POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Tenggelam dalam Duka

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
March 6, 2025
Tenggelam dalam Duka
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Sebulan lalu, Kalbar menangis. Empat kabupaten tenggelam dalam air mata bumi. Sekarang giliran Bekasi dan sekitarnya. Kota yang pernah saya tinggali dulu. Kota yang kini terlihat seperti kolam raksasa. Di atap rumah, mereka duduk. Bingung. Tak tahu harus ke mana. Air datang deras, tanpa permisi. Banjir bukan lagi sekadar bencana. Ini sudah jadi tamu tahunan yang tak diundang, tapi selalu datang.

Hujan deras. Kiriman air dari Bogor. Sungai-sungai meluap, seolah tak kuat menahan beban. Tapi apakah hanya hujan yang salah? Atau kita juga ikut bersalah? 20 titik di 7 kecamatan. Bekasi Timur, Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Medan Satria, Jatiasih, Pondok Gede, Rawalumbu. Ketinggian air? Sampai 3 meter. Bukan lagi banjir. Ini tsunami daratan. Stadion Patriot Chandrabhaga, pusat perbelanjaan, jalan utama, semua tenggelam. Jembatan Kemang Pratama amblas. Seolah bumi berkata, “Cukup sudah kalian membebani aku.”

Ribuan warga mengungsi. Perahu karet datang terlambat. Bantuan? Ada. Tapi cukupkah? Apakah ini solusi atau hanya plester pada luka yang terus menganga? Angka-angkanya menyayat hati. 16.000 jiwa terdampak di Kota Bekasi. 5.000 jiwa mengungsi. Di Kabupaten Bekasi? 51.320 jiwa. Dapur umum didirikan. Posko pengungsian dibuka. Tapi apakah itu bisa menghapus trauma? Apakah itu bisa menghangatkan hati yang dingin karena kehilangan?

Sementara itu, negeri ini juga sedang dilanda banjir korupsi. Kejaksaan Agung dan KPK sibuk berlomba. Angka triliunan terus bermunculan. Uang rakyat lenyap begitu saja. Ironis, bukan? Di satu sisi, rakyat kehilangan rumah karena banjir. Di sisi lain, uang mereka hilang karena korupsi. Gelombang PHK pun datang. Puluhan ribu karyawan dipecat. Di bulan puasa pula. Lebaran semakin dekat, tapi rezeki semakin jauh. Anak-anak bertanya, “Ayah, kapan kita beli baju baru?” Istri menunduk, tak sanggup menjawab. Suami hanya diam, meremas tangannya sendiri.

📚 Artikel Terkait

Perempuan Harus Tetap Cerdas, Apapun Perannya.

Timur Menyeru Damai, Barat Mengejar Ambisi: Seruan Islam Global untuk Mencegah Perang Dunia Ketiga

Gumaman Kecil di Sudut Kamar

Berita CNN Pun Dibilang Hoax oleh Trump

Indonesia, negeri yang kaya raya. Tapi kenapa rakyatnya miskin-miskin? Banjir datang, korupsi datang, PHK datang. Apa lagi yang akan datang? Mungkin badai, mungkin kelaparan. Kita bangun gedung pencakar langit, tapi lupa membangun saluran air. Kita bicara tentang kemajuan, tapi lupa memperbaiki moral. Kita gembar-gembor soal pembangunan, tapi rakyat tetap terpuruk.

Bumi menangis. Langit murka. Manusia tersesat dalam keserakahannya sendiri. Banjir bukan lagi air, tapi darah dari bumi yang terluka. Korupsi bukan lagi kejahatan, tapi penyakit kronis yang membusukkan negeri ini. PHK bukan lagi pemutusan hubungan kerja, tapi pemutusan harapan hidup. Air naik. Rumah tenggelam. Anak-anak menangis. Orang tua pasrah. Uang hilang. Koruptor tertawa. Karyawan dipecat. Keluarga kelaparan. Janji politik kosong. Rakyat menderita.

Miris. Sedih. Pilu. Apa yang bisa kita lakukan? Menangis? Mengeluh? Atau berdoa agar semua ini berakhir? Tapi apakah doa kita masih didengar? Atau rumput pun tidak lagi bergoyang? Air mata ini jatuh. Tapi siapa yang peduli? Inilah saya, negeri ente, negeri kita. Negeri yang indah, tapi menyakitkan.

#camanewak

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Serambi  Masjid Kami Yang Kotor

Serambi  Masjid Kami Yang Kotor

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00