Dengarkan Artikel
Fenomena dan budaya dua keluarga di atas menarik untuk dicermati dalam konteks pengelolaan Sampah. Bu Rubiah dengan kehidupan sederhananya telah memanfaatkan sumberdaya yang ada di sekelilingnya dengan baik. Dia sangat peduli lingkungan dan telah melakukan upaya pelestarian lingkungan sejak di rumah dalam keluarganya.
Bu Rubiah seorang ibu yang baik dan perempuan yang peduli dengan lingkungan.
Bu Rubiah telah berpartisipasi sebagai agen bersih lingkungan dengan memberikan pendidikan dan wawasan kepada keluarga, khususnya anak-anak mengenai lingkungan.
Pendidikan itu bisa dapat berupa pelajaran kepada mereka untuk tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu Bu Rubiah juga memberi contoh kepada publik secara aktif dalam pengelolaan sampah rumah tangga dengan cara memisahkan sampah rumah tangga berdasarkan jenisnya.
Ini membuktikan bahwa perempuan juga dapat berpartisipasi untuk mengurangi pencemaran lingkungan dengan berperan dalam menentukan produk rumah tangga yang ramah lingkungan. Dapat menjadi pendidik lingkungan atau ibu media edukasi pertama bagi anak-anak pendidikan dan penyadaran mengenai kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan pada anak-anak sejak dini.
📚 Artikel Terkait
Dari penerapan pola pengelolaan sampah dan pemilihan produk yang ramah lingkungan yang dilakukan dalam sebuah keluarga, anak akan ikut terbiasa dalam menjaga lingkungan. Jika nantinya kebiasaan dan kesadaran lingkungan mengakar dalam diri anak-anak, maka pada masa depan akan tercipta generasi yang peduli lingkungan.
Perempuan yang memiliki persepsi bahwa hubungannya dengan lingkungan adalah kuat dimana ia menganggap bahwa lingkungan akan mempengaruhi kehidupannya, maka ia akan berpartisipasi dalam kegiatan pengelolaan sampah.
Ternyata Bu Rubiah sebagai seorang perempuan peduli lingkungan telah dapat melalukannya dengan memisahkan sampah organik dan anorganik, sampah organik dapat dijadikan pupuk, sementara sampah anorganik dapat kita manfaatkan kembali menjadi barang yang lebih berguna,
Selain memisahkan sampah kita juga, juga dapat dilakukan recycle atau mendaur ulang kembali barang yang telah menjadi sampah seperti membuatnya menjadi kerajinan tangan yang memiliki nilai jual.
Sementara saat ini masih kita banyak ibu rumah tangga yang tidak peduli dengan pengelolaan sampah, dan masih sering membuang sampah di selokan atau ke sungai, bahkan di pinggir jalan, sehingga terjadi penumpukan sampah.
Para ibu rumah tangga seharusnya bisa memisahkan sampah-sampah rumah tangga tersebut untuk dijadikan pupuk, atau di daur ulang. Semoga akan lahir generasi-generasi yang peduli seperti Bu Rubiah, Karena Perempuan adalah Harapan.@
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





