Dengarkan Artikel
Perkuat Bappeda
Setidaknya ada tiga layer manajemen yang harus dibenahi untuk memastikan pembangunan Aceh bisa memberikan hasil positif yaitu tingkat manajemen program, anggaran, dan birokrasi. Karena keterbatasan ruang tulisan ini mencoba masuk hanya di salah satu angle pada tingkat teknis manajemen birokrasi, yaitu penguatan fungsi dan kinerja Bappeda Aceh.
Mengapa Bappeda?
📚 Artikel Terkait
Ada tiga alasan, yang saling berkait. Pertama, karena Bappeda adalah panglima, mastermind, dan centre of excellence-nya pembangunan. Ibarat mata air, dari lembaga inilah bermuara proyeksi pembangunan Aceh dengan peta, kondisi eksisting, rencana, sasaran, arah kebijakan, program, serta target capaian pembangunan yang kemudian dirumuskan dalam dokumen RPJP dan RPJM daerah.
Kedua, empat dasar manajemen, planning, executing, monitoring, dan evaluating, semuanya lengkap melekat pada fungsi Bappeda. Dengan empat fungsi manajemen ini maka tentu dan sudah semestinya Bappeda memiliki legal dan rational standing untuk tampil take a lead sebagai pengendali pembangunan Aceh.
Ketiga, dalam manajemen dan tata kelola pembangunan ada dua fungsi yang harus dijalankan oleh instrumen birokrasi, yaitu fungsi sektoral dan fungsi integral. Fungsi sektoral melekat pada dinas-dinas teknis sesuai tupoksinya masing-masing, sementara fungsi integral ada di Bappeda yang hubungan antara keduanya targambar pada ilustrasi di bawah ini.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





