Dengarkan Artikel
Jika Aceh bisa maju, kaya, makmur, dan sejahtera dengan mengandalkan green & blue economymengapa harus memilih black economy yang berisiko merusak alam dan mengancam keberlanjutan hajat hidup lintas generasi anak cucu bansa Aceh ke depan?
Ketujuh, pembangunan Aceh berbasis zona tidak lagi kabupaten/kota.
Dengan sumberdaya anggaran yang sudah menyusut, baik di tingkat provinsi, maupun kabupaten/kota, maka target capaian pembangunan Aceh akan menjadi beban yang semakin berat untuk direalisasikan.
Dengan kondisi ini pendekatan distribusi program dan anggaran pembangunan berbasis wilayah kabupaten/kota sudah tak lagi tepat. Sebagai gantinya gunakan pendekatan berbasis zona/kawasan : Basajan, Pesisir Utara-Timur, Pesisir Barat-Selatan, dan Poros Tengah Dataran Tinggi Gayo-Alas. Kembangkan program strategis dan champion berbasis keunggulan daerah, jadikan sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi di di masing-masing zona kawasan tersebut.
📚 Artikel Terkait
Kedelapan, pembangunan Aceh dikelola dengan tiga “si” : terintegrasi, terkoneksi, dan terkomplementasi.
Pembangunan inklusif sebagaimana tersebut pada point pertama, dapat dilakukan dengan pendekatan kerja tiga “si”, yaitu terintegrasi (terpadu) terkoneksi (terhubung) dan terkomplementasi (saling memperkuat dan melengkapi), lintas sektoral dan lintas wilayah.
Semua program baik di tingkat provinsi maupun kabupeten dikembangkan dan dikelola dengan pendekatan ini agar tidak terpolarisasi dan bergerak sendiri- sendiri, namun berjalan seiring dalam satu frekuensi hingga mengkristal dan solid menjadi satu modalitas dan kekuatan besar menjadikan Aceh lebih baik.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





