Dengarkan Artikel
Factor ke enam merupakan factor eksternal yang juga sangat berpengaruh terhadap melorotnya integritas sekolah. Faktor ini kita sebut dengan factor pengaruh keluarga dan lingkungan sosial. Sebagaimana disebutkan di atas, sesunggunya budi pekerti, sikap jujur dan sikap mulia itu berawal dari rumah. Artinya sikap tidak jujur pada anak atau peserta didik, itu pertama sekali anak belajar dari cara hidup orangtua mereka di rumah. Bila Pendidikan akhlak atau budi pekerti di rumah rusak, maka kerusakan moral atau akhlak itu akan dibawa oleh anak ke sekolah.
Semakin buruk lagi akhlak atau sikap tidak jujur itu ketika lingkungan sosial tidak peduli dan mendukung tagaknya sikap jujur. Karena lingkungan adalah Lembaga Pendidikan informal yang menjadi tempat bagi anak atau peserta didik menerapkan sikap jujur. Kemudian, sejalan dengan sikap inkonsisten dan kehilangan teladan, banyak orangtua yang lebih mementingkan prestasi akademik dari pada proses pembelajaran yang jujur. Lebih parah lagi, banyak orang tua yang bangga dengan anak yang mendapat nilai tinggi, tanpa peduli bagaimana anak mendapatkan nilai tersebut. Orangtua dan Masyarakat dalam hal ini lebih memilihsikap permisif dan tidak mau tahu bagaimana anak ataupeserta didik meraih prestasi. Banyak yang mempraktikan cara-cara yang tidak jujur.
Ke enam, factor yang juga sangat menentukan adalah kurangnya pengawasan dan penegakan aturan. Ya, kurangnya sistem kontrol untuk memastikan integritas akademik dan moral di sekolah. Selain itu, tidak ada sanksi tegas bagi pelanggaran nilai-nilai kejujuran di lingkungan sekolah.
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





