Dengarkan Artikel
Pertama, memahami had, yaitu defenisi suatu ilmu pengetahuan. Kedua, maudhu’ adalah subjek atau dasar yang menjadi sandaran bagi ilmu pengetahuan, yakni pengetahuan tentang zat Allah swt dari sudut kewajiban, mustahil dan jaiz.
Demikian juga zat para rasul dan juga mengetahui hal yang mungkin bagi selain Allah swt. Semua ini dilakukan agar sampai pada hakikat wujud Tuhan yang maha pencipta, dan hal-hal yang bersifat sami’seperti yang telah dinuqilkan dalam Al-Quran. Ketiga, tsamarah (hasil) dari tauhid yang merupakan hasil dari ilmu pengetahuan, yakni pengetahuan tentang mengenal Allah swt, melalui dalil yang meyakinkan, sehingga mustahil terjadi perbedaan faham.
Keempat, ilmu tauhid adalah semulia-mulia ilmu karena terkait dengan zat Allah swt, dan para Nabi, Rasul. Kelima, ilmu tauhid merupakan pokok semua ilmu, sedangkan selainnya adalah cabang. Berkata Syair “Wahai pengikut untuk menuntut ilmu semua; setiap ilmu baginya tauhid adalah hamba”.
Keenam, penggagas ilmu tauhid adalah Syekh Abul Hasan al-Asy’ari. Beliau dilahirkan di Bashrah,Irak pada tahun 260 H dan wafat pada tahun 324 H. dan Imam Abu Mansur al-Maturidi yang wafat pada tahun 333 H. Ketujuh, namanya ilmu tauhid, atau ilmu kalam. Dinamakan ilmu kalam karena di dalamnya menyangkut kalam Allah swt. Dinamakan ilmu tauhid karena banyak membahas keesaan Allah swt.
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





