HABA Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

November 10, 2025

Tema Lomba Menulis Bulan Oktober 2025

Oktober 7, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

November 10, 2025

Tema Lomba Menulis Bulan Oktober 2025

Oktober 7, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Begitu Susahkah Mencari Pekerjaan di Negeri ini?

Redaksi by Redaksi
November 23, 2018
in Bisnis, CPNS, Entrepreneurship, PNS, Seleksi CPNS, tenaga kerja
Reading Time: 6 mins read
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Dhea Pradiza Anzelin
Mahasiswi Perbankan Syariah, FEBI UIN Ar-Raniry, Banda Aceh
Di era yang semakin canggih ini banyak orang yang berlomba-lomba  mencari pekerjaan. Semakin ramai orang yang mencari pekerjaan dan semakin tinggi persaingan yang terjadi, sehingga terasa sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan.  Apa lagi lapangan pekerjaan yang ada juga semakin sedikit, ditambah lagi rendahnya kualitas pencari kerja. Sementara perilaku pencari kerja hanya suka menanti dibukanya lowongan pekerjaan di pemerintah. Ya, salah satunya pekerjaan yang ada di dalam pemerintahan. Orang-orang berusaha dan berlomba untuk menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil). 
Baru-baru ini, begitu banyaknya orang yang berlomba-lomba untuk mengikuti tes seleksi CPNS. Peserta tes tersebut bukan saja mereka yang baru selesai kuliah, tetapi sudah bertahun-tahun menjadi tanaga honor dan tenaga kontrak. Sayangnya, di tengah sulitnya mendapat pekerjaan, system seleksi pun dirasakan sangat sulit dan membuat mereka tidak mampu lulus. Hal ini diakui oleh banyak peserta seleksi. Banyak peserta yang mengikuti seleksi tersebut mengeluh dikarenakan susahnya soal-soal yang diberikan, salah satunya pada soal TKP ( tes karakteristik pribadi ).  Kepala biro Humas BKN Mohammad Ridwan mengaku bahwa memang banyak  peserta yang tidak lulus akibat tes kepribadian. Rata-rata peserta yang lolos di instansinya pun hanya 9 persen, meski ada instasi seperti  kementrian social yang jumlah kelulusannya mencapai 14 persen. Laju kelulusan yang sekarang banyak ditentukan oleh TKP, ujarnya. (m.liputan6.com) 
Tidak hanya itu, passing gradeyang ditentukanpun sangatlah tinggi, sehingga banyaknya orang yang mengikuti tes seleksi CPNS tersebut mengeluh. Apakah begitu susahnya untuk mencari pekerjaan di negeri ini?
Kelihatannya memang susah, karena apa yang sedang terjadi, para peserta seleksi tidak dipersiapkan untuk membuka lapangan kerja sendiri, tetapi sebagai pencari kerja. Penulis teringat dengan ulasan dosen Kewirausahaan di kampus yang sering mengulas soal ini. Penulis sebagai mahasiswi di fakultas ekonomi dan bisnis islam ( FEBI) di jurusan perbankan syariah, pada kesempatan pembelajaran mengenai entrepreneurship, sang dosen Tabrani Yunis membahas mengenai seleksi CPNS tersebut. Begitu susahnya untuk bisa lolos CPNS tersebut. Tapi ungkapnya siapakah yang harus disalahkan atas ini semua, pemerintahkah? Soal yang susahkah? Atau hal lainnya? Ujarnya.
” sebenranya apabila tes CPNS tersebut diberlakukan soal-soal yang mudah ,sehingga orang-orang dapat menjawab dengan mudah dan diterima menjadi pekerja di salah satu instasi pemerintahan, bukankah itu hal yang tidak wajar? Pemerintah menerapkan soal-soal yang rumit dan passing gradeyang tinggi untuk memilih calon-calon yang berintelektual tinggi, agar suatu instansi pemerintahan tersebut dikelola dengan baik oleh orang-orang yang tepat. Seperti itukah seharusnya bukan?” kata Tabrani Yunis 
Bukankah semakin berkembangnya zaman, pengetahuan juga semakin bertambah dan berkembang? Orang-orang bisa belajar tidak hanya melalui buku saja, bahkan sekarang orang-orang bisa belajar melalui internet yang menggunakan media smartphone dan sebagainya. Bahkan orang-orang dapat mengakses berbagai segala hal yang ada melalui smartphonenya baik dimana saja dan kapan saja tanpa adanya kesulitan dalam belajar dan mendapatkan informasi. Tetapi apa yang terjadi dengan orang-orang yang berada di zaman sekarang? Sudah mudahnya media pembelajaran dalam mengakses berbagai hal, semakin malas pula orang untuk belajar. Smartphone yang digunakan banyak untuk membuka medsos, bermain game dan hal-hal lainnya yang tidak berdampak baik bagi dirinya. Bukankah begitu? 
Semakin canggih perkembangan zaman membuat orang-orang semakin malas untuk membaca. Kalau sudah begini siapakah yang patut di salahkan? Seharusnya media yang semakin canggih dan perkembangan zaman yang semakin modern, dapat membuat orang-orang menggunakan alat-alat canggih. Misalnya seperti smartphone untuk hal-hal yang berguna, yang mendatangkan keuntungan dan sebagainya.
Namun apabila ada orang yang sudah bersungguh-sungguh dalam belajar dan sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti tes seleksi CPNS tersebut, tetapi tidak berhasil pula, apakah masih mau menunggu lagi untuk mendapatkan pekerjaan? Seharusnya dengan berkembangnya zaman semakin modern, orang-orang haruslah semakin kreatif dan pintar dalam menjalani hidupnya. Bukankah bekerja itu untuk mendapatkan uang? Mendapatkan uang tidak hanya bekerja menjadi CPNS bukan?
Mengapa tidak memulai dari berwirausaha? Salah satu solusi untuk mendapatkan uang tidak hanya bekerja di instansi pemerintahan saja melainkan berwirausaha adalah salah satu solusinya. Dimana orang-orang dapat mengembangkan ide-idenya untuk membuka suatu usaha agar hidupnya tidak menganggur. Membuka usaha yang cocok di zaman yang sudah super canggih ini yang sesuai dengan perkembangan zaman mengikuti trend masa kini dan memanfaatkan peluang yang ada. 
Walau, berwirausaha bukanlah suatu hal yang mudah bagi para pemula. Pastinya para pemula pelaku bisnis sangat ragu membuka usaha. Apalagi kalau sudah membahas mengenai pembiayaan usaha, berapa modal yang harus dikeluarkan, bagaimana cara mendapatkan modal tersebut. Pelaku bisnis pemula takut-takut untuk membuka usahanya, apalagi mereka belum memiliki pengalaman yang cukup untuk memulainya. Mereka takut bahwa bisnis yang akan mereka jalankan akan rugi nantinya, tetapi apa salahnya jika mereka mencoba? Kalau tidak mencoba tidak akan tahu bukan bagaimana hasilnya.
Mulainya menjadi wirausahawan dengan memilih dan membuka suatu usaha yang diminati banyak kalangan di era sekarang ini. Memilih usaha yang berkepanjangan tidak musiman agar usaha tersebut dapat berjalan sampai kemudian hari. Jika pemula bisnis masih takut-takut untuk menjalankan usahanya, sebaiknya menjalankan usaha yang kecil-kecilan terlebih dahulu sebagai pemula. Lalu, apabila usaha tersebut dapat berkembang pesat, maka kembangkanlah usaha tersebut menjadi lebih besar lagi. Kita tidak akan pernah tahu hasilnya apabila kita tidak mencobanya terlebih dahulu
Dengan banyaknya orang yang berwirausaha, bukankah itu salah satu yang mengurangi pengangguran yang ada di dalam negeri ini? Tentu saja ya. Itu merupakan salah satu untuk mengurangi pengangguran yang ada di negeri ini. Dengan kita membuka usaha, pasti kita akan membutuhkan orang lain yang bisa bekerja sama atau bekerja di dalam usaha kita. Dengan begitu, banyak orang yang pengangguran akan mendapatkan pekerjaan. Begitulah pentingnya berwirausaha pada zaman sekarang ini. Jangan menunda-nunda sesuatu hal apabila kita mampu menjalankannya, mampu membuka usaha tersebut, berkeinginan yang kuat untuk bisa membuka usaha agar mendapatkan pundi-pundi keuangan. Jadi, segeralah berwirausaha, karena berwirausaha merupakan salah satu solusi di era yang semakin canggih ini. Ingat. Begitu sulitnya untuk mendapatkan pekerjaan. Jangan pernah takut untuk gagal sebelum mencoba!

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 185x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 120x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 103x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 88x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

Ketika Risiko Bisnis BUMN Dipidanakan

Ketika Risiko Bisnis BUMN Dipidanakan

Maret 7, 2026

Membaca Catatan Perjalanan Bisnis Founder Owner PT BALAD GRUP, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy: Membumi Di Vietnam

Juli 19, 2025
Apakah Perempuan Akademik yang Memilih Jadi Ibu Rumah Tangga Tidak Produktif?

Apakah Perempuan Akademik yang Memilih Jadi Ibu Rumah Tangga Tidak Produktif?

Mei 27, 2025
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun
Dinas Pendidikan Aceh

Mengelola Pendidikan Ala Keledai?

Maret 15, 2026
POTRET Budaya

Di Bawah Langit yang Sama: Takjil Ramadan, Paskah, dan Taut Persaudaraan

Maret 14, 2026
Air Mata Kemanusiaan di Tanah Rencong
#Korban Bencana

Air Mata Kemanusiaan di Tanah Rencong

Maret 14, 2026
Presiden Pedofil?
Artikel

Presiden Pedofil?

Maret 14, 2026
Next Post

Musibah Menghancurkan Negeri Kami

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com