POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Aceh Utara

Cut Nyak Meutia Permata Kesayangan Aceh

Redaksi by Redaksi
September 20, 2023
in Aceh Utara, Pahlawan Aceh, Perempuan Aceh
0
Cut Nyak Meutia Permata Kesayangan Aceh - 0477c705 f775 464c bf99 5f073ed0bf6b | Aceh Utara | Potret Online

 

Oleh Hamdani Mulya
Guru SMAN 1 Lhokseumawe dan Pengamat Sejarah Aceh

Aceh merupakan sebuah area yang tidak pernah sepi dari perbincangan para sejarawan. Aceh daerah yang terkenal dengan julukan Serambi Mekkah, karena kentalnya syariat Islam. Denyut syiar Islam mengalir deras dalam kehidupan masyarakat Aceh yang memengaruhi segala sisi kehidupan. Sehingga syariat Islam itu telah mengalir dan mengendap dalam darah serta nafas orang Aceh. Aceh juga menarik perhatian penulis karena memiliki banyak pahlawan gagah berani bertempur di medan laga, membela agama dan bangsa. Aceh dapat disebut sebagai “museum yang banyak mengoleksi pahlawan dan ulama.” Di antara sekian banyak pahlawan nasional kelahiran Aceh adalah Cut Nyak Meutia.

2d062166-bba3-4188-9a5d-f24020a5c375
Baca Juga
Artikel
Menakar Progres Gerakan Perempuan Indonesia: Dari Kongres 1928 hingga Era Reformasi
03 Apr 2026

Sejarah singkat Cut Nyak Meutia dipaparkan dalam buku peringatan hari ulang tahun (haul) Cut Nyak Meutia ke-107, berjudul Haul 107 Tahun Pahlawan Nasional Cut Nyak Meutia. Dalam buku ini mengisahkan kegigihan pahlawan wanita Aceh yang menginspirasi banyak orang. Ia disukai dan dikagumi oleh teman dan musuhnya.

Cut Nyak Meutia merupakan pejuang tangguh, pahlawan nasional asal Aceh. Cut Nyak Meutia lahir hampir satu setengah abad yang lalu. Cut Nyak Meutia lahir di Pirak, Aceh Utara tahun 1870 dan gugur pada 24 Oktober 1910 di Alue Kurieng, Aceh Utara.

Cut Nyak Meutia Permata Kesayangan Aceh - a1a0c261 096e 42e2 85e1 ef96d2cffc39 | Aceh Utara | Potret Online
Baca Juga
Kebencanaan
Siapa Buat Laporan ke Prabowo, Pengungsi Tak Ada Lagi di Tenda?
22 Mar 2026

Pada tanggal 22 Oktober 2017 yang lalu, haul ke-107 tahun diperingati dengan doa bersama dan silaturrahmi bersama keluarga besar ahli waris Cut Nyak Meutia dan Teungku Chik Ditunong.

Di hari yang cerah itu mentari bersinar garang. Rumah adat Aceh jadi saksi bisu ribuan masyarakat memadati areal acara hari ulang tahun Cut Nyak Meutia yang syahid dalam pertempuran melawan penjajah Belanda. Di rumah itulah Cut Meutia kecil lahir dan tumbuh sebagai seorang pahlawan yang berparas anggun.

Cut Nyak Meutia Permata Kesayangan Aceh - IMG_4730 | Aceh Utara | Potret Online
Baca Juga
#Budaya Merantau
Tradisi Merantau Laki-Laki di Pidie
16 Mei 2025

Cut Nyak Meutia lahir di Pirak, Kec. Pirak Timu, Aceh Utara. Ia adalah putri Uleebalang Pirak, Teuku Ben Daud, seorang tokoh terkemuka yang menentang upaya Belanda menguasai Aceh. Semangat juang yang membara dari ayahnya Teuku Ben Daud diwariskan kepada Cut Nyak Meutia. Sehingga ia menjadi seorang pahlawan yang tak pernah mengenal kata menyerah. Cut Nyak Meutia rela mengorbankan jiwa dan raganya demi membela agama Islam, nusa, dan bangsa.

Semangat patriotisme yang mengalir dari darah ayahnya mengendap dalam jiwa dan darah Cut Nyak Meutia membangkitkan spirit juang rakyat Aceh dalam menyergap dan menggempur pos-pos patroli Belanda. Perempuan itu, pahlawan kita. Sudahkan kita berkorban sebanyak Cut Nyak Meutia?

Dalam buku Haul 107 Pahlawan Nasional Cut Nyak Meutia dipaparkan bahwa di mata teman sejawat maupun musuhnya, nama Cut Nyak Meutia amat harum. Jiwanya yang mencintai kemerdekaan dan anti penjajahan menandai lekuk liku kehidupannya yang singkat.

Cut Nyak Meutia juga dikagumi oleh penulis Belanda, seperti yang terungkap dalam kalimat berikut:
“Wanita Aceh gagah dan berani merupakan perwujudan lahiriah yang tak kenal kata menyerah yang setinggi-tingginya dan apabila mereka ikut bertempur, maka akan dilakukan dengan energi dan semangat berani mati yang kebanyakan lebih dari kaum laki-laki bahkan tidak ada bangsa yang berani dari kaum wanita dimanapun tidak ada satu romanpun yang mampu menggambarkan pengorbanan dan keberanian perempuan Aceh.” (H.Z. Zentgraaf, Penulis Belanda).

Begitulah hebatnya pahlawan Aceh yang dilukiskan dengan tinta emas oleh penulis Belanda sebagai rasa kagum terhadap pahlawan Aceh seperti sosok Cut Nyak Meutia. Kutipan kalimat tersebut tertulis di sampul buku Haul ke-107 Pahlawan Nasional Cut Nyak Meutia yang disusun dan disunting oleh Cut Dara Meutia Uning dan Marilyn Larahati. Buku kecil ini diluncurkan pada acara tersebut dan penulis mendapat satu buah hadiah buku.

Sebagai generasi muda sudah seharusnya patut meneladani sang pahlawan Cut Nyak Meutia yang telah berkorban membela bangsa dan tanah air. Kemerdekaan yang dinikmati oleh generasi muda saat ini adalah jerih hasil perjuangan para pahlawan kita. Sebagai langkah yang harus ditempuh untuk menghargai jasa pahlawan di era kemerdekaan sekarang ini adalah memajukan bangsa dengan cara belajar sungguh-sungguh serta mengabdikan diri untuk negeri.

Aceh Utara, 20 September 2023

 

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
Next Post
Cut Nyak Meutia Permata Kesayangan Aceh - 304884c7 9f51 4e62 add9 63373910ab7e | Aceh Utara | Potret Online

DPMG Aceh Selatan Sosialisasi Optimalisasi SAKIP Melalui Monitoring dan Evaluasi Digital

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah