POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Bahasa Aceh Di Ambang Kepunahan

RedaksiOleh Redaksi
March 18, 2025
Bahasa Aceh Di Ambang Kepunahan

Juni Ahyar, S.Pd., M.Pd

🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Juni Ahyar, S.Pd., M.Pd

Bahasa Aceh, sebagai salah satu bahasa daerah yang memiliki sejarah panjang dan nilai budaya tinggi, saat ini menghadapi ancaman kepunahan. Beberapa indikator menunjukkan adanya penurunan penggunaan bahasa Aceh, terutama di kalangan generasi muda. Status bahasa Aceh yang berada di ambang kepunahan dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya karena tidak terjadinya Pembelajaran Bahasa kepada generasi berikutnya. 

Akademisi, Peneliti Bahasa, Sosial, dan Humaniora Universitas Malikussaleh Juni Ahyar mengatakan bahasa Aceh berada dalam status definitely endangered atau terancam punah secara pasti.

Kalau diukur skala tingkat keterancaman bahasa, dari 5 s.d. 0, maka bahasa Aceh berada pada level 3, berdasarkan data (Unesco) kata Juni di Lhokseumawe, Rabu (17/03/25).

Juni mengatakan hal tersebut terungkap dalam penelitiannya berjudul “Sikap dan Identiti Bahasa Aceh” pada 2025. Dia menjelaskan, status bahasa Aceh yang berada di ambang kepunahan dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya karena tidak terjadinya transmisi atau perpindahan bahasa Aceh ke generasi selanjutnya. 

Indikator Kepunahan Bahasa Aceh terlihat jelas dari beberapa tanda yang menunjukkan bahwa bahasa Aceh berada di ambang kepunahan antara lain:

Pertama, menurunnya jumlah penutur aktif. Maksudnya Generasi muda lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia dalam komunikasi sehari-hari. Sekarang ini hanya generasi pertama saja yang masih aktif berkomunikasi menggunakan bahasa Aceh, sedangkan generasi berikutnya sudah mulai berkurang dan menurun drastis dengan berbagai alasan.

Kedua, berubahnya pola transmisi bahasa  banyak orang tua tidak lagi mengajarkan bahasa Aceh kepada anak-anak mereka, sehingga hanya generasi pertama yang dominan menggunakan bahasa Aceh.

Ke tiga, dominasi bahasa Indonesia dalam pendidikan dan media sekolah-sekolah menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama, sementara konten media berbahasa Aceh masih sangat terbatas. Le empat, kurangnya dokumentasi dan pengembangan bahasa .Tidak banyak buku, kurikulum, atau media digital yang mempromosikan bahasa Aceh secara luas.

Juni menambahkan penyebab pergeseran dan ancaman kepunahan bahasa Aceh. 

Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan penurunan penggunaan bahasa Aceh. Pertama, globalisasi dan modernisasi.  Ini terlihat bahwa generasi muda lebih terpapar pada bahasa Indonesia dan bahasa asing melalui media sosial, film, dan Pendidikan. Kedua, urbanisasi. Banyak masyarakat Aceh yang pindah ke kota-kota besar dan lebih sering menggunakan bahasa Indonesia dalam interaksi social. Ke tiga, pandangan negatif terhadap bahasa Aceh. Anak muda dan beberapa orang menganggap bahasa Aceh kurang berguna dibandingkan bahasa Indonesia atau bahasa asing. Ke empat, kurangnya kebijakan pemerintahan. Tidak adanya kebijakan yang kuat dari pemerintah daerah untuk mewajibkan atau mendorong penggunaan bahasa Aceh dalam pendidikan dan administrasi.

Sebagai salah satu identitas masyarakat Aceh Juni mengatakan ada beberapa upaya pemertahanan bahasa Aceh untuk mencegah kepunahan bahasa Aceh. Beberapa langkah bisa dilakukan, seperti,

📚 Artikel Terkait

MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN PADA MASYARAKAT DI TENGAH PANDEMI

EMPAT SIFAT YANG HARUS DIMILIKI UMAT ISLAM

Saat Plastik Bertemu AI

Here the way to buy Acehnese hadicraft at POTRET Galery

Pertama, pengajaran bahasa Aceh di sekolah.  Menjadikan bahasa Aceh sebagai mata pelajaran muatan lokal agar generasi muda tetap mengenalnya.

Ke dua, peningkatan penggunaan bahasa Aceh dalam media. Memproduksi lebih banyak konten digital, film, lagu, dan buku dalam bahasa Aceh.

Ke tiga, revitalisasi budaya dan sastra Aceh . Menghidupkan kembali hikayat, pantun, dan sastra lisan dalam acara budaya.

Ke empat, dukungan pemerintah dan komunitas. Mendorong kebijakan yang mendukung pemertahanan bahasa Aceh, misalnya melalui kebijakan bilingual dalam pelayanan publik.

Kalau kita merujuk kepada sejarah atau asal usul, bahasa Aceh merupakan salah satu bahasa daerah di Indonesia yang digunakan oleh masyarakat suku Aceh, terutama di Provinsi Aceh. Bahasa ini memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan perkembangan budaya, perdagangan, dan interaksi dengan berbagai bangsa. 

Klasifikasi Bahasa Aceh. Bahasa Aceh termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia, lebih tepatnya dalam kelompok bahasa Melayu-Polinesia Barat. Bahasa ini memiliki kemiripan dengan bahasa-bahasa lain yang berada di sekitar Selat Malaka, seperti: Bahasa Cham (digunakan di Vietnam dan Kamboja), Bahasa Minangkabau, Bahasa Gayo (di Aceh Tengah) Bahasa Aceh juga memiliki banyak serapan dari bahasa Arab, Persia, Portugis, Belanda, dan tentu saja bahasa Melayu, yang dipengaruhi oleh sejarah panjang interaksi Aceh dengan dunia luar.

Pengaruh sejarah terhadap bahasa Aceh. Bahasa Aceh berkembang seiring dengan perjalanan sejarahnya yang kaya akan interaksi dengan bangsa lain:

Pertama, pengaruh India. Pada abad pertama hingga abad ke-7, Aceh memiliki hubungan erat dengan budaya India, terutama dalam bidang agama dan sastra. Beberapa kata dalam bahasa Aceh berasal dari bahasa Sanskerta.

Ke dua, pengaruh Arab dan Islam. Islam masuk ke Aceh pada abad ke-13, membawa pengaruh besar dalam bahasa, terutama dalam kosakata keagamaan. 

Banyak kata dalam bahasa Aceh berasal dari bahasa Arab, misalnya kitab (buku), ilmee (ilmu), dan doa.

Ke tiga, pengaruh Melayu sebagai pusat perdagangan di Selat Malaka.  Aceh memiliki hubungan erat dengan Kesultanan Melayu, sehingga banyak kata dalam bahasa Aceh yang mirip dengan bahasa Melayu.

Ke empat, pengaruh Eropa (Portugis dan Belanda). Pada masa kolonial, ada serapan kata dari bahasa Portugis dan Belanda, misalnya meja (Portugis: mesa), roda (Portugis: roda), dan sekolah (Belanda: school).

Perkembangan tulisan Bahasa Aceh. Bahasa Aceh awalnya ditulis menggunakan huruf Arab Jawi, terutama dalam kitab-kitab Islam dan sastra lama seperti hikayat Prang Sabi dan Hikayat Malem Dagang. Namun, seiring waktu, aksara ini mulai digantikan oleh huruf Latin, yang lebih umum digunakan saat ini, dan keunikan Bahasa Aceh emiliki sistem fonologi khas, misalnya bunyi /ë/ yang tidak ada dalam bahasa Indonesia. Kedua, terdapat sistem morfologi dan sintaksis yang berbeda, misalnya penggunaan awalan be- untuk menunjukkan kata kerja, seperti beumeuh (menangis), dan  ke tiga, banyak menggunakan kata serapan dari berbagai bahasa. Ini mencerminkan sejarah panjang interaksi Aceh dengan dunia luar.

Bahasa Aceh adalah bagian dari rumpun bahasa Austronesia yang berkembang melalui berbagai pengaruh budaya dan sejarah, mulai dari India, Arab, Melayu, hingga Eropa. Meskipun menghadapi tantangan akibat globalisasi, bahasa Aceh tetap menjadi identitas budaya masyarakat Aceh yang perlu dijaga dan dilestarikan.

Bahasa Aceh saat ini berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan, dengan penurunan jumlah penutur aktif dan dominasi bahasa Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan. Namun, dengan upaya yang terstruktur, seperti pendidikan, media, dan kebijakan pemerintah, bahasa Aceh masih dapat dipertahankan dan diwariskan kepada generasi berikutnya. 

Dari kekhawatiran di atas Juni berharap ada tindakan nyata dari pengambil kebijakan/pemerintah daerah. Gubernur  Aceh, Mualim menwajibkan pengunaan Bahasa Aceh dan pakaian Adat Aceh pada setiap hari Jumat kepada seluruh ASN, pegawai yang ada di Aceh untuk menjaga Bahasa dan budaya Aceh dari kepunahan.

 (Editor: Hamdani Mulya)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 58x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 53x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share8SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Tanpamu

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00