POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Gelombang yang Menjadi Buih di Tepian

Heri HalilingOleh Heri Haliling
March 9, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Gugat mengeluarkan sebungkus rokok. Menawariku  dan aku mau. 

“Beberapa orang dengan jangkauan luas pasti memviralkannya. Kau ingat sidang putusan hakim tentang kasus korupsi triliunan yang masih hangat itu?” kata Gugat sambil menelungkupkan tangan dan memantik korek.

Tanpa menunggu responku dia menyambung lagi.

“Usai menuai polemik putusan hakim dan rencana penelusuran kembali dari Pemimpin Negeri, selanjutnya kita heboh lagi oleh video suatu kota yang sedang dilanda bencana. Jika ini telah menjadi ampas, menurutmu apalagi yang bisa dibuat jadi anduk?”

Angin garam mengempaskan tamparannya ke wajah kami agar terjaga. 

“Jadi menurutmu ini bagian dari isu penutupan?”

Gugat tertawa. 

“Aku tak mau memikirkan pola usang itu. Sekarang aku hanya fokus pada kesempatan ini. Orang yang memviralkan videoku, aku sangat berterima kasih serta tak peduli dengan tujuannya.  

Hal yang paling buatku senang ialah kejadian ini tentu menjadi martir dengan fakta bahwa media dan lembaga mendukungku. Tunggu saja, akan kugoreng hingga gosong!”

📚 Artikel Terkait

Mengapa Tuhan Tak Menjodohkan Kita(hening malam)

Irama Ruang Waktu

Dari Persia sampai Menjadi Negara Republik Islam Iran

Pemerhati Sejarah Manca Negara, Minati Pameran Literatur Perdaban Aceh di Musium Ali Hasymi

Aku tak ragu dengannya dan jangan tanyakan kepadaku tentang apakah ada aura ketakutan di wajah sahabatku itu.

***

Kami para nelayan di sini mendukungnya. Ruangan berpendingin dan karpet permadani warna merah ini sungguh elegan. Sedikit canggung bagi kami yang terbiasa lesehan terpal. Namun Gugat bilang jangan menunduk, tetaplah tegak. 

Rasa tak enakan dan kikuk hanya membawamu pada jatuhnya mental dan kasta rendahan. Kita dari daging yang sama, darah sama, dan wujud yang sama. Beranilah karena nyatanya derajat kita itu tanpa beda.

Satu pembuka dari seorang moderator kami hadiahi dengan tepuk tangan. Sang moderator dalam acara diskusi malam ini lalu mempersilakan Gugat untuk mengawali gagasannya.

Tepuk tangan kami semakin nyaring. Aku di kursi belakang menyimak ulasan Gugat sambil mengamati beberapa orang yang kurasa narasumber tampak tajam mendengarkan. Kupastikan mereka semua dari kalangan atas dengan mewakili lembaga. Tapi tidak untuk dua sengkuni yang di sudut kursi itu, aku tahu mereka adalah bagian dari desa kami. Aku kecut melihat mereka juga diundang. Bagiku, hadirnya dua penjilat itu tak ubahnya pengerat penghisap darah daging saudaranya.

“Jujur saja Bang Zakaria, dari uraian yang barusan saya katakan itu bisa dibuktikan data. Bahkan ni ya, sertifikat laut itu sudah terbit sekitar setahun lalu lho. Gila, bukan? Itu berdua yang mendukung mengatakan akibat abrasi makanya daratan jadi laut. 

Omongannya itu salah orang. Yang diomongin nelayan yang tiap hari wira-wiri di sana. Kayak gak tahu sejarahnya saja.  Sebagai orang yang punya hak sama, saya akan perjuangkan, Bang!”

“Menjadi rakyat apakah Anda tidak takut ancaman?” tanya Bang Zakaria sebagai moderator.

“Dalam sebuah buku sejarah tentang teori kedaulatan rakyat yang pernah saya baca, seorang filsuf dari Inggris, John Locke mengatakan kekuasaan tertinggi sebuah negara berada di tangan rakyat. Saya merdeka dan berdaulat. Selama gagasan saya ini saya sematkan untuk pembangunan bangsa, negara akan lindungi saya karena telah jadi tugasnya! 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 80x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 69x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 59x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Heri Haliling

Heri Haliling

Heri Haliling merupakan nama pena dari Heri Surahman. Beliau pengajar di SMAN 2 Jorong. Heri Haliling selain mengajar juga aktif menulis baik cerpen atau novel dalam aplikasi GWP atau Kwikku. Beberapa karyanya yang telah terbit antara lain: 1. Novlet Rumah Remah Remang, 2024 (J-Maestro). 2. Novel Perempuan Penjemput Subuh, menjadi juara 2 Sayembara Menulis Novel Guru dan Dosen Tahun 2024 (PT Aksara Pustaka Media). 3. Beberapa cerpennya telah termuat dalam media cetak dan digital seperti Balipolitika, Radar Utara, Radar NTT, Negeri Kertas.com, Kaltim Post, Kompasiana, dan Republika

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
150
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Di Tepi Ramadan

Di Tepi Ramadan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00