Dengarkan Artikel
Manajemen Roda
Seperti tampak pada gambar di atas, manajemen pembangunan sesungguhnya analog dengan “manajemen roda”. Anatominya persis sama, yaitu ada “poros” yang menjadi posisi Bappeda untuk menjalankan fungsi integral, ada “jari-jari” yang berfungsi sebagi garis kordinasi, ada “lingkaran-lingkaran kecil di lingkaran velg” yang diisi oleh dinas teknis yang menjalankan fungsi sektoral sesuai tupoksinya masing-masing, sementara lingkaran velg sendiri analog dengan garis sinergi.
Sebagaimana fungsi poros pada anatomi roda, maka persis seperti itulah posisi dan fungsi Bappeda dalam manajamen pembangunan. Bappeda sebagai poros adalah energi terbesar yang menentukan arah, laju, dan kualitas pembangunan daerah.
📚 Artikel Terkait
Koordinasi dan sinergi adalah kata kunci yang wajib dikelola dengan baik oleh Bappeda Aceh karena itulah jaminan kolaborasi pembangunan Aceh akan terbangun. Melalui skema manajemen roda ini Bappeda Aceh dapat menjalankan fungsi integralnya : menjahit, merajut, dan menyulam pembangungan sektoral yang dieksekusi oleh dinas-dinas teknis menjadi pembangunan satu semesta Aceh.
Dengan demikian pembangungan sektoral di dinas-dinas teknis tidak lagi egois berjalan sendiri-sendiri melainkan saling terkoneksi, terintegrasi dan terkomplementasi (saling memperkuat dan melengkapi) antar satu sama lain untuk megerucut menjadi sebuah langkah besar membangun Aceh menjadi lebih baik.
Jadi pada tingkat teknis operasional nilai tambah dan kualitas pembangunan Aceh ke depan salah satunya akan sangat ditentukan oleh sejauh mana Bappeda Aceh mampu menerapkan dan menjalankan filosofi manajemen roda ini.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





