Dengarkan Artikel
“Masuk, Om?”
Di atas kasur Zulaikha membalik badan agar tampak lebih anggun lalu menatap mesra dengan bibir merah delima terbuka. Mengamati sekilas. Satu pria setengah tua sudah jadi milik Dila. Pria di belakang yang mengenakan topi itu enggan masuk. Malu mungkin melandanya.
Paham dengan hal itu Zulaikha berdiri lalu melenggang seperti angsa. Mendekati pria bertopi dengan ekspresi merayu.
Dila cuek saja dengan itu. Toh para dara punya taktiknya masing-masing. Dila segera membawa satu pria dalam gandengannya ke pinggir kasur dekat dinding dan meja rias.
Zulaikha merapat ke pria satunya. Dia ulurkan tangan. Sang pria enggan menciumnya.
📚 Artikel Terkait
“Saya cuma mengantar kawan, Neng?”
Percuma. Zulaikha juga dituntut profesional. Dia raih tangan pria itu dan menghimpitnya.
“Jangan, Neng?”
Tak peduli. Satu tangan lain dengan gerak agresif kemayu secara cepat membuka topi dan melemparkannya.
“Om lebih muda tanpa top…”
Mata Zulaikha terperanjat. Matanya yang penuh muslihat tiba-tiba berkaca. Seulas senyum berubah muram dan bergetar. Tiga jahitan luka di pelipis kanan! Tubuh Zulaikha menyentak dahsyat memandangi sosok pria setengah tua di hadapannya. Seolah tak kalah takjub, si pria pun juga tersadar atas reaksi di hadapannya.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





