• Latest

Akulah Momo Kelana

Maret 2, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Akulah Momo Kelana

Redaksiby Redaksi
Maret 3, 2025
Reading Time: 7 mins read

Ilustrasi

589
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Anto Narasoma

Baca Juga

IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
5de97004-0731-46d3-b7a2-38575dadc077

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026
ADVERTISEMENT
     Wajah tua Pak Momo terlihat kuyu dan pucat. Ia tampak lelah. Karena usianya yang sudah memasuki tahapan kepala tujuh (70 tahun), membuat wajahnya yang kusam tak bercahaya itu dipenuhi keriput dan kumis memutih. Apalagi dalam beberapa hari terakhir ia terserang diare, membuat bobot tubuhnya merosot tajam. 

    Yang membuat Pak Momo lebih menderita, di usianya yang demikian sepuh itu, ia hidup sendirian di sebuah kamar bedeng seng berukuran 2,5x3 meter.

Suasananya panas dan sumpek. Ia hidup bersebelahan dengan Bu Siti, yang sehari-harinya bekerja sebagai pemulung. Kebetulan pula, di samping pondokan mereka terdapat trailer sampah yang menebarkan aroma tak sedap. Tadinya, kawasan itu merupakan lahan kosong milik pengusaha keturunan yang bergerak di bidang otomotif. Tapi sang pengusaha tak keberatan jika ada warga miskin yang tak punya tempat tinggal membangun bedeng pondokan di tanah itu. Nanti, jika lahan itu diperlukan pemiliknya, mereka harus mengosongkan kawasan itu tanpa ganti rugi.    

Dalam suasana tak sehat seperti itulah Pak Momo menekuri sisa hidupnya di ruangan sempit. Ia dikenal masyarakat di sekitarnya sebagai seniman musik miskin dan tidak beruntung. Nasib buruknya itu memaksa ia harus hidup serba kekurangan dan jarang memperoleh asupan gizi dan vitamin yang baik. 

Padahal, di masa mudanya dulu, ia mendapat julukan, Momo Kelana sang pemain ‘’biola maut’’. Gesekan biolanya, selain halus mendayu, perpindahan dari nada ke nada di jarinya, begitu cepat dan memikat siapa pun.

Terutama ketika dia melantunkan musik klasik, Mozart, wuih, hebatnya bukan main. 

   Makanya, para seniman musik muda yang ada di daerahnya tidak menyangka jika di pengujung usianya Pak Momo hidup dalam kemiskinan yang demikian mendera.

 Bahkan, sudah tiga hari ini ia mencret-mencret. Kemarin, secara tak sadar, ketika Pak Momo pulang mandi dari sumur di ujung lorong, di sepanjang perjalanan ke rumahnya, ia mencecerkan kotoran dari bawah sarungnya.

   ‘’Tua bangka tak tahu diri,’’ begitu caci-maki warga setempat sembari menutup lubang hidung mereka. 

    ‘’Barangkali dia itu sudah nyusu (bahasa Palembang: pikun),’’ sentak warga lainnya.

    Mendengar itu Bu Siti menyela mereka. ‘’Sshh, kita tidak boleh menyaci-maki seperti itu kawan-kawan. Diakan sudah tua, dan tidak punya sanak keluarga lagi. Sedangkan dalam kondisi begitu tidak ada orang yang mengurusnya. Maklum saja ya, Pak Momo sedang menderita diare. Jadi saya minta tolong, janganlah mencaci-maki dia. Kasihanilah orang tua yang malang itu, ya’’.

             ****

   Suatu siang di kamarnya yang sumpek, Pak Momo berbaring di atas sehelai kertas koran edisi minggu pertama bulan lalu. Atap dan dinding seng tempat ia bermukim makin memperparah diarenya. Wajahnya pucat bukan main. Sedangkan tubuhnya lemas tak berdaya. Bu Siti sudah menyarankan agar Pak Momo segera ke puskesmas.

   ‘’Tapi maaf Pak Momo, saya tak dapat mengantar ke sana, karena mau kerja (memulung) ke tempat pembuangan akhir (TPS). Soalnya hari ini banyak sampah baru yang dibuang ke sana. Siapa tahu banyak barang bekas yang dapat saya jual untuk menafkahi anak-anakku,’’ tukas Bu Siti pagi tadi. 

Pak Momo hanya tersenyum rawan sembari mengangguk pelan. Bahkan responsnya hanya ia layangkan lewat kejapan lemah mata tuanya yang sayu. Itu terlihat dari balik kacamatanya yang tebal.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 363x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 322x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Sahur di Ujung Doa

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com