POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Gelombang yang Menjadi Buih di Tepian

Heri HalilingOleh Heri Haliling
March 9, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Bang Zakaria, sebelum saya duduk di sini telah ada kiranya empat kali nomor tak dikenal menghubungi saya dengan nada ancaman.”

Aku  terkejut atas pengakuannya itu. Gugat tak pernah bilang soal ini. Mulai pikirannku ikut menganalisis  dengan masuk sebagai dia. Kutemukan simpulan cepat, mungkinkan dia tak mau libatkanku terlalu jauh dan memikulnya sendiri? Akh! 

Mendadak aku cemas. Sungguh, bukan tentang aku mengingat aku juga tak terlalu campur dengan aksinya sekarang. Aku menghkawatirkan sahabatku itu.

“Sebuah buku dari seorang penyair angkatan reformasi meminta untuk melawan jika penindasan terjadi tanpa perlindungan. Meskipun kelak saya akan jatuh bahkan hangus, bekas perlawanan saya akan jadi bara.”

Sorak-sorai membahana dalam ruangan. Moderator selajutnya memberikan kesempatan kepada salah satu pemuda yang kuanggap limbah timbal di lautan itu. Kuamati dengan saksama penyampaiannya yang jelas terungkap tentang dukungan bahkan pujian atas pembangunan pagar laut. 

Menurutnya jikapun benar para korporasi itu ingin menciptakan perumahan megah dengan cara reklamasi, pada akhirnya akan membentuk lowongan kerja dan peluang usaha dalam bidang perdagangan. Nelayan tak perlu repot lagi ke tengkulak ikan atau setor ke kota untuk berdagang. 

📚 Artikel Terkait

Penyair Muda dari Pulo Nasi

Perjalanan untuk Mengenyam Pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri.

Jilbab Putih: Menyulam Cermin Diri dalam Benang Cahaya

Ziarah Asam Pedas Menuju Kebahagiaan Hakiki

Perekonomian meningkat dan tentu bermuara pada kesejahteraan warga pesisir. Embel-embel membuka mata dan telinga dengan persaingan pasar dan zaman dia gunakan untuk alasan. Lebih menjengkelkan kembali bahwa ia sematkan dirinya yang tau tentang kehidupan nelayan meski hanya dari teori. Kutatap Gugat tersenyum. Kuyakin dia akan menyanggah karangan kosong dari penjilat tersebut.

Selama perkembangan diskusi, kusimpulkan baik swadaya atau lembaga banyak yang mendukung kami. Sementara itu kalangan pro mendapatkan kecaman dan tersudut. Terlebih lagi serangan mimik wajah dan sorakan bernada ketidaksetujuan kerap terlontar kepada mereka dari audiens yang mengenakan almameter ragam rupa. Satu hal yang kami harapkan, semoga kemenangan ini akan terdengar Pemimpin Negeri Sine Qua Non dan segera ditindaklanjuti.

***

Selama lebih dari tiga bulan Gugat mengisi acara-acara televisi. Ancaman kini datang sebagai percobaan. Dari diserang kelompok tak dikenal hingga pernah hampir mobil yang kami tumpangi untuk berangkat ke sebuah acara tv mengalami kecelakaan tak wajar. Hatiku sengkarut tak menentu, tapi bukan dengan perasaannya. Gugat dengan semangat juang terus mengobarkan kebenaran ke permukaan. Hingga sebuah keputusan Pemimpin Negeri yang tersiar di berita membuat kami semua menyorak. Tak lain tak bukan isi dari mandat tersebut ialah perintah pembongkaran pagar laut!

Tak lama setelah mandat itu terbit beberapa pleton pihak keamanan laut segera bertindak cepat. Aku dan Gugat yang menyaksikan hal tersebut benar-benar merasakan sebuah kemerdekaan dari apa yang kami perjuangkan. 

Belakangan kuamati Gugat sekarang menjadi ikon tentang pembebasan tirani. Aku senang dengan hal itu. Nama dan fotonya menghiasi semua media cetak dan digital. Siapa yang tidak tahu dengan sahabatku itu. Sekolahnya mungkin sebatas tamat SD tapi literasinya sekelas filsuf. 

Walaupun namanya menggaung dan tuai pujian di mana-mana, Gugat tak jumawa. Gugat tetap Gugat. Sebagai rakyat dia hanya riak dalam melempar jala ikan. Namun Gugat akan menjelma sebagai guruh gelombang bilamana limbah mencemari lautnya.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 141x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 128x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 92x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Heri Haliling

Heri Haliling

Heri Haliling merupakan nama pena dari Heri Surahman. Beliau pengajar di SMAN 2 Jorong. Heri Haliling selain mengajar juga aktif menulis baik cerpen atau novel dalam aplikasi GWP atau Kwikku. Beberapa karyanya yang telah terbit antara lain: 1. Novlet Rumah Remah Remang, 2024 (J-Maestro). 2. Novel Perempuan Penjemput Subuh, menjadi juara 2 Sayembara Menulis Novel Guru dan Dosen Tahun 2024 (PT Aksara Pustaka Media). 3. Beberapa cerpennya telah termuat dalam media cetak dan digital seperti Balipolitika, Radar Utara, Radar NTT, Negeri Kertas.com, Kaltim Post, Kompasiana, dan Republika

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
165
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Di Tepi Ramadan

Di Tepi Ramadan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00