• Latest
Kenapa Pejabat Publik Jatuhnya Karena Perempuan?

Kenapa Pejabat Publik Jatuhnya Karena Perempuan?

Maret 29, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Kenapa Pejabat Publik Jatuhnya Karena Perempuan?

Malika Dwi Anaby Malika Dwi Ana
Maret 29, 2025
Reading Time: 2 mins read
Tags: ArtikelOpiniPolitikRidwanKamil
Kenapa Pejabat Publik Jatuhnya Karena Perempuan?
596
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Malika D. Ana

Fenomena banyaknya tokoh publik yang “jatuh” karena isu perempuan, khususnya skandal pribadi seperti perselingkuhan atau tuduhan hubungan di luar nikah, memang kerap terlihat mengemuka. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga global. Ada beberapa alasan kenapa ini menjadi pola yang berulang.

Sisi Humanis yang Rentan – Tokoh publik, entah politisi, pejabat, atau selebriti, tetaplah manusia biasa dengan kelemahan personal. Urusan asmara atau seksualitas sering menjadi titik terlemah karena melibatkan emosi, impuls, dan privasi yang sulit dikontrol ketat. Ketika diketahui publik, dampaknya sangat besar karena kontradiktif dengan image publik yang biasanya mereka jaga. Misalnya, sosok “bermoral”, agamis, pria yang meratukan pasangannya, romantis, atau berkeluarga bahagia. Image yang selama ini mereka bangun ke publik seperti itu.

Senjata Yang Efektif untuk menyerang lawan – Skandal dengan perempuan itu gampang dipakai buat menyerang lawan politik. Malah efektif untuk menjatuhkan lawan politik. Kenapa? Karena ini langsung menyentuh moralitas, yang di masyarakat Indonesia masih menjadi ukuran besar buat menilai seseorang, khususnya tokoh publik. Kasus RK, misalnya, bisa menjadi amunisi buat musuh politiknya, entah bener atau sekedar dibesar-besarkan, sangat bisa menodai reputasinya sebagai figur bersih yang memaksa RK mengakhiri karir politiknya, nyumput, bahkan menarik diri dari sorotan publik. Sama seperti kasus Bill Clinton-Monica Lewinsky di AS, atau Silvio Berlusconi di Italia, isu perempuan sering digunakan sebagai cara cepat untuk menghancurkan kredibilitas tokoh publik.

Ada Sensasi Media dan Publik – Media dan publik doyan banget sama cerita-cerita begini. Suka dengan gosip-gosip. Skandal politik yang kering soal angka atau kebijakan nggak begitu laku dijual, nggak seseksi dan se-“juicy” dibanding drama pribadi. Kasus “lendir RK” atau tuduhan serupa ke tokoh lain cepet sekali memviral karena orang menyukai spekulasi, gosip, dan moral judgement. Ini bikin isu perempuan lebih seksi dan gampang melejit ketimbang korupsi yang butuh bukti rumit.

Ada Patriarki dan Double Standard – Di banyak budaya, termasuk Indonesia, ada standar ganda soal perilaku laki-laki dan perempuan. Tokoh publik cowok yang ketahuan selingkuh atau punya “skandal” sering dihakimi lebih kejam karena dianggap nggak pantes sama posisi mereka sebagai pemimpin atau panutan. Ironisnya, perempuan dalam kasus ini, entah sebagai pelaku atau korban juga sering disalahin, tapi fokus utamanya tetep ke tokoh laki-lakinya karena dia yang punya kuasa dan menjadi sorotan.

Disadari atau tidak ini terjadi karena Pola Sejarah dan Kebetulan – jadi nggak semua kasus itu disengaja atau merupakan konspirasi. Beberapa tokoh memang jatuh karena pilihan pribadinya yang buruk, dan kebetulan isu perempuan sering menjadi pemicunya. Contohnya di kasus video Ariel Peterpan (2010) yang sempat meredupkan kariernya, atau rumor-rumor soal pejabat lain yang nggak terbukti tapi tetep bikin gaduh. Dimasa lalu ada skandal Yahya Zaini dengan Maria Eva, ada mantan bupati Banyuwangi 2010-2021 Abdullah Azwar Anas dengan skandal ‘paha mulus’ yang membuat Azwar Anas mundur dari Pilgub Jatim 2018, meski lalu di 2022 ditunjuk menjadi menteri PANRB. Lalu ada penggede PKS Luthfi Hasan Ishaaq dan Ahmad Fathanah dengan kasus korupsi kuota impor sapi, tapi yang lebih menjadi perhatian publik malah kasus pusthunnya(istri simpanannya), keduanya hancur karir politiknya. Di luar negeri, Tiger Woods atau Anthony Weiner juga hancur gara-gara skandal serupa.

Baca Juga

Negara yang Mendidik dan atau Negara yang Menghukum

Negara yang Mendidik dan atau Negara yang Menghukum

Maret 30, 2026

Tatanan Klientisme dan Disrupsi Politik

Februari 11, 2026

Board of Peace: Legitimasi Penjajahan yang Mengkhianati Sejarah dan Konstitusi Indonesia

Januari 31, 2026

Jadi, kenapa perempuan? Bukan perempuannya sendiri yang “menjatuhkan”, tapi karena isu menyangkut perempuan ini mudah dieksploitasi, baik oleh lawan politik, media, atau publik yang haus drama, plus ini menyentuh sisi paling rawan dari manusia, yakni nafsu dan reputasi.(Mda)

Kopi_kir sendirilah!
*Malawu Omah_Kopi, 29032025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 363x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 322x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Poleang Kampung

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com