Dengarkan Artikel
Namun, di luar kota-kota canggih itu, dunia bawah dipenuhi cerita tentang “Dukhan,” kabut misterius yang muncul tanpa pola dan menelan apa saja yang ada di hadapanya.
Orang-orang mengatakan Dukhan bukan sekadar asap; ia hidup, berpikir, dan menghukum. Namun pawang hujan mengatakan itu pertanda akan datangnya hujan, ia menyebutnya dengan upacara ketuk-ketuk mangkuk yang mengeluarkan asap adalah untuk menghentikan kedatangan hujan yang bisa diatasi dengan perlengkapan teknologi pawang hujan di republik Wakanda.
Suatu hari, sensor makan bergizi mendeteksi anomali di wilayah selatan. Sepertinya kabut tebal mulai mendekati Gotham City dengan kecepatan yang tidak wajar. Roro Dengkul mengarahkan perlengkapannya untuk mengaktifkan perisai energi dan menembakkan sinar plasma ke arah kabut itu. “Kita akan membuktikan bahwa teknologi selalu menang,” katanya penuh percaya diri.
Namun, ketika sinar plasma menghantam Dukhan, sesuatu yang aneh terjadi. Kabut itu tidak menghilang; malah ia menyerap energi itu dan tumbuh lebih besar, lebih gelap. Dalam hitungan menit, Dukhan menembus perisai energi seolah itu tak ada artinya. Lampu-lampu kota mulai berkedip, melaporkan kegagalan sistem dengan suara yang patah-patah: “Anomali… tidak terdeteksi… logika… gagal…”
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





