• Latest
Rahasia Bank Swiss, Tabungan Masa Depan Para Koruptor? - Tabungan swis_11zon | # Koruptor | Potret Online

Rahasia Bank Swiss, Tabungan Masa Depan Para Koruptor?

Maret 20, 2025

Demokrasi, Islam, dan Keindonesiaan: Etika yang Terlupa dalam Ruang Kekuasaan

April 20, 2026
Untitled design

Anak Pertama: Benarkah Selalu Lebih Mandiri dan Dewasa?

April 20, 2026
Rahasia Bank Swiss, Tabungan Masa Depan Para Koruptor? - 1001377472_11zon 1 | # Koruptor | Potret Online

Ketika Sungai Mengalirkan Lebih dari Sekadar Air

April 20, 2026

Dialektika Dalam Seni, Sastra, Pendidikan, dan Pageant.

April 20, 2026
56b8b820-aa0d-4796-86af-eee26b4e8bbc

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

April 20, 2026
93f22f86-ef8e-40bd-be7a-654413740c48

Pasar, Telur, dan Sebuah Catatan Kebudayaan dari Pundensari

April 20, 2026
7bf2ddcd-f2b6-4ca2-97c0-0cc808683181

Sigupai Mambaco Gelar “Mahota Buku” April di Abdya, Diskusikan Peran Perempuan hingga Kritik Sosial

April 20, 2026
Rahasia Bank Swiss, Tabungan Masa Depan Para Koruptor? - IMG_9514 | # Koruptor | Potret Online

Aceh Tak Butuh Senjata untuk Merdeka

April 20, 2026
Senin, April 20, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Rahasia Bank Swiss, Tabungan Masa Depan Para Koruptor?

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Maret 20, 2025
in # Koruptor, #Para Maling
Reading Time: 3 mins read
0
Rahasia Bank Swiss, Tabungan Masa Depan Para Koruptor? - Tabungan swis_11zon | # Koruptor | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Rosadi Jamani

Kalau ada bahan untuk ditulis, sangat sulit mau tidur. Padahal, sudah larut. Efek kopi liberika juga kali. Sambil menunggu mata 5 watt, saya ingin menulis tentang Bank Swiss. Maaf saya belum pernah ke sana sih, baru nyampe Amsterdam (awas kalau bilang ke Red Light, ya!).

Bank Swiss. Nama yang menggoda iman dan mengguncang nurani. Sebuah tempat suci bagi uang-uang haram yang butuh perlindungan lebih baik dari sakunya Doraemon. Semua orang tahu, tapi pura-pura tidak tahu. Ajaib? Tidak. Ini seni. Seni menyimpan hasil rampokan tanpa perlu pakai topeng dan senjata.

Dulu, ada sebuah kisah tentang seorang diktator menyimpan miliaran dolar di Swiss. Dunia menjerit, rakyatnya kelaparan, tapi rekeningnya tetap aman, tak terguncang gejolak revolusi. Bank-bank Swiss diam seribu bahasa, seolah-olah uang itu jatuh dari langit tanpa dosa. Begitulah keajaiban sistem mereka. Kerahasiaan di atas segalanya. Lebih kuat dari janji kampanye, lebih kokoh dari cinta pertama.

Swiss bukan sekadar negeri penghasil cokelat dan jam tangan mahal. Swiss adalah legenda dalam dunia keuangan. Mereka punya aturan ketat soal kerahasiaan nasabah. Bahkan, CIA sekalipun tidak bisa sembarangan mengintip. Pada masanya, informasi rekening bank di Swiss lebih rahasia dari kode nuklir.

Ekonom pernah menghitung, sekitar 2,3 triliun dolar AS pernah mengalir ke Swiss dalam bentuk deposito dari seluruh dunia, termasuk dari negara-negara berkembang yang sedang berdarah-darah berjuang melawan kemiskinan. Dari total itu, sebagian besar berasal dari orang-orang yang tak ingin dunia tahu bahwa mereka kaya. Para pejabat, mafia, konglomerat gelap, semua berlindung di balik sistem perbankan yang lebih kokoh dari benteng pertahanan abad pertengahan.

Kenapa harus Swiss? Kenapa bukan di bawah kasur? Kenapa bukan di kaleng biskuit bekas? Simpel. Swiss adalah surga keuangan. Banknya lebih setia dari pasanganmu. Rahasianya lebih rapat dari dompet teman saat diajak patungan. Bank Swiss menjaga privasi nasabah seperti ibu-ibu menjaga resep masakan keluarga. Bahkan FBI saja perlu usaha ekstra buat mengintip. Kalau rekeningmu kebuka, itu bukan skandal, itu keajaiban.

Dunia boleh berteriak soal transparansi. Amerika, Uni Eropa, OECD, semuanya mulai menggedor pintu Swiss, menuntut lebih banyak keterbukaan. Tapi Swiss bukan sembarang negara. Mereka tahu cara bermain. Mereka beradaptasi tanpa kehilangan pelanggan. Memang benar, sekarang Swiss lebih kooperatif dalam membocorkan rekening hasil kejahatan. Tapi tenang, masih ada cara lain. Shell company, trust fund, investasi emas, bahkan cryptocurrency. Koruptor selalu selangkah di depan.

Maka, jangan heran kalau ada pejabat yang sering bolak-balik Swiss. Alasannya? Seminar, studi banding, atau sekadar ingin menikmati keindahan pegunungan Alpen. Tapi di balik itu, mungkin ada sesuatu yang lebih dalam. Sesuatu yang tidak bisa kita lihat di laporan perjalanan dinas. Mungkin dia sedang mengecek saldo. Mungkin dia sedang menyusun strategi agar uang itu tetap aman hingga tujuh turunan.

Swiss tetap Swiss. Negeri yang netral dalam perang, tapi berpihak dalam urusan uang. Mereka tidak butuh tentara besar. Mereka hanya butuh satu hal, kepercayaan dari para penyimpan uang gelap. Sejauh ini, kepercayaan itu masih ada. Mungkin tidak sekuat dulu, tapi cukup untuk membuat banyak orang tidur nyenyak. Sementara kita? Hanya bisa menyaksikan dari jauh, sambil menebak-nebak, kapan lagi uang rakyat akan mengalir ke sana, tanpa bisa kembali.

Semoga followers saya semakin cerdas. Tak hanya cerdas dengan masalah dalam negeri sendiri, tapi juga internasional. Mantap kan, wak! Kalau pun tak bisa tidur, teruskan sampai sahur saja.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Share234SendTweet146Share
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

Next Post
Rahasia Bank Swiss, Tabungan Masa Depan Para Koruptor? - 7d4bdfc5 5095 4639 8277 af0c19b0a528 | # Koruptor | Potret Online

Di Balik Suami yang Sukses, Ada Istri yang Hebat

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com