Dengarkan Artikel
***
Bunda Ajeng berperawakan tinggi, putih, dan terawat. Dalam sebuah ruangan dengan telaten dia cek semua produk inci demi inci. Tak ada hal yang bisa lepas dari komentarnya meski hanya sebercak komedo. Bukannya tanpa persiapan, sebenarnya saat masih dalam genggaman Bunda Sofia pun kesemua dara ayu itu telah melewati seleksi kesehatan, tapi sudah bagian tradisi di sini.
Semua produk ekspor wajib selalu dicek kembali. Pantang bagi bos tambang yang menjadi investor untuk mengecewakan koleganya. Begitu kalimat yang keluar dari Bunda Ajeng pada satu kesempatan.
“Oke, semua bersih. Sedikit polesan dan latihan beradaptasi serta gerak kemayu ala asia selanjutnya akan menyempurnakan kalian. Di Macau nanti, meski mata uang di sana adalah Yen, kalian tetap akan terima dollar.”
📚 Artikel Terkait
“Wih mantap” sekali lagi suara semangat nan manja keluar dari mulut Dila yang mungil.
Bunda Ajeng menyilakan tangan dan duduk dengan satu kaki menopang dengkulnya. Elegan serta bernilai, begitu kiranya raut para dara itu bersemu.
“Malam nanti pun kalian sudah memiliki gaji. Kapal kargo ini diisi oleh puluhan ABK. Bos bilang beberapa ingin ditemani bercerita saat istirahat. Persiapkan dengan baik. Jangan buat kecewa pada malam pertama.”
Semua dara bertatap-tatapan lalu kompak mengangguk. Tanpa tanya penting lainnya, kaki jenjang mereka kemudian menuju kamar yang telah disediakan.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





