Dengarkan Artikel
Bang Zakaria, sebelum saya duduk di sini telah ada kiranya empat kali nomor tak dikenal menghubungi saya dengan nada ancaman.”
Aku terkejut atas pengakuannya itu. Gugat tak pernah bilang soal ini. Mulai pikirannku ikut menganalisis dengan masuk sebagai dia. Kutemukan simpulan cepat, mungkinkan dia tak mau libatkanku terlalu jauh dan memikulnya sendiri? Akh!
Mendadak aku cemas. Sungguh, bukan tentang aku mengingat aku juga tak terlalu campur dengan aksinya sekarang. Aku menghkawatirkan sahabatku itu.
“Sebuah buku dari seorang penyair angkatan reformasi meminta untuk melawan jika penindasan terjadi tanpa perlindungan. Meskipun kelak saya akan jatuh bahkan hangus, bekas perlawanan saya akan jadi bara.”
Sorak-sorai membahana dalam ruangan. Moderator selajutnya memberikan kesempatan kepada salah satu pemuda yang kuanggap limbah timbal di lautan itu. Kuamati dengan saksama penyampaiannya yang jelas terungkap tentang dukungan bahkan pujian atas pembangunan pagar laut.
Menurutnya jikapun benar para korporasi itu ingin menciptakan perumahan megah dengan cara reklamasi, pada akhirnya akan membentuk lowongan kerja dan peluang usaha dalam bidang perdagangan. Nelayan tak perlu repot lagi ke tengkulak ikan atau setor ke kota untuk berdagang.
📚 Artikel Terkait
Perekonomian meningkat dan tentu bermuara pada kesejahteraan warga pesisir. Embel-embel membuka mata dan telinga dengan persaingan pasar dan zaman dia gunakan untuk alasan. Lebih menjengkelkan kembali bahwa ia sematkan dirinya yang tau tentang kehidupan nelayan meski hanya dari teori. Kutatap Gugat tersenyum. Kuyakin dia akan menyanggah karangan kosong dari penjilat tersebut.
Selama perkembangan diskusi, kusimpulkan baik swadaya atau lembaga banyak yang mendukung kami. Sementara itu kalangan pro mendapatkan kecaman dan tersudut. Terlebih lagi serangan mimik wajah dan sorakan bernada ketidaksetujuan kerap terlontar kepada mereka dari audiens yang mengenakan almameter ragam rupa. Satu hal yang kami harapkan, semoga kemenangan ini akan terdengar Pemimpin Negeri Sine Qua Non dan segera ditindaklanjuti.
***
Selama lebih dari tiga bulan Gugat mengisi acara-acara televisi. Ancaman kini datang sebagai percobaan. Dari diserang kelompok tak dikenal hingga pernah hampir mobil yang kami tumpangi untuk berangkat ke sebuah acara tv mengalami kecelakaan tak wajar. Hatiku sengkarut tak menentu, tapi bukan dengan perasaannya. Gugat dengan semangat juang terus mengobarkan kebenaran ke permukaan. Hingga sebuah keputusan Pemimpin Negeri yang tersiar di berita membuat kami semua menyorak. Tak lain tak bukan isi dari mandat tersebut ialah perintah pembongkaran pagar laut!
Tak lama setelah mandat itu terbit beberapa pleton pihak keamanan laut segera bertindak cepat. Aku dan Gugat yang menyaksikan hal tersebut benar-benar merasakan sebuah kemerdekaan dari apa yang kami perjuangkan.
Belakangan kuamati Gugat sekarang menjadi ikon tentang pembebasan tirani. Aku senang dengan hal itu. Nama dan fotonya menghiasi semua media cetak dan digital. Siapa yang tidak tahu dengan sahabatku itu. Sekolahnya mungkin sebatas tamat SD tapi literasinya sekelas filsuf.
Walaupun namanya menggaung dan tuai pujian di mana-mana, Gugat tak jumawa. Gugat tetap Gugat. Sebagai rakyat dia hanya riak dalam melempar jala ikan. Namun Gugat akan menjelma sebagai guruh gelombang bilamana limbah mencemari lautnya.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





