• Latest

Sikapi UU Nomor 18 Tentang Alat Kontrasepsi, Sejumlah Tokoh Perempuan Aceh Lakukan Pertemuan

Agustus 16, 2024
Pendidikan SD

Di Antara Wahyu dan Rasio: Menyatukan Jalan Pendidikan Aceh

April 22, 2026
aef171bb-b3d2-4814-9a54-7d09b7b9f971

Perempuan Ganda;Kartini Dulu Hingga Kini

April 22, 2026
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Sikapi UU Nomor 18 Tentang Alat Kontrasepsi, Sejumlah Tokoh Perempuan Aceh Lakukan Pertemuan - 1001348646_11zon | Banda Aceh | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Sikapi UU Nomor 18 Tentang Alat Kontrasepsi, Sejumlah Tokoh Perempuan Aceh Lakukan Pertemuan - 1001353319_11zon | Banda Aceh | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Sikapi UU Nomor 18 Tentang Alat Kontrasepsi, Sejumlah Tokoh Perempuan Aceh Lakukan Pertemuan

Redaksi by Redaksi
Agustus 16, 2024
in Banda Aceh, Kontrasepsi, Pendidikan, Perempuan Aceh
Reading Time: 2 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS

 

BANDA ACEH – Potretonline.com-  Sejumlah tokoh perempuan Aceh berkumpul dalam sebuah pertemuan penting di rumah salah seorang tokoh perempuan Aceh, Dahlia yang terletak di Jalan Tenggiri Lampriek, Kota Banda Aceh, Rabu (14/8/2024).

Pertemuan ini diadakan sebagai respons terhadap disahkannya Undang-Undang No. 18 mengenai alat kontrasepsi, yang menimbulkan kekhawatiran serius tentang masa depan generasi muda di Aceh.

Baca Juga
  • ABK Itu Berbalut Keistimewaan
  • KAHFIS Aceh: Menginspirasi Masa Depan Melalui Program Jelajah Profesi dan Bakat

Dahlia, selaku tuan rumah dalam rilis dikirim ke media ini, Kamis (15/8) menya.paikan, ia membuka diskusi dengan menekankan pentingnya membahas masa depan Aceh terkait regulasi terbaru ini.

“Undang-Undang No.18, yang mengatur penggunaan alat kontrasepsi bagi remaja, telah disahkan oleh pemerintah saat ini, meskipun sebelumnya ditolak oleh tokoh-tokoh perempuan Aceh seperti Raihan Putri dan rekan-rekannya pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,” ujar Dahlia.

Baca Juga
  • Gebyar HGN 2023 Dihadiri Presiden, Ini Kesan Ketua IGPKhI Aceh
  • Aku Menulis, Aku Ada

Katanya, dalam pertemuan itu, Raihan Putri kembali hadir untuk menegaskan penolakannya terhadap regulasi tersebut.

Dahlia menjelaskan, para peserta yang merupakan perwakilan dari organisasi perempuan Islam di Aceh, menolak dengan tegas Undang-Undang No.18 tentang alat kontrasepsi bagi remaja.

Baca Juga
  • Siswa SLBN Simeulue Raih Juara 2 Tenis Meja KOSN Aceh
  • Bangun Literasi di Sekolah Terpencil, Kadisdikbud Aceh Selatan Bagikan Majalah Anak Cerdas

Karena, mereka berpendapat bahwa Undang-Undang ini memberikan pesan yang keliru mengenai kebebasan seksual pada remaja yang masih dianggap anak-anak dan belum seharusnya menikah menurut norma yang berlaku.

Lebih lannut Dahlia menuturkan, selain membahas isu legalitas penggunaan alat kontrasepsi, pertemuan ini juga mengangkat berbagai fenomena pelanggaran Syariat Islam di Aceh yang sangat memprihatinkan.

“Diskusi ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan lembaga-lembaga khusus di Aceh untuk menangani masalah ini dengan langkah-langkah yang nyata,” ungkapnya.

Disebutkannya, beberapa tokoh perempuan juga memberikan pandangan mengenai perlunya perhatian terhadap anak-anak yatim piatu dan terlantar serta menjaga pelaksanaan Syariat Islam di Aceh.

Lebih lanjut Dahlia menyampaikan, sebagai langkah nyata para tokoh perempuan sepakat untuk membentuk tim formatur yang akan menyusun peta konsep solusi.

“Tim ini bertugas merancang rencana strategis yang akan diimplementasikan dalam tindakan konkret di lapangan,” sebutnya.

Hasil kerja tim akan disampaikan dalam audiensi dengan para pengambil kebijakan di Provinsi Aceh, serta seluruh organisasi perempuan dan lembaga keistimewaan Aceh.

Audiensi ini bertujuan untuk memastikan bahwa rekomendasi dan solusi yang diajukan mendapatkan dukungan serta pelaksanaan yang efektif.

Disebutkannya, pertemuan itu dihadiri oleh berbagai elemen, termasuk guru, anggota Wilayatul Hisbah (WH), Muslimah NU, WSI, WI, Salimah, BMIWI, PWNA, PW Aisyiyah, Perwati, Forsap, serta akademisi dan masyarakat umum.

Para peserta sepakat untuk terus berkomitmen dalam melindungi generasi muda Aceh dan menjaga nilai-nilai Syariat Islam,” ucap Dahlia.(*)

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Sikapi UU Nomor 18 Tentang Alat Kontrasepsi, Sejumlah Tokoh Perempuan Aceh Lakukan Pertemuan - 96b20d24 5f73 401a bc41 0e21ebff27ea scaled | Banda Aceh | Potret Online

Aku dan Diriku

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com