POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Pemerhati Sejarah Manca Negara, Minati Pameran Literatur Perdaban Aceh di Musium Ali Hasymi

RedaksiOleh Redaksi
August 8, 2018
🔊

Dengarkan Artikel

BANDA ACEH – Membahas peradaban budaya Aceh adalah hal yang panjang. Tidak hanya menyangkut tentang Aceh secara geofrafis, melainkan Aceh dan dunia. Peran Aceh dalam dunia internasional, bukan baru kali ini saja, melainkan sudah sejak ribuan tahun lalu.
Pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-7 kali ini, kegiatan PKA tidak hanya berfokus pada atraksi udaya saja, tapi juga menampilkan telusuran tentang asal muasal sejarah, budaya dan peradaan masyarakat Aceh.
Di ajang PKA-7, aneka informasi sejarah peradaban Aceh ini bisa dinikmati pada pameran literature yang digelar di Musium Ali Hasymi, Banda Aceh. Literatur adalah sumber atau pedoman yang digunakan sebagai sebuah rujukan untuk memperoleh informasi tertentu, baik itu buku maupun tulisan dalam bentuk selain buku.
Pameran Literatur PKA-7 memamerkan banyak pedoman atau sumber literasi yang berkaitan dengan sejarah dan keudayaan Aceh.
Dikegiatan ini pengunjung dapat melihat dan mengetahui sumber-sumber asli sejarah dan kebudayaan Aceh, asal muasal islam di Aceh dan sejarah para pahlawan.
Pameran Literatur ini tidak hanya diminati oleh para pemerhati sejarah dan budaya asal Aceh, tapi juga diminati oleh pengamat sejarah asal Manca Negara. Victor Pogadev (60) pemerhati sejarah asal Rusia yang berkunjung ke Musium Ali Haymi ini, misalnya. Ia mengaku sangat mengagumi literatur sejarah dan peradaban Aceh.
Selain itu, ia juga mengagumi sosok Ali Hasymi sebagai seorang pelaku dan pemerhati sejarah di Aceh.
“Ini adalah even baik sekali yang diadakan di Aceh, sehingga masyarakat bisa terus belajar mengetaui sejarahnya sendiri,” ujar Victor, Rabu (8/8/2018)
Selain Victor, terlihat juga pemerhati dan peneliti sejarah asal Malaysia, Zainoon binti Ismail (60). Zainoon tak sekedar bekunjung kali ini, tapi juga sekaligus melepas rindu, akan sospok Ali Hasymi, yang tidak lain adalah orangtua angkatnya.
“Iya, beliau adalah ayah angkat saya, kami bertemu di Malaysia, dan saya selalu dibantu untuk memahami masalah peradaban dan sejarah terutama tentang Aceh,” jelas Zainoon.
Museum Ali Hasymi ini sendiri, diresmikan 19 Januari 1994 oleh Menteri Urusan Pangan/Kepala Bulog RI Prof Dr Ibrahim Hasan. Terdiri dari empat ruangan pameran dan literasi sejarah yang terdapat pada bagian bangunan utama, dan satu rumah aceh di bagian belakang bangunan utama. Didalam bangunan rumah Aceh ini, pengunjung bisa mendapatkan bagaimana sebenarnya bentuk kehidupan masyarakat aceh sehari-hari.
Pengelola museum Ali Hasymi, Azhar, mengatakan pengunjung museum Ali Hasymi memang lebih sering dikunjungi oleh para mahasiswa dan peneliti asal negeri jiran, seperti Malaysia, Thailand, Brunai Darussalam, bahkan Rusia.
Musium Ali Hasymi memang jauh dari kesan ramai, tapi jika pengunjung sudah berada didalamnya, maka pengunjung akan terbawa ke keramaian masa lalu, dimana Aceh menajdi pusat perdagangan dunia, dengan menyaksikan banyaknya barang peninggalan sejarah, seperti keramik asal Dinasti Ming, keramik peninggalan zaman Belanda, aneka senjata khas kerajaan Aceh dan aneka peninggalan sejarah lainnya.
Dihari biasa pengunjung bisa bertandang ke museum ini dari pukul 08.00 wib hingga pukul 12.00 wib. Namun saat perhelatan PKA-7 kali ini, pengunjung bisa berpuas-puas mendalami sejarah aceh dan literaturnya dari pukul 08.00 wib hingga pukul 22.00 wib malam.
Sementara itu Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Amiruddin mengatakan, masyarakat yang hadir tidak hanya dari Provinsi Aceh saja, namun juga dari daerah lain di Indonesia dan warga negara internasional, seperti dari Malaysia, Brunei Darussalam, hingga Sudan dan Rusia.
“PKA VII ini terbuka untuk dunia. Karena itu sangat wajar pesta akbar ini meriah. kita melihat antusias masyarakat kita untuk PKA ini besar sekali,” kata Amiruddin.
Oleh sebab itu, Amiruddin mengharapkan kolaborasi dari semua pihak untuk menyukseskan PKA VII hingga 15 Agustus mendatang. Dalam PKA kali ini, masyarakat bisa menikmati atraksi adat budaya, seni kreasi, kuliner khas, hingga permainan tradisional.
Amiruddin mengatakan, selain menampilkan kebudayaan yang berkembang di Provinsi Aceh, perhelatan PKA VII juga bertujuan menggerakkan ekonomi masyarakat. Menurut data Badan Pusat Statistik Aceh, jumlah wisatawan mancanegara di Aceh terus bertambah setiap tahun, karena itu pada PKA VII kali ini pihaknya melakukan pertemuan dengan biro perjalanan luar negeri untuk berbagi pengalaman dan bisnis

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 358x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 314x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 279x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 244x dibaca (7 hari)
Menata Aceh di Atas Air atau Menunggu Tenggelam?
Menata Aceh di Atas Air atau Menunggu Tenggelam?
11 Jan 2026 • 198x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

Melati Pustaka

Air Wudhu Sang Ibu

Public Statement on the Destruction of the “Jeju Tree” in Banda Aceh

SISTEM KAPITALISME EKONOMI KITA

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
152
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
94
Postingan Selanjutnya

BNN Kota Lhokseumawe Menggandeng Wartawan Kampanye Anti Narkoba

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00