• Latest

Sehari Menjadi Pemimpin 2024

November 18, 2024
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Sehari Menjadi Pemimpin 2024 - 1001348646_11zon | Aceh | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Sehari Menjadi Pemimpin 2024 - 1001353319_11zon | Aceh | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Sehari Menjadi Pemimpin 2024 - 1001361361_11zon | Aceh | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Sehari Menjadi Pemimpin 2024

Keberagaman Berkacamata GEDSI untuk Mendorong Perubahan Sosial di Kalangan Orang Muda

Redaksi by Redaksi
November 18, 2024
in Aceh, Banda Aceh, Kaderisasi, Potret Remaja
Reading Time: 3 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Banda Aceh, 18 November 2024 – Potretonline.com- Program Sehari Menjadi Pemimpin kembali digelar pada tahun 2024 dengan fokus utama pada keberagaman dan toleransi. Kegiatan yang pertama kali dicetuskan oleh Bayu Satria pada tahun 2021 melalui platform YouthID dan Aceh Youth Action ini, telah menjadi agenda tahunan yang telah terlaksana sebanyak empat kali. Pada tahun ini, tema yang diangkat adalah Keberagaman Berkacamata GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion), yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas orang muda dalam menyikapi isu-isu sosial dan keberagaman yang semakin relevan di masyarakat.

Sebanyak 120 orang muda berusia 16-28 tahun mengikuti seleksi ketat untuk masuk dalam 40 besar peserta yang menerima pembekalan intensif selama dua hari, pada 12-13 November 2024, bertempat di Aula Kantor Bappeda Aceh. Pembekalan tersebut meliputi berbagai materi penting, mulai dari nilai-nilai toleransi dan keberagaman, 12 Nilai Perdamaian, Perspektif Kesetaraan Gender, Disabilitas, Inklusi Sosial, hingga penguatan partisipasi orang muda dalam pembangunan berkeadilan dan berkelanjutan.

Pembekalan yang diberikan oleh para ahli dan Tokoh Orang Muda ini termasuk Bayu Satria (Founder YouthID), manager program kemitraan YouthID-Indika Foundation Youth Led Impact, Ketua Yayasan Keadilan dan Perdamaian Indonesia, serta lima fasilitator yang membahas 12 Nilai Perdamaian.

Baca Juga
  • Kepala Cabang Dinas Pendidikan Bireuen Apresiasi Majalah POTRET di Hari Jadi ke-22
  • Pendidikan Kesehatan Dalam Syair Aceh

Setelah menjalani pembekalan, 40 orang muda tersebut kemudian mengikuti seleksi tahap kedua pada 14-15 November 2024, yang menghasilkan lima orang muda terpilih sebagai peserta Sehari Menjadi Pemimpin 2024.

Kelima peserta terpilih tersebut adalah:

Baca Juga
  • Guru SMAN Mosa Lulus Pelatihan di Amerika, Kacabdindik Banda Aceh – Aceh Besar Berikan Apresiasi
  • Trauma Kolektif Tanpa Rekonstruksi: Aceh, Kepemimpinan Pasca-Kolonial, dan Paradoks Penderitaan dalam Negara Indonesia

• Armanda Butar-Butar (25 tahun) mewakili Orang Muda Protestan,

• Fildzah Aqmarani (20 tahun) mewakili Perempuan Muda,

Baca Juga
  • Aceh Lon Sayang: Cinta yang Luka atau Kebanggaan yang Terpendam?”
  • Ini Strategi Pemko dalam Mencapai KLA Penuh

• M. Ariel Zulya Ramadhan (19 tahun) mewakili Orang Muda Islam,

• M. Rikal Qamara (18 tahun) mewakili Orang Muda Tuli, dan

• Princess Sky Herlina (17 tahun) mewakili Remaja Buddha.

Kelima peserta ini dipilih berdasarkan representasi dari berbagai lapisan kerentanan serta komitmen mereka terhadap isu keberagaman.

Pada tanggal 16-17 November 2024, kelima peserta langsung melaksanakan kegiatan pertama mereka, yaitu bersilaturahmi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banda Aceh, guna menggali lebih dalam tentang keberagaman yang ada di kota Serambi Mekkah tersebut. Mereka juga berkesempatan mengunjungi beberapa tempat ibadah, seperti GPIB Jemaat Banda Aceh, Vihara Dharma Bhakti Banda Aceh, Kuil Palani Andawer, dan Yayasan Hakka Aceh. Dalam kunjungan tersebut, peserta mendengar langsung cerita dan pengalaman dari berbagai pemuka agama serta masyarakat terkait tantangan dalam memupuk keberagaman di Banda Aceh.

Selama kunjungan, peserta banyak memetakan masalah-masalah yang menghambat terciptanya keberagaman yang lebih inklusif. Pengalaman ini akan menjadi bahan refleksi dan catatan kritis bagi mereka untuk merancang proyek perubahan sosial yang akan mereka jalankan selama enam bulan ke depan.

T. Tiara Mahenda Iswada, Manager Program Sehari Menjadi Pemimpin, menyatakan bahwa kegiatan tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang lebih berfokus pada isu layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan keamanan. “Tahun ini YouthID ingin fokus pada isu keberagaman dan toleransi karena selama tiga tahun terakhir, isu ini sangat relevan dan sering dibahas oleh teman-teman muda. Kami ingin memberikan ruang bagi mereka untuk lebih memahami dan menyikapi perbedaan dengan cara yang positif,” ujar Mahendra.

Salah satu peserta, Princess Sky Herlina, mengungkapkan, “Program Sehari Menjadi Pemimpin sangat bermanfaat untuk mengenal segala perbedaan dan melatih cara untuk menyikapi perbedaan dengan sikap yang positif.”

Sementara itu, M. Rikal Qamara, yang mewakili Orang Muda Tuli, menyampaikan, “Mengunjungi lima tempat, termasuk tiga tempat ibadah dan dua lembaga, menjadi pengalaman luar biasa bagi saya. Ini memberi kesempatan untuk melihat lebih jauh keberagaman di Banda Aceh, dan saya berharap dapat menyusun langkah-langkah konkret untuk menyebarkan narasi damai ke masyarakat.”

Bayu Satria, pencetus program Sehari Menjadi Pemimpin dan Founder YouthID, menegaskan, “Program ini penting untuk meningkatkan kesadaran orang muda terhadap masalah sosial yang mengakar di sekitar mereka. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu mengasah keterampilan abad ke-21 para peserta dalam menyelesaikan masalah sosial yang kompleks, sekaligus memastikan keterlibatan mereka dalam menciptakan perubahan yang lebih besar dan berdampak langsung pada pemberdayaan Orang Muda di Aceh.”

Program Sehari Menjadi Pemimpin 2024 terlaksana berkat dukungan kerjasama antara Indika Foundation, PwC, Peace Generation Indonesia, dan Yayasan Keadilan dan Perdamaian Indonesia.

Tags: #Kepemimpinan
Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Sehari Menjadi Pemimpin 2024 - cbbcea0a 8817 4213 a5b3 07147bb673a3 | Aceh | Potret Online

Membongkar Lapisan Identitas: Interseksionalitas Gender, Kelas, dan Ras di Indonesia

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com