam tiga bahasa:
“bahasa peluru, bahasa reruntuhan, dan bahasa doa yang tercekat.”

-000-

Baca Juga
  • PETAKA DP3 PERTAMA
  • Aminullah: Lindungi Anak dari Kekerasan dan Asap Rokok

Di selatan Gaza, pagi mulai dengan daftar baru:
3.200 nama yang dihapus dari registri kelahiran,
46 sumur yang dikubur bersama ingatan tentang hujan,
1 kubah masjid tersisa,
arsiteknya adalah rudal bernama Iron Dome. *)

Seorang anak menulis di tembok yang terkelupas:
“Apa artinya ‘evakuasi’?
Apakah itu permainan dimana kami selalu kalah
sebelum ayah sempat mengikat sepatunya?”

Baca Juga
  • HIDUP DAN PERJUANGAN
  • Sabang: Daerah Wisata, Jalur Free Port dan Harapan Baru

Ibunya membisik angka-angka ke telinga angin:
“200 koridor ‘aman’ yang berujung kuburan massal,
7 truk bantuan yang tiba dengan bendera setengah tiang,
1 jam, 1 menit, 1 detik,
berapa lama lagi kami boleh bernapas?”

-000-

Ahmad (9 tahun), mengais kaleng di reruntuhan sekolah:
“Kakak janji kan, ini cuma latihan darurat?
Besok kita masih bisa main petak umpet di kelas 3B?”

Fatima (guru matematika, tangan kirinya terbungkus perban):
“Lihat, Nak, angka terakhir yang kuajarkan:
5.000 + 3.000 = 8.000 mayat.
Tapi kurikulum baru mereka bilang:
‘sejarah dimulai dari nol setiap kali roket mendarat’.”

Marwan (petani yang kehilahan kebun zaitun):
“Kuberi mereka seluruh hasil panen tahun 1948,
bahkan akar pohon keluarga yang terpendam.
Tapi kenapa mereka masih haus?”

-000-

Jam dinding rumah Sa’id berhenti pada pukul 3:15
tepat ketika kamar tidur menjelma museum:
1 tempat tidur bocah dengan bercak coklat karat,
3 buku cerita yang halamannya jadi kertas pembungkus luka,
1 cermin retak yang masih menyimpan bayangan istri
sebelum pecahan peluru kurdistan mencuri matanya. **)

Tentara di pos pemeriksaan berkata:
“Kami hanya menjalankan perintah surga.”
Lalu langit pun menjawab dengan dialek Gaza:
“Surga mana yang meminta anak-anak
jadi tiket masuk?”

-000-

Para pengungsi menitipkan alamat pada burung dara:
“Tolong sampaikan pada dunia,
rumah kami bukan koordinat GPS untuk latihan tembak.
Nenek kami masih menyimpan kunci
dari pintu yang sudah jadi mitologi.”

Di kamp penampungan, seorang bidan melahirkan harapan
di antara genangan darah dan daftar nama yang terputus:
“Kusebut dia ‘Amal’,
meski aku tahu, di sini
setiap bayi lahir dengan serpihan peluru
tertanam di daging nasibnya.”

-000-

“Nina bobo, ya bobo…
jika sirene menderu, jangan cari ibu
dia sedang bernegosiasi dengan malaikat maut
di posko pengungsian yang jadi altar penguburan…”

Lagu itu berakhir dengan dentuman.
Malam di Gaza selalu tamat sebelum subuh,
para ayah menulis wasiat di punggung anaknya
dengan jari yang gemetar
dan abu.


Rumah Kayu Cepu, 3 April 2025

CATATAN:
[1] Puisi esai ini dibuat dan diispirasi dari kasus Israel Perluas Operasi Militer di Gaza, Usir Paksa Warga Palestina https://news.okezone.com/amp/2025/04/03/18/3128040/israel-perluas-operasi-militer-di-gaza-usir-paksa-warga-palestina

• *) Iron Dome: Sistem pertahanan udara Israel yang kontroversial, sering dianggap sebagai simbol ketimpangan teknologi perang dalam konflik Gaza.
• **) Kurdistan: Merujuk pada jenis peluru yang digunakan militer Israel, sering menyebabkan luka bakar parah.
• Data korban dan situasi darurat mengacu pada laporan di artikel Okezone: Israel Perluas Operasi Militer di Gaza, Usir Paksa Warga Palestina

Tags: #Puisi
Share234SendTweet146Share
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Next Post

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com