POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Fenomena Tangisan di Akhir Ramadan

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
March 30, 2025
Fenomena Tangisan di Akhir Ramadan
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Ramadan akan berlalu esok (31/3/2025). Hening. Lalu, di kejauhan, terdengar isakan lirih. Perlahan, suara tangisan pecah menjadi jeritan pilu yang menggema ke seluruh penjuru bumi. Orang-orang bersimpuh di tikar sajadah, menggenggam mukena dengan erat seolah-olah jika dilepaskan, mereka akan terhisap ke dalam pusaran kehampaan. Di sudut lain, seseorang menatap kalender dengan mata berkaca-kaca, menelusuri tanggal-tanggal yang telah lewat, berharap ada bug sistem yang membuat Ramadan diperpanjang. Sayangnya, waktu tetap kejam, terus berjalan tanpa ampun.

Kesedihan ini bukan sekadar kesedihan biasa. Ini adalah tragedi universal. Bulan Ramadan telah pergi, meninggalkan kita dengan kenangan indah yang terlalu cepat berlalu. Seperti hubungan cinta yang begitu hangat namun berakhir tanpa aba-aba, Ramadan mengajarkan kita tentang kehilangan yang mendalam. Tidak ada lagi suara azan maghrib yang dinanti seperti soundtrack kemenangan. Tidak ada lagi momen mistis di mana manusia mendadak berubah menjadi makhluk paling sabar di siang hari hanya untuk menjadi serigala lapar di malam hari. Kini, semua kembali seperti semula, orang-orang kembali makan tanpa jadwal sakral, kembali lupa bahwa sahur bukan hanya mitos, dan kembali menjadikan malam sebagai ajang begadang tanpa alasan spiritual.

Satu bulan yang lalu, kita semua memulai perjalanan suci ini dengan semangat membara. Target ditetapkan, khatam Al-Qur’an, sholat tarawih full set tanpa bolos, dan tentu saja, diet otomatis karena puasa. Tapi kenyataan berkata lain. Hari pertama masih semangat, hari ketiga mulai menghitung berapa hari lagi yang harus dijalani, hari ke-15 mulai berpikir apakah mungkin menukar puasa dengan saham spiritual di kehidupan selanjutnya. Lalu tibalah hari ke-29, ketika semuanya terasa seperti detik-detik terakhir dalam film kolosal, semua refleksi hidup terputar dalam slow motion. Apakah aku sudah cukup baik? Apakah puasaku diterima? Apakah mungkin Ramadan tahun depan akan sama indahnya?

Tangisan ini bukan sekadar tangisan. Ini adalah letupan emosi dari manusia yang mendadak menyadari bahwa dirinya akan kembali ke rutinitas duniawi yang membosankan. Tidak ada lagi atmosfer mistis yang membuat kita merasa lebih suci dari biasanya. Tidak ada lagi suara ceramah menjelang buka yang entah kenapa selalu mengajarkan kita hal-hal yang baru kita dengar meskipun kita sudah mendengarnya setiap tahun. Tidak ada lagi takjil gratis di masjid yang menyelamatkan banyak anak kos dari kebangkrutan.

Namun, di balik kepedihan ini, terselip harapan. Seperti pahlawan tersungkur di akhir film. Lalu, bangkit kembali di sekuel berikutnya. Kita tahu, Ramadan akan kembali. Kita akan menantinya dengan sabar, menghitung hari, berharap bisa bertemu lagi.

📚 Artikel Terkait

Pameran Tunggal Sketsa Batu Nisan Aceh: Menguak Jejak Sejarah Lewat Batee Jeurat

Mencermati Sistem Jaminan Sosial di Indonesia

HILANG DI TENGAH HUJAN

Seuntai Puisi Tjut Mauriza

Selamat tinggal, Ramadan. Sampai jumpa lagi tahun depan.

Puasa berlalu, hati merana,
Air mata jatuh di tikar sembah.
Takjil gratis kini tiada,
Anak kos termenung di atas bedah.

Tarawih semangat, niat membara,
Hari pertama khatam setengah.
Kini Ramadan tinggal cerita,
Tersisa dosa dan dompet lengah.

Azan maghrib bagai simfoni,
Membuat hati melonjak girang.
Kini tinggal rindu di hati ini,
Menanti Ramadan di tahun datang.

Janji khatam tiga kali,
Nyatanya mushaf pun berdebu.
Kini Ramadan pergi kembali,
Rasa sesal mengikat kalbu.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Surabaya Lombok

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00