POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Buku Harian Yang Hilang

Reza FahleviOleh Reza Fahlevi
March 11, 2025
Tags: #Puisi#sastra

Ilustrasi oleh Microsoft

🔊

Dengarkan Artikel

Lihatlah di wajahnya
Tatap sebaik mungkin
Tatap sampai kau menyadari satu hal
Satu hal tentang…
Hilangnya cahaya dari wajahnya

Meskipun ada senyuman
Meskipun ada tawa
Tapi sebenarnya
Bekas luka trauma
Masih terpampang secara tersirat di setiap ukiran wajahnya
Yang mencoba menjadi baik-baik saja

Berbagai lika-liku dilalui
Banyak rintangan yang membuatnya merasa…
Merasa seolah-olah hidup ini terlalu berat
Merasa bagaikan hidup ini sedikit pun tak adil

Namun
Dia tidak bercerita
Bukan karena terlalu suka memendamnya
Bukan karena dia terlalu percaya diri bahwa ia sanggup menghadapinya
Tapi karena sebagian orang menganggap sepele terhadap apa yang sedang ia alami

Dia tidak bercerita
Karena mereka sama sekali tidak peduli
Dan dia mulai berhenti bercerita
Karena merasa tak ada seorang pun yang ‘kan mendengar
Tentang semua jebakan di dalam kehidupannya

Berjalan terseok-seok
Bahkan sampai merangkak
Dia berjuang untuk hidup
Di balik luka batin
Semakin menusuk hatinya
Semakin terpuruk jiwanya
Dia berharap ketidakpastian
Dia berharap dengan segala kehampaan

Hingga sampai dirinya beranjak dewasa
Ia tahu bahwa ada sesuatu yang hilang
Sesuatu yang lenyap
Sesuatu yang takkan pernah bisa ia dapatkan kembali
Itulah kebahagiaan

Maka
Segala cerita tawa di masa lalu
Segala senyumannya di waktu itu
Semuanya takkan datang untuk memberi secuil hiburan
Dia hanya memaksa diri bahagia
Dengan memalsukan semua kepedihan

Karna
Di balik dirinya yang tertawa itu
Ada suara jeritan yang tak terdengar
Kau takkan mendengarnya
Kecuali jika menyimak bahasa tersirat dari wajahnya

Sebab
Di balik keceriannya hari ini
Ada bekas luka batin
Kau takkan bisa menyadarinya
Kecuali jika kau membaca gelagatnya saat sedang sendirian

Dia yang merasa kesepian di tengah keramaian
Dia yang terus mencoba baik-baik saja di tengah bekas luka dan rasa trauma
Kau mungkin takkan mengerti bagaimana perasaannya
Yang terus berjuang melawan rasa sakit
Tak kunjung pulih
Tak kunjung hilang

Dari kecil hanya sebatang kara
Sebab kedua orang tua yang terlalu egois memikirkan urusan pribadi
Dia tidak terurus dan diabaikan
Dia tidak terarah dan tersesat

📚 Artikel Terkait

Tema Lomba Menulis Edisi Mei

BrainScience Academy Malaysia dan UMMAH Dirikan Laboratorium Terapi Berteknologi Tinggi untuk Disabilitas

PERAN KELUARGA DALAM PENGEMBANGAN ANAK BERBAKAT

Gen Z: Jangan Memandang Generasiku Buruk

Kemudian, lingkungan mengubah segala persepsi
Dia mendapat sesuatu yang belum pernah ia dapatkan
Ejekan, pukulan, pelecehan dan bahkan sampai ancaman pembunuhan
Semua itu membuatnya mati dari dalam
Jiwanya bagaikan debu yang terbang melayang tak bertujuan

Lantas
Apa lagi yang tertinggal?
Bahkan Kisah-kisahnya di dalam buku harian hanya berupa cerita yang sudah kusam
Auranya sebagai seorang manusia kini hanya berupa angan-angan yang tak pernah bersambut

Sampai pada akhirnya
Dia mulai berpuisi
Melampiaskan semua keresahan
Menulis sajak-sajak luka nan kepiluan
Lalu, semua orang terkesima karna kehebatannya dalam meracik kata-kata
Tanpa mereka ketahui bahwa
Bahwa dia hanyalah seorang yang sudah tidak berjiwa
Rapuh dan berada di ambang kematian

Puisi membawanya menjadi sosok terkenal
Banyak dari mereka yang bernasib sama sepertinya berhasil pulih
Pulih dari mimpi buruk
Pulih dari luka batin
Pulih juga dari niat bunuh diri
Tapi… bagaimana dengan dirinya sendiri?
Dia… tak kunjung sembuh
Sama sekali tidak

Karna
Semakin dia berpuisi
Semakin membawanya merasa pengalaman yang menyedihkan di masa lalu
Tapi
Jika pun tidak ia lampiaskan
Itu juga sama saja
Dia tetap terjebak di dalam lingkaran yang telah membunuh jiwanya

Pada akhirnya
Bersama harapan yang terus lenyap
Bersama cahaya batin yang padam
Dia… sudah semakin tidak tertahankan
Dan… pada esok harinya
Sepucuk berita menggema
“Sang Penyair Menyerah Pada Dunia”

Dia menutup mata dengan keterpaksaan
Dia mengembuskan napas terakhir meski tak ingin
Dia meninggalkan sejuta mimpi yang takkan pernah bisa terwujud secara nyata
Dan… dia juga meninggalkan kebahagiaan di depan sana yang sebenarnya sudah menyapanya
Saat ia masih tak tahu caranya bangkit

***

“Maka, sebelum semuanya terlambat… sebelum semuanya membuatmu lebih mati dari dalam… coba bertahanlah sedikit saja. Karna… memang dunia terasa tak adil bagi sebagian orang. Tapi, bukan berarti keberadaanmu hanya tentang kesia-siaan. Bertahanlah sedikit saja sebab mengakhiri kehidupan secara terpaksa tidak pernah menyelesaikan semua rasa sakit di masa lalu.”

Hiduplah meski jiwamu telah mati
Tapi bagiku, kau tidak mati
Hanya cahayamu saja yang redup

Dan, jika kau ingin kembali seperti sedia kala
Memang terasa sangat mustahil
Namun, bukan berarti kehidupanmu akan tetap sama

Mereka yang dulu tak pernah ada saat kau terpuruk dan terluka
Sebenarnya sudah digantikan dengan mereka yang selama ini selalu bersamamu
Sosok-sosok itulah yang menerima segala bentuk kekuranganmu
Tanpa pernah mengusik masa lalumu

Lihatlah lebih dalam
Karna kesendirian yang dulu menjadi mimpi burukmu
Sudah berakhir
Kau… memiliki sosok yang sangat peduli
Dan untuk menyadarinya
Jangan hanya sekedar melihatnya dari mata
Tapi rasakan juga dari hatimu

Kau… ada untuk menghadapi segala luka
Karna… kau adalah seseorang yang sudah dipilih

Maka, bertahanlah
Walau hanya sedikit
Kau tak boleh mati sia-sia

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 57x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 52x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Tags: #Puisi#sastra
Reza Fahlevi

Reza Fahlevi

Lahir di Banda Aceh pada Tanggal 9 september 1996, Reza Fahlevi sudah mulai menyukai dunia kepenulisan sejak masih duduk di bangku SMP. Tulisannya berupa cerita-cerita pendek terdapat di berbagai platform seperti KBM, Fizzo, Blogspot dan sekarang aktif menulis di Medium. Beberapa tulisan Reza dalam bentuk puisi pernah diterbitkan oleh Warta USK. Ia juga pernah memenangkan lomba menulis novel yang diadakan oleh penerbit USK Press serta juga menjadi salah satu penulis dalam dua buku antologi yang berjudul Jembatan Kenangan (Jilid II) dan Kebun Bunga Itu Telah Kering. Selain menulis, Reza turut serta menjadi salah satu tenaga pendidik di sekolah MIN 20 Aceh Besar.

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
SANG TOKOH

SANG TOKOH

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00