POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Pelukan Terakhir Ibu dan Anak Sebelum Keduanya Meninggal

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
March 12, 2025
Pelukan Terakhir Ibu dan Anak Sebelum Keduanya Meninggal
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Seorang follower sampai dua kali meminta saya menuliskan kisah ibu dan anak yang meninggal berpelukan. Kisah tragis ini terjadi saat Sukabumi dilanda banjir bandang belum lama ini. Berikut kisahnya dan siapkan tisu karena mengadung bawang.

Hujan turun tanpa henti. Dingin. Gelap. Petir menyambar-nyambar di langit Sukabumi. Malam yang seharusnya tenang berubah menjadi neraka. Sungai meluap. Air bah menerjang tanpa ampun.

Di rumah kontrakan kecil di sudut kampung, Santi memeluk putri kecilnya, Nurul. Tubuh mungil itu bergetar. Matanya yang polos menatap ibunya penuh tanya. “Bu, kita ke mana? Aku takut…”

Santi menelan ludah. Hatinya berdegup kencang. Di luar, suara orang-orang berteriak, meminta tolong. Beberapa rumah sudah hanyut. Jalanan berubah menjadi lautan lumpur. Arus deras membawa apa saja yang dilewatinya. Tak ada tempat untuk lari.

Tangannya menggenggam erat jemari Nurul. Kecil. Hangat. Ia harus melindungi anaknya. Harus. Apa pun yang terjadi. Tiba-tiba, dinding rumah mereka retak. Air mulai merembes masuk. Dalam hitungan detik, lantai berubah menjadi kolam. Santi menggendong Nurul. Mencari jalan keluar. Tapi terlambat. Dinding itu roboh. Air bah menghantam tubuh mereka.

Gelap. Dingin. Tubuh Santi terbawa arus. Nurul menangis. Tangannya mencengkeram baju ibunya erat-erat. “Bu… jangan lepasin aku… Aku takut…”

“Ibu di sini, Nak… Ibu nggak akan pergi… Pegang ibu, ya… Pegang yang kuat…”

📚 Artikel Terkait

Kamu dan Hujan

Menulis sebagai Jalan Integritas: Ketekunan, Iman, dan Ketahanan Intelektual di Tengah Ketimpangan

Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita

Indonesia Perlukan Kedaulatan Pikiran di Tengah Gempuran Algoritma Global

Air terus menghantam mereka. Napas Santi tersengal. Tubuhnya lelah. Tapi ia tak boleh melepaskan Nurul. Tak boleh. Kepalanya terbentur kayu besar. Nyeri menjalar ke seluruh tubuh. Matanya mulai buram. Napasnya kian berat.

Arus semakin liar. Menggulung mereka dalam pusaran yang tak berujung. Nafas Santi semakin tipis. Dada sesak. Tapi tangannya tetap memeluk Nurul. Seerat mungkin. Hingga detik terakhir.

Esok harinya, tim SAR menemukannya. Di bawah reruntuhan rumah. Berpelukan. Tak terpisahkan. Tubuh Santi kaku, tapi tangannya masih melingkari Nurul. Seolah ia ingin melindungi putrinya bahkan setelah nafas terakhir. Mata Nurul terpejam. Seolah tertidur dalam dekapan ibunya. Tak lagi takut. Tak lagi menangis.

Para petugas menunduk. Beberapa menangis. Pemandangan itu terlalu memilukan.

“Ibu ini pasti berjuang sampai akhir…”

Di pemakaman sederhana, dua liang lahat digali berdampingan. Hujan masih turun, membasahi tanah merah yang baru ditimbun. Orang-orang berkerumun, wajah mereka muram. Seorang wanita tua menangis terisak. “Santi… Kenapa kamu pergi secepat ini, Nak…” Ibunya, yang kini tak hanya kehilangan seorang anak, tapi juga seorang cucu yang masih begitu kecil.

Langit kelabu. Seakan turut berkabung. Angin berhembus pelan, membawa bisikan yang tak terdengar. Hanya kenangan yang tertinggal. Tentang seorang ibu yang berjuang hingga akhir. Tentang seorang anak yang pergi dalam pelukan penuh kasih.

Di ujung sana, burung-burung beterbangan. Seakan membawa kepergian mereka ke tempat yang lebih damai. Tempat tanpa banjir. Tanpa ketakutan. Tanpa perpisahan. Hujan pun terus turun. Seolah langit pun menangisi kepergian mereka.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
BENGKEL OPINI RAKyat

BENGKEL OPINI RAKyat

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00