Dengarkan Artikel
Kebetulan selama dua pagi, penulis ingin tahu tentang pengetahuan anak sendiri tentang pelajaran geografi. Penulis sangat tertarik mengukur pengetahuan anak tentang geografi dan sejarah. Penyebabnya ada banyak hal. Namun dalam tulisan ini tidak akan dibicarakan hal itu.
Yang jelas penulis ingin mengukur pengetahuan anak sendiri tentang satu hal satu hal dari begitu banyak hal mengenai geografi. Memulai dari hal yang paling dekat. Lalu, pertanyaannya diawali dengan sebuah pertanyaan mengenai tempat lahir dan domisili.
Ya, ketika penulis mengajukan pertanyaan, di mana kamu dilahirkan dan di mana kamu tinggal. Pertanyaan ini tentu sangat mudah dan tidak perlu mencari buku geografi, atau Google map. Ia bisa menjawab dengan nama kota kelahirannya dan juga nama desa di mana kami tinggal sekarang. Artinya dia tahu tempat atau kota kelahirannya dan juga nama desa tempat tinggalnya. Jadi, tidak perlu diingat lagi.
Namun selanjutnya, ketika pertanyaan dilanjutkan ke kawasan yang lebih luas. Nah, karena ia mengatakan bahwa ia lahir di Banda Aceh, pertanyaan lanjutan adalah di mana letak kota Banda Aceh tersebut. Kota Banda Aceh itu, ibu kota apa?
Dua pertanyaan itu, mulai tampak sebagai beban dalam pikirannya. Tampak wajahnya ragu -ragu menjawab. Namun, kedua pertanyaan itu, memperlihatkan ada kesulitan yang dihadapinya. Ia ragu -ragu menjawab dan akhirnya diam. Lalu, karena ia pun memberikan jawaban yang kurang pas terasa dan harus diluruskan. Maka, dilanjutkan dengan pertanyaan yang lebih luas. Ya, Aceh itu berada di pulau apa? Ada berapa kabupetan dan kota di Provinsi Aceh?
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





