• Latest
Cut Nyak Meutia Permata Kesayangan Aceh - 0477c705 f775 464c bf99 5f073ed0bf6b | Aceh Utara | Potret Online

Cut Nyak Meutia Permata Kesayangan Aceh

September 20, 2023
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Cut Nyak Meutia Permata Kesayangan Aceh - 1001348646_11zon | Aceh Utara | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Cut Nyak Meutia Permata Kesayangan Aceh - 1001353319_11zon | Aceh Utara | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Cut Nyak Meutia Permata Kesayangan Aceh - 1001361361_11zon | Aceh Utara | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Cut Nyak Meutia Permata Kesayangan Aceh

Redaksi by Redaksi
September 20, 2023
in Aceh Utara, Pahlawan Aceh, Perempuan Aceh
Reading Time: 3 mins read
0
Cut Nyak Meutia Permata Kesayangan Aceh - 0477c705 f775 464c bf99 5f073ed0bf6b | Aceh Utara | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

 

Oleh Hamdani Mulya
Guru SMAN 1 Lhokseumawe dan Pengamat Sejarah Aceh

Aceh merupakan sebuah area yang tidak pernah sepi dari perbincangan para sejarawan. Aceh daerah yang terkenal dengan julukan Serambi Mekkah, karena kentalnya syariat Islam. Denyut syiar Islam mengalir deras dalam kehidupan masyarakat Aceh yang memengaruhi segala sisi kehidupan. Sehingga syariat Islam itu telah mengalir dan mengendap dalam darah serta nafas orang Aceh. Aceh juga menarik perhatian penulis karena memiliki banyak pahlawan gagah berani bertempur di medan laga, membela agama dan bangsa. Aceh dapat disebut sebagai “museum yang banyak mengoleksi pahlawan dan ulama.” Di antara sekian banyak pahlawan nasional kelahiran Aceh adalah Cut Nyak Meutia.

Baca Juga
  • Buku TAJHIZ MAYYIT DAYAH RAUHUL MA’ARIF KAMBAM BUNGKAIH
  • Perempuan: Antara Peran, Stigma, dan Realita Kepemimpinan

Sejarah singkat Cut Nyak Meutia dipaparkan dalam buku peringatan hari ulang tahun (haul) Cut Nyak Meutia ke-107, berjudul Haul 107 Tahun Pahlawan Nasional Cut Nyak Meutia. Dalam buku ini mengisahkan kegigihan pahlawan wanita Aceh yang menginspirasi banyak orang. Ia disukai dan dikagumi oleh teman dan musuhnya.

Cut Nyak Meutia merupakan pejuang tangguh, pahlawan nasional asal Aceh. Cut Nyak Meutia lahir hampir satu setengah abad yang lalu. Cut Nyak Meutia lahir di Pirak, Aceh Utara tahun 1870 dan gugur pada 24 Oktober 1910 di Alue Kurieng, Aceh Utara.

Baca Juga
  • Sikapi UU Nomor 18 Tentang Alat Kontrasepsi, Sejumlah Tokoh Perempuan Aceh Lakukan Pertemuan
  • Teungku Muhammad Daud Beureueh (1899-1987) sebagai Pahlawan Nasional

Pada tanggal 22 Oktober 2017 yang lalu, haul ke-107 tahun diperingati dengan doa bersama dan silaturrahmi bersama keluarga besar ahli waris Cut Nyak Meutia dan Teungku Chik Ditunong.

Di hari yang cerah itu mentari bersinar garang. Rumah adat Aceh jadi saksi bisu ribuan masyarakat memadati areal acara hari ulang tahun Cut Nyak Meutia yang syahid dalam pertempuran melawan penjajah Belanda. Di rumah itulah Cut Meutia kecil lahir dan tumbuh sebagai seorang pahlawan yang berparas anggun.

Baca Juga
  • Siapa Buat Laporan ke Prabowo, Pengungsi Tak Ada Lagi di Tenda?
  • Pilkada Aceh 2024; Masyarakat Siap Memberikan Suara, Adakah Jaminan Suara Mereka Terjaga?

Cut Nyak Meutia lahir di Pirak, Kec. Pirak Timu, Aceh Utara. Ia adalah putri Uleebalang Pirak, Teuku Ben Daud, seorang tokoh terkemuka yang menentang upaya Belanda menguasai Aceh. Semangat juang yang membara dari ayahnya Teuku Ben Daud diwariskan kepada Cut Nyak Meutia. Sehingga ia menjadi seorang pahlawan yang tak pernah mengenal kata menyerah. Cut Nyak Meutia rela mengorbankan jiwa dan raganya demi membela agama Islam, nusa, dan bangsa.

Semangat patriotisme yang mengalir dari darah ayahnya mengendap dalam jiwa dan darah Cut Nyak Meutia membangkitkan spirit juang rakyat Aceh dalam menyergap dan menggempur pos-pos patroli Belanda. Perempuan itu, pahlawan kita. Sudahkan kita berkorban sebanyak Cut Nyak Meutia?

Dalam buku Haul 107 Pahlawan Nasional Cut Nyak Meutia dipaparkan bahwa di mata teman sejawat maupun musuhnya, nama Cut Nyak Meutia amat harum. Jiwanya yang mencintai kemerdekaan dan anti penjajahan menandai lekuk liku kehidupannya yang singkat.

Cut Nyak Meutia juga dikagumi oleh penulis Belanda, seperti yang terungkap dalam kalimat berikut:
“Wanita Aceh gagah dan berani merupakan perwujudan lahiriah yang tak kenal kata menyerah yang setinggi-tingginya dan apabila mereka ikut bertempur, maka akan dilakukan dengan energi dan semangat berani mati yang kebanyakan lebih dari kaum laki-laki bahkan tidak ada bangsa yang berani dari kaum wanita dimanapun tidak ada satu romanpun yang mampu menggambarkan pengorbanan dan keberanian perempuan Aceh.” (H.Z. Zentgraaf, Penulis Belanda).

Begitulah hebatnya pahlawan Aceh yang dilukiskan dengan tinta emas oleh penulis Belanda sebagai rasa kagum terhadap pahlawan Aceh seperti sosok Cut Nyak Meutia. Kutipan kalimat tersebut tertulis di sampul buku Haul ke-107 Pahlawan Nasional Cut Nyak Meutia yang disusun dan disunting oleh Cut Dara Meutia Uning dan Marilyn Larahati. Buku kecil ini diluncurkan pada acara tersebut dan penulis mendapat satu buah hadiah buku.

Sebagai generasi muda sudah seharusnya patut meneladani sang pahlawan Cut Nyak Meutia yang telah berkorban membela bangsa dan tanah air. Kemerdekaan yang dinikmati oleh generasi muda saat ini adalah jerih hasil perjuangan para pahlawan kita. Sebagai langkah yang harus ditempuh untuk menghargai jasa pahlawan di era kemerdekaan sekarang ini adalah memajukan bangsa dengan cara belajar sungguh-sungguh serta mengabdikan diri untuk negeri.

Aceh Utara, 20 September 2023

 

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Cut Nyak Meutia Permata Kesayangan Aceh - 304884c7 9f51 4e62 add9 63373910ab7e | Aceh Utara | Potret Online

DPMG Aceh Selatan Sosialisasi Optimalisasi SAKIP Melalui Monitoring dan Evaluasi Digital

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com