POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Rahasia Bank Swiss, Tabungan Masa Depan Para Koruptor?

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
March 20, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Kalau ada bahan untuk ditulis, sangat sulit mau tidur. Padahal, sudah larut. Efek kopi liberika juga kali. Sambil menunggu mata 5 watt, saya ingin menulis tentang Bank Swiss. Maaf saya belum pernah ke sana sih, baru nyampe Amsterdam (awas kalau bilang ke Red Light, ya!).

Bank Swiss. Nama yang menggoda iman dan mengguncang nurani. Sebuah tempat suci bagi uang-uang haram yang butuh perlindungan lebih baik dari sakunya Doraemon. Semua orang tahu, tapi pura-pura tidak tahu. Ajaib? Tidak. Ini seni. Seni menyimpan hasil rampokan tanpa perlu pakai topeng dan senjata.

Dulu, ada sebuah kisah tentang seorang diktator menyimpan miliaran dolar di Swiss. Dunia menjerit, rakyatnya kelaparan, tapi rekeningnya tetap aman, tak terguncang gejolak revolusi. Bank-bank Swiss diam seribu bahasa, seolah-olah uang itu jatuh dari langit tanpa dosa. Begitulah keajaiban sistem mereka. Kerahasiaan di atas segalanya. Lebih kuat dari janji kampanye, lebih kokoh dari cinta pertama.

Swiss bukan sekadar negeri penghasil cokelat dan jam tangan mahal. Swiss adalah legenda dalam dunia keuangan. Mereka punya aturan ketat soal kerahasiaan nasabah. Bahkan, CIA sekalipun tidak bisa sembarangan mengintip. Pada masanya, informasi rekening bank di Swiss lebih rahasia dari kode nuklir.

Ekonom pernah menghitung, sekitar 2,3 triliun dolar AS pernah mengalir ke Swiss dalam bentuk deposito dari seluruh dunia, termasuk dari negara-negara berkembang yang sedang berdarah-darah berjuang melawan kemiskinan. Dari total itu, sebagian besar berasal dari orang-orang yang tak ingin dunia tahu bahwa mereka kaya. Para pejabat, mafia, konglomerat gelap, semua berlindung di balik sistem perbankan yang lebih kokoh dari benteng pertahanan abad pertengahan.

📚 Artikel Terkait

Ketika Laut dan Buku Sama Asingnya

DALAM BANTAL TANPA KAPAS

DPPKP Kota Banda Aceh Panen P2L di Gampong Lambhuk

Meulaboh

Kenapa harus Swiss? Kenapa bukan di bawah kasur? Kenapa bukan di kaleng biskuit bekas? Simpel. Swiss adalah surga keuangan. Banknya lebih setia dari pasanganmu. Rahasianya lebih rapat dari dompet teman saat diajak patungan. Bank Swiss menjaga privasi nasabah seperti ibu-ibu menjaga resep masakan keluarga. Bahkan FBI saja perlu usaha ekstra buat mengintip. Kalau rekeningmu kebuka, itu bukan skandal, itu keajaiban.

Dunia boleh berteriak soal transparansi. Amerika, Uni Eropa, OECD, semuanya mulai menggedor pintu Swiss, menuntut lebih banyak keterbukaan. Tapi Swiss bukan sembarang negara. Mereka tahu cara bermain. Mereka beradaptasi tanpa kehilangan pelanggan. Memang benar, sekarang Swiss lebih kooperatif dalam membocorkan rekening hasil kejahatan. Tapi tenang, masih ada cara lain. Shell company, trust fund, investasi emas, bahkan cryptocurrency. Koruptor selalu selangkah di depan.

Maka, jangan heran kalau ada pejabat yang sering bolak-balik Swiss. Alasannya? Seminar, studi banding, atau sekadar ingin menikmati keindahan pegunungan Alpen. Tapi di balik itu, mungkin ada sesuatu yang lebih dalam. Sesuatu yang tidak bisa kita lihat di laporan perjalanan dinas. Mungkin dia sedang mengecek saldo. Mungkin dia sedang menyusun strategi agar uang itu tetap aman hingga tujuh turunan.

Swiss tetap Swiss. Negeri yang netral dalam perang, tapi berpihak dalam urusan uang. Mereka tidak butuh tentara besar. Mereka hanya butuh satu hal, kepercayaan dari para penyimpan uang gelap. Sejauh ini, kepercayaan itu masih ada. Mungkin tidak sekuat dulu, tapi cukup untuk membuat banyak orang tidur nyenyak. Sementara kita? Hanya bisa menyaksikan dari jauh, sambil menebak-nebak, kapan lagi uang rakyat akan mengalir ke sana, tanpa bisa kembali.

Semoga followers saya semakin cerdas. Tak hanya cerdas dengan masalah dalam negeri sendiri, tapi juga internasional. Mantap kan, wak! Kalau pun tak bisa tidur, teruskan sampai sahur saja.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Di Balik Suami yang Sukses, Ada Istri yang Hebat

Di Balik Suami yang Sukses, Ada Istri yang Hebat

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00