• Latest
Guru Jadi Tersangka Lagi, Yok Kita Bantu! - e23890c1 ed1d 4be2 97f9 43f6391c3322 | #Kriminalisasi Guru | Potret Online

Guru Jadi Tersangka Lagi, Yok Kita Bantu!

Maret 19, 2025
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Guru Jadi Tersangka Lagi, Yok Kita Bantu! - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | #Kriminalisasi Guru | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Guru Jadi Tersangka Lagi, Yok Kita Bantu! - e23890c1 ed1d 4be2 97f9 43f6391c3322 | #Kriminalisasi Guru | Potret Online

Guru Jadi Tersangka Lagi, Yok Kita Bantu!

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Maret 19, 2025
in #Kriminalisasi Guru, Guru, Pendidikan
Reading Time: 3 mins read
0
620
SHARES
3.4k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Saya tu paling gedek bila ada orang menjadikan tersangka seorang guru. Apalagi kejadiannya untuk mendisiplinkan murid. Kasus Supriani belum cukup lagi, ini ada lagi. Kasusnya mirip. Yok, kita dalami kasusnya.

Hening. Sepi. Tapi tidak bagi Muhammad Saelan. Dunia seakan menggelegar, menghantam dadanya yang kini sesak oleh ketidakadilan. Ia, seorang guru, pilar pendidikan, obor penerang bagi anak-anak yang dahaga akan ilmu, kini hanya seorang tersangka. Bukan karena korupsi, bukan karena mengkhianati negara, bukan pula karena kejahatan besar yang mengguncang dunia. Tidak. Ia hanya menegur. Satu kata sederhana yang seharusnya bersemayam dalam etika pendidikan. Sebuah teguran yang kini menghancurkan kehidupannya.

Tiga kali teguran. Tiga kali seruan penuh pengabdian. Tiga kali upaya membangun kedisiplinan. Namun, apa yang didapatnya? Hukuman. Bukan penghormatan atas dedikasi, bukan tepukan di pundak sebagai tanda terima kasih. Melainkan status tersangka yang kini mencoreng namanya, mengoyak harga dirinya, dan mengoyak hati nurani setiap insan yang masih percaya bahwa pendidikan adalah pilar masa depan.

Hari itu, 28 November 2023, adalah hari biasa di SD Islam Al Azhar 21 Pontianak. Muhammad Saelan hanya ingin menegakkan disiplin di kelas. Siswa-siswa gaduh, terlalu riang dalam dunia mereka yang tak terbebani oleh beban hidup. Tapi guru ini tahu, pendidikan butuh ketertiban. Maka ia menegur. Mengingatkan. Tapi ada satu siswi yang tidak tunduk. Ia menatap Muhammad Saelan dengan sorot mata perlawanan.

Apa yang salah? Apakah menegur anak adalah sebuah kejahatan? Jika ya, maka ribuan guru di negeri ini sebaiknya mulai menghitung hari menuju bui.

Lalu datanglah badai. Orang tua siswi itu seorang aparat kepolisian. Jabatan. Kekuatan. Kekuasaan. Tiga kata yang kerap membungkam kebenaran. Hanya butuh sedikit tekanan, sedikit ketukan di meja, dan voila! Sang guru berubah status. Dari pendidik menjadi pesakitan. Dari pembentuk karakter menjadi kriminal.

Tapi tunggu. Kejanggalan baru dimulai. Kasus ini muncul di tahun 2023, namun status tersangka baru disematkan pada Februari 2025. Apakah hukum di negeri ini memang bekerja seperti kura-kura yang berjalan santai, atau justru seperti ular berbisa yang baru menggigit saat waktunya tepat?

Baca Juga

cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Guru Jadi Tersangka Lagi, Yok Kita Bantu! - 1001353319_11zon | #Kriminalisasi Guru | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

Maret 14, 2026
Guru Jadi Tersangka Lagi, Yok Kita Bantu! - 88edc129 3595 4af2 ba1c 7d532215363b | #Kriminalisasi Guru | Potret Online

AI dan Embrio Liberalisme

Maret 8, 2026

Muhammad Saelan bukan manusia keras kepala. Ia tahu kesalahan, meski yang terjadi bukanlah kesalahan. Ia meminta maaf. Berkali-kali. Di sekolah, di depan orang tua murid, di hadapan lembaga perlindungan anak. Ia bahkan berinisiatif mendatangi rumah orang tua murid, merendahkan hati demi perdamaian. Apa yang terjadi? Mereka berpelukan. Tangan yang sama yang dulu mengayunkan kapur di papan tulis kini menjabat tangan yang penuh kuasa.

Saelan berpikir, “Mungkin ini akhirnya.” Mungkin badai telah reda. Mungkin ketidakadilan telah menemukan titik terang. Tapi, ternyata tidak. Pelukan itu palsu. Senyum itu tipu daya. Status tersangka tetap berlanjut.

Hukum, di negeri ini, terkadang seperti pedang tumpul di satu sisi dan setajam silet di sisi lainnya. Tajam ke bawah, tumpul ke atas. Bukti visum tidak menunjukkan kekerasan, tetapi kasus tetap berlanjut. Semua pihak pendidikan bersuara, tapi suara mereka seperti angin yang bertiup di tengah badai, lenyap tak berbekas.

Komunitas guru berseru, “Apakah ini yang pantas bagi seorang pendidik?”

Orang-orang yang masih peduli pada pendidikan bertanya, “Jika seorang guru tidak boleh menegur, lalu siapa yang akan mengajarkan disiplin?” Tapi suara mereka tak lebih dari bisikan di hadapan gemuruh kekuasaan.

Muhammad Saelan kini hanyalah seonggok nama dalam berita. Seorang pria yang dulu berdiri di depan kelas dengan penuh kebanggaan, kini harus berdiri di hadapan hukum dengan penuh kehinaan. Apakah ia akan mendapat keadilan? Ataukah ia hanya akan menjadi korban dari sistem yang tidak berpihak pada mereka yang tidak memiliki kuasa? Hanya waktu yang bisa menjawab. Atau mungkin, tidak akan pernah ada jawaban sama sekali.

Sementara itu, di sekolah-sekolah lain, para guru mulai waspada. Mereka kini tahu, di negeri ini, mendidik bisa berarti menggali kubur sendiri.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

ADVERTISEMENT

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 342x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 312x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare248Tweet155
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

Baca Juga

Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71
Artikel

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Next Post
Guru Jadi Tersangka Lagi, Yok Kita Bantu! - CFDCC9DE 10AF 480D 9946 43AEFE60A1F2 | #Kriminalisasi Guru | Potret Online

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com