• Latest
Pria Yang Merindukan Prostatnya - IMG 20250228 WA0005 | Cerpen | Potret Online

Pria Yang Merindukan Prostatnya

Februari 28, 2025
Ilustrasi ketidakadilan hukum terhadap rakyat kecil

Hukum yang “Sakit” Hati : Rakyat Kecil Hanya Bisa Mengeluh

Maret 31, 2026
0bbaafe3-989c-40ac-89fc-d0335c56d343

Dubai Kota Impian Pelan-pelan Menuju Kota Hantu

Maret 31, 2026
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026
Pria Yang Merindukan Prostatnya - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Cerpen | Potret Online

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
OSIS

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Pria Yang Merindukan Prostatnya

Heri Halilingby Heri Haliling
Maret 1, 2025
A A
Reading Time: 9 mins read
591
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

***

Ternyata ruangan Zubaidah hanya dibatasi tirai-tirai. Masih dalam ruangan yang sama, kuperhatikan dr. Cahyo dan keluarga istriku berkumpul. Sungguh hatiku porak poranda tanpa daya dengan lelehan air mata mengutuki diri sendiri. Melalui pembaringan pesakitan ini mataku menangkap wajah Zubaidah dihinggapi legam membiru yang sebagian telah diperban. Napasnya rendah sesuai alunan mesin jantung. Perutnya kempis dan sekujur tubuhnya dibelit selang infus yang masih bercampur darah bekas tranfusi.

Dokter Cahyo mengatakan adanya  resistensi sel golongan darah saat ditransfusikan. Hal ini dapat dipicu dari tekanan batin yang begitu kuat serta kecemasan pikiran. Kembali aku menyumpahi diriku. Manusia laknat yang tanpa belas kasihan. Mertua perempuan segera menyapaku dengan rauangan. Dia berusaha kuatkan aku. Padahal aku sungguh tahu bahwa hatinya jauh luluh lantak ketimbang aku.

“Kapan kejadian ini, Bu?” tanyaku lirih.

“Kata dokter jam 2 siang.”

Keningku terangkat. Aku menampik jawaban itu. Tak mungkin. Batinku protes. Aku sangat sadar tentang kebohongan ini. Selanjutnya sebagai wujud pelampiasanku antara sesak, ledakan, dan berserak aku sergah dr. Cahyo.

“Mana mungkin, Pak? Ruang operasi wajib steril. Mustahil ada orang yang diperbolehkan menemani pasien saat operasi” kilahnya yang sarat pengalaman.

Aku merutuk terus. 

“Sungguh, dok! Istriku yang temani aku. Bahkan dia berikan selimut ini!” secara spontan kuraih selimut yang menutupi badanku. Aku takjub. Motifnya seolah berubah yang awalnya bunga-bunga menjadi bergaris polos putih dan biru pudar. 

Dokter Cahyo menggeleng. Semua orang bingung dengan tetap terisak-isak. Ibuku yang sudah siuman memintaku untuk istigfar. Merasa semakin kacau, dr. Cahyo kemudian memastikan bahwa mungkin halusinasi itu datang dari reaksi obat bius. 

Dirinya lalu mengambil lipatan kertas dari sakunya. Dokter Cahyo bilang catatan lab ini ditemukan dekat dengan posisi Zubaidah jatuh. Bergetar, aku raih catatan yang merupakan laporan chek up DNA istriku. Sebuah tulisan cukup besar berwarna merah untuk kesekian kalinya menjungkalkan diriku ke dalam sesal yang kental, ‘POSITIF’.

Aku menggigil dalam pembaringan. Aku menyesal atas kondisiku sekarang. Hatiku berteriak memohon pada Tuhan untuk kembalikan penyakit itu. Dalam ketidakterimaan, aku gigih untuk coba bangun. Aku berharap bisa memeluk Zubaidah dan mencium keningnya. Tak peduli sakitnya. Cairan merah mulai merembes dari perban juga kateter. 

Sumpah kutak peduli. Semua cemas denganku. Akan tetapi tiba-tiba mata kami berpindah ke tubuh Zubaidah yang diam pucat. Sebuah dengkuran ringan disusul garis panjang layar detak jantung merebangkan lara dalam kamar ini.

***Selesai****

TENTANG PENULIS

Heri Haliling merupakan nama pena dari Heri Surahman seorang guru di SMAN 2 Jorong. Lahir di Kapuas, 17 Agustus 1990 karya-karya  yang telah ia telurkan antara lain:

1. Novel Perempuan Penjemput Subuh (PT Aksara Pustaka Media, 2024)

Baca Juga

IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 31, 2026
Kenangan yang terlupakan di cermin

Kehilangan Cinta Secara Karena Egois

Maret 27, 2026
Pria Yang Merindukan Prostatnya - 3af4026a 3188 4c03 877b 1e7107744298 | Cerpen | Potret Online

Emak Mananti Lebaran

Maret 23, 2026

2. Novlet Rumah Remah Remang (J-Maestro, 2024)

Nama FB                             : Heri Surahman

ADVERTISEMENT

IG                                        : Heri_Haliling

Email                                   : heri.surahman17@gmail.com

No Wa                                 : 083104239389

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 339x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 304x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 292x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 192x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Heri Haliling

Heri Haliling

Heri Haliling merupakan nama pena dari Heri Surahman. Beliau pengajar di SMAN 2 Jorong. Heri Haliling selain mengajar juga aktif menulis baik cerpen atau novel dalam aplikasi GWP atau Kwikku. Beberapa karyanya yang telah terbit antara lain: 1. Novlet Rumah Remah Remang, 2024 (J-Maestro). 2. Novel Perempuan Penjemput Subuh, menjadi juara 2 Sayembara Menulis Novel Guru dan Dosen Tahun 2024 (PT Aksara Pustaka Media). 3. Beberapa cerpennya telah termuat dalam media cetak dan digital seperti Balipolitika, Radar Utara, Radar NTT, Negeri Kertas.com, Kaltim Post, Kompasiana, dan Republika

Discussion about this post

Next Post
Pria Yang Merindukan Prostatnya - c9c05c19 9616 498c a409 2baebdc683c6 | Cerpen | Potret Online

Hancurnya Sebuah Kemewahan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com