Dengarkan Artikel
Karena guru bukan lagi satu-satunya sumber belajar dan sumber pengetahuan bagi para peserta didik. Namun demikian, apa pun alasannya, seiring dengan cepatnya arus disrupsi yang terus terjadi, guru dipaksa untuk berubah, agar tidak terlindas oleh kemajuan teknologi dan kehilangan peran. Oleh sebab itu, guru memang harus terus belajar mengelola kemampuan atau kompetensi diri dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai guru di era 4.0 atau era society 5.0 ini.
Nah, sejalan dengan program pemerintah era Jokowi dengan nahkoda kementrian pendidikan di tangan Nadiem Makarim, telah meluncurkan kurikulum merdeka dan merdeka belajar, maka seharusnya guru-guru yang multitalenta bisa dijadikan sebagai sebuah pilihan dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka. Walau dalam hal ini kemdekbudristek telah menyiapkan guru-guru penggerak, kepala sekolah penggerak serta sekolah penggerak, menyiapkan guru yang multitalenta adalah sebuah keniscayaan.
Ya, dunia pendidikan seperti halnya di Indonesia yang tengah menerapkan kurikulum merdeka, membutuhkan guru-guru yang multitalenta. Guru yang multitalenta, karena guru yang multitalenta, sesungguhnya juga memiliki multi inteligence dan bisa bergerak lebih kreatif, innovatif, inspiratif dan juga berorientasi ke masa depan peserta didik dengan menghadirkan solusi yang membahagiakan para peserta didik, kapan saja, di mana saja dan dalam kondisi apa saja. Guru multitalenta juga menjadi guru yang mampu menjalankan fungsi dan peran guru penggerak yang kini dibutuhkan dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka saat ini. Oleh sebab itu, selayaknya pemerintah bisa mengidentifikasi dan melakukan pendataan terhadap guru yang ada di tanah air, dengan banyaknya guru yang multitalenta, bisa diorganisir serta dikelola untuk mempercepat pelaksanaan kurikulum merdeka. Guru Multitalenta sekaligus menjadi katalisator penerapan kurikulum merdeka. Mari kita bergerak dengan lebih cepat dan sigap.
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





