• Latest
Pelukan Terakhir Ibu dan Anak Sebelum Keduanya Meninggal

Pelukan Terakhir Ibu dan Anak Sebelum Keduanya Meninggal

Maret 12, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Pelukan Terakhir Ibu dan Anak Sebelum Keduanya Meninggal

Rosadi Jamaniby Rosadi Jamani
Maret 12, 2025
Reading Time: 3 mins read
Pelukan Terakhir Ibu dan Anak Sebelum Keduanya Meninggal
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Seorang follower sampai dua kali meminta saya menuliskan kisah ibu dan anak yang meninggal berpelukan. Kisah tragis ini terjadi saat Sukabumi dilanda banjir bandang belum lama ini. Berikut kisahnya dan siapkan tisu karena mengadung bawang.

Hujan turun tanpa henti. Dingin. Gelap. Petir menyambar-nyambar di langit Sukabumi. Malam yang seharusnya tenang berubah menjadi neraka. Sungai meluap. Air bah menerjang tanpa ampun.

Di rumah kontrakan kecil di sudut kampung, Santi memeluk putri kecilnya, Nurul. Tubuh mungil itu bergetar. Matanya yang polos menatap ibunya penuh tanya. “Bu, kita ke mana? Aku takut…”

Santi menelan ludah. Hatinya berdegup kencang. Di luar, suara orang-orang berteriak, meminta tolong. Beberapa rumah sudah hanyut. Jalanan berubah menjadi lautan lumpur. Arus deras membawa apa saja yang dilewatinya. Tak ada tempat untuk lari.

Tangannya menggenggam erat jemari Nurul. Kecil. Hangat. Ia harus melindungi anaknya. Harus. Apa pun yang terjadi. Tiba-tiba, dinding rumah mereka retak. Air mulai merembes masuk. Dalam hitungan detik, lantai berubah menjadi kolam. Santi menggendong Nurul. Mencari jalan keluar. Tapi terlambat. Dinding itu roboh. Air bah menghantam tubuh mereka.

Baca Juga

8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026

Gelap. Dingin. Tubuh Santi terbawa arus. Nurul menangis. Tangannya mencengkeram baju ibunya erat-erat. “Bu… jangan lepasin aku… Aku takut…”

“Ibu di sini, Nak… Ibu nggak akan pergi… Pegang ibu, ya… Pegang yang kuat…”

Air terus menghantam mereka. Napas Santi tersengal. Tubuhnya lelah. Tapi ia tak boleh melepaskan Nurul. Tak boleh. Kepalanya terbentur kayu besar. Nyeri menjalar ke seluruh tubuh. Matanya mulai buram. Napasnya kian berat.

Arus semakin liar. Menggulung mereka dalam pusaran yang tak berujung. Nafas Santi semakin tipis. Dada sesak. Tapi tangannya tetap memeluk Nurul. Seerat mungkin. Hingga detik terakhir.

Esok harinya, tim SAR menemukannya. Di bawah reruntuhan rumah. Berpelukan. Tak terpisahkan. Tubuh Santi kaku, tapi tangannya masih melingkari Nurul. Seolah ia ingin melindungi putrinya bahkan setelah nafas terakhir. Mata Nurul terpejam. Seolah tertidur dalam dekapan ibunya. Tak lagi takut. Tak lagi menangis.

Para petugas menunduk. Beberapa menangis. Pemandangan itu terlalu memilukan.

“Ibu ini pasti berjuang sampai akhir…”

Di pemakaman sederhana, dua liang lahat digali berdampingan. Hujan masih turun, membasahi tanah merah yang baru ditimbun. Orang-orang berkerumun, wajah mereka muram. Seorang wanita tua menangis terisak. “Santi… Kenapa kamu pergi secepat ini, Nak…” Ibunya, yang kini tak hanya kehilangan seorang anak, tapi juga seorang cucu yang masih begitu kecil.

Langit kelabu. Seakan turut berkabung. Angin berhembus pelan, membawa bisikan yang tak terdengar. Hanya kenangan yang tertinggal. Tentang seorang ibu yang berjuang hingga akhir. Tentang seorang anak yang pergi dalam pelukan penuh kasih.

ADVERTISEMENT

Di ujung sana, burung-burung beterbangan. Seakan membawa kepergian mereka ke tempat yang lebih damai. Tempat tanpa banjir. Tanpa ketakutan. Tanpa perpisahan. Hujan pun terus turun. Seolah langit pun menangisi kepergian mereka.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
BENGKEL OPINI RAKyat

BENGKEL OPINI RAKyat

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com