• Latest

Buku Harian Yang Hilang

Maret 11, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Buku Harian Yang Hilang

Reza Fahleviby Reza Fahlevi
Maret 11, 2025
Reading Time: 3 mins read
Tags: #Puisi#sastra

Ilustrasi oleh Microsoft

588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Lihatlah di wajahnya
Tatap sebaik mungkin
Tatap sampai kau menyadari satu hal
Satu hal tentang…
Hilangnya cahaya dari wajahnya

Meskipun ada senyuman
Meskipun ada tawa
Tapi sebenarnya
Bekas luka trauma
Masih terpampang secara tersirat di setiap ukiran wajahnya
Yang mencoba menjadi baik-baik saja

Berbagai lika-liku dilalui
Banyak rintangan yang membuatnya merasa…
Merasa seolah-olah hidup ini terlalu berat
Merasa bagaikan hidup ini sedikit pun tak adil

Namun
Dia tidak bercerita
Bukan karena terlalu suka memendamnya
Bukan karena dia terlalu percaya diri bahwa ia sanggup menghadapinya
Tapi karena sebagian orang menganggap sepele terhadap apa yang sedang ia alami

Dia tidak bercerita
Karena mereka sama sekali tidak peduli
Dan dia mulai berhenti bercerita
Karena merasa tak ada seorang pun yang ‘kan mendengar
Tentang semua jebakan di dalam kehidupannya

Berjalan terseok-seok
Bahkan sampai merangkak
Dia berjuang untuk hidup
Di balik luka batin
Semakin menusuk hatinya
Semakin terpuruk jiwanya
Dia berharap ketidakpastian
Dia berharap dengan segala kehampaan

Hingga sampai dirinya beranjak dewasa
Ia tahu bahwa ada sesuatu yang hilang
Sesuatu yang lenyap
Sesuatu yang takkan pernah bisa ia dapatkan kembali
Itulah kebahagiaan

Maka
Segala cerita tawa di masa lalu
Segala senyumannya di waktu itu
Semuanya takkan datang untuk memberi secuil hiburan
Dia hanya memaksa diri bahagia
Dengan memalsukan semua kepedihan

Karna
Di balik dirinya yang tertawa itu
Ada suara jeritan yang tak terdengar
Kau takkan mendengarnya
Kecuali jika menyimak bahasa tersirat dari wajahnya

Sebab
Di balik keceriannya hari ini
Ada bekas luka batin
Kau takkan bisa menyadarinya
Kecuali jika kau membaca gelagatnya saat sedang sendirian

Dia yang merasa kesepian di tengah keramaian
Dia yang terus mencoba baik-baik saja di tengah bekas luka dan rasa trauma
Kau mungkin takkan mengerti bagaimana perasaannya
Yang terus berjuang melawan rasa sakit
Tak kunjung pulih
Tak kunjung hilang

Dari kecil hanya sebatang kara
Sebab kedua orang tua yang terlalu egois memikirkan urusan pribadi
Dia tidak terurus dan diabaikan
Dia tidak terarah dan tersesat

Kemudian, lingkungan mengubah segala persepsi
Dia mendapat sesuatu yang belum pernah ia dapatkan
Ejekan, pukulan, pelecehan dan bahkan sampai ancaman pembunuhan
Semua itu membuatnya mati dari dalam
Jiwanya bagaikan debu yang terbang melayang tak bertujuan

Lantas
Apa lagi yang tertinggal?
Bahkan Kisah-kisahnya di dalam buku harian hanya berupa cerita yang sudah kusam
Auranya sebagai seorang manusia kini hanya berupa angan-angan yang tak pernah bersambut

Sampai pada akhirnya
Dia mulai berpuisi
Melampiaskan semua keresahan
Menulis sajak-sajak luka nan kepiluan
Lalu, semua orang terkesima karna kehebatannya dalam meracik kata-kata
Tanpa mereka ketahui bahwa
Bahwa dia hanyalah seorang yang sudah tidak berjiwa
Rapuh dan berada di ambang kematian

Puisi membawanya menjadi sosok terkenal
Banyak dari mereka yang bernasib sama sepertinya berhasil pulih
Pulih dari mimpi buruk
Pulih dari luka batin
Pulih juga dari niat bunuh diri
Tapi… bagaimana dengan dirinya sendiri?
Dia… tak kunjung sembuh
Sama sekali tidak

Karna
Semakin dia berpuisi
Semakin membawanya merasa pengalaman yang menyedihkan di masa lalu
Tapi
Jika pun tidak ia lampiaskan
Itu juga sama saja
Dia tetap terjebak di dalam lingkaran yang telah membunuh jiwanya

Pada akhirnya
Bersama harapan yang terus lenyap
Bersama cahaya batin yang padam
Dia… sudah semakin tidak tertahankan
Dan… pada esok harinya
Sepucuk berita menggema
“Sang Penyair Menyerah Pada Dunia”

Baca Juga

a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
​TEOLOGI LIMBAH

​TEOLOGI LIMBAH

Maret 19, 2026
Pada Secangkir Cinta

Pada Secangkir Cinta

Maret 9, 2026

Dia menutup mata dengan keterpaksaan
Dia mengembuskan napas terakhir meski tak ingin
Dia meninggalkan sejuta mimpi yang takkan pernah bisa terwujud secara nyata
Dan… dia juga meninggalkan kebahagiaan di depan sana yang sebenarnya sudah menyapanya
Saat ia masih tak tahu caranya bangkit

***

“Maka, sebelum semuanya terlambat… sebelum semuanya membuatmu lebih mati dari dalam… coba bertahanlah sedikit saja. Karna… memang dunia terasa tak adil bagi sebagian orang. Tapi, bukan berarti keberadaanmu hanya tentang kesia-siaan. Bertahanlah sedikit saja sebab mengakhiri kehidupan secara terpaksa tidak pernah menyelesaikan semua rasa sakit di masa lalu.”

Hiduplah meski jiwamu telah mati
Tapi bagiku, kau tidak mati
Hanya cahayamu saja yang redup

Dan, jika kau ingin kembali seperti sedia kala
Memang terasa sangat mustahil
Namun, bukan berarti kehidupanmu akan tetap sama

Mereka yang dulu tak pernah ada saat kau terpuruk dan terluka
Sebenarnya sudah digantikan dengan mereka yang selama ini selalu bersamamu
Sosok-sosok itulah yang menerima segala bentuk kekuranganmu
Tanpa pernah mengusik masa lalumu

Lihatlah lebih dalam
Karna kesendirian yang dulu menjadi mimpi burukmu
Sudah berakhir
Kau… memiliki sosok yang sangat peduli
Dan untuk menyadarinya
Jangan hanya sekedar melihatnya dari mata
Tapi rasakan juga dari hatimu

ADVERTISEMENT

Kau… ada untuk menghadapi segala luka
Karna… kau adalah seseorang yang sudah dipilih

Maka, bertahanlah
Walau hanya sedikit
Kau tak boleh mati sia-sia

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
SANG TOKOH

SANG TOKOH

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com