Dengarkan Artikel
Tetangga? Jangan tanya lagi. Kesekian kali cemeti lidah mereka memecut hati. Cambukan itu bertambah pilu tak bertata krama manakala Zulaikha harus memutuskan untuk pengguguran janin.
“Kamu nggak perlu larut lebih jauh. Udah bener keputusanmu. Kamu berhak bahagia.
Larung sesak dan kenangan. Tiba di Macau nanti, nikmati surga yang disediakan Tuhan untukmu,” kata Bunda Sofia, mucikari yang jadi induk semang Zulaikha. Tubuhnya gemuk, riasan tebal dengan mata sayup teduh. Bunda Sofia merupakan sosok dingin yang disegani di kingdom prostitusi bentukannya.
Belum usai. Zulaikha menggigit bibir bawahnya dengan gigi.
“Om Handarbeni?”
📚 Artikel Terkait
“Oh tidak lagi” geleng Bunda Sofia malas melanjutkan “bedebah tua itu mati karena over, Zulaikha? Bukan salahmu.”
“Tapi…”
“Untuk itulah kita di sini” potong Bunda.
“Bunda nggak mau kamu balik ringkih lagi.”
“Bang! Bener nggak ini titik koordinatnya. Sudah sejam lebih” gerutu Anggi, seorang dari 6 penumpang termasuk Zulaikha. Semuanya berprofesi sama.
“Udah nggak usah ngeluh, oke” komando Bunda Sofia “lepas ini, bunda nggak bisa lagi dampingi kalian. Nah itu…!!!” tunjuk Bunda ke sebuah kapal kargo yang pelan mendekat.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





