• Latest

Suara Perempuan itu Terbayar di Udara

Februari 25, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Suara Perempuan itu Terbayar di Udara

Redaksiby Redaksi
Februari 25, 2025
Reading Time: 4 mins read
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Mila Muzakkar

(Puisi Esai ini dibuat sebagai bentuk dukungan pada Band Sukatani, sekaligus kritik pada penguasa yang anti kritik)


Lampu-lampu menyorot wajahnya,
Jilbab menutupi sebagian rambutnya,
suara lantang, membelah udara.

Mau bikin SIM bayar polisi
Ketilang di jalan bayar polisi
Touring motor gede bayar polisi
Angkot mau ngetem bayar polisi.
Aduh, kutak punya uang untuk bayar polisi.
“Bayar, bayar, bayar!

Panggung bergetar,
Penonton berteriak,
seperti gelombang yang menerjang, membawa amarah yang sudah lama terpendam.

Di antara mereka, mata-mata gelap mengintai.
Di sudut panggung, seseorang menekan tombol rekam.
Di balik layar, jari-jari sibuk menulis laporan.
Dan di suatu tempat, seseorang mengangguk pelan.
Besoknya, semua berubah.


Embun pagi baru saja menyapa,
di ruang kepala sekolah,
Dua kursi berhadapan.
Aisyah, vokalis Band yang juga guru itu duduk tegak, tak menunduk,
meski yang dihadapannya telah menyiapkan vonis.

“Anda guru, seharusnya memberi contoh yang baik.” Ucap kepala sekolah.

“Contoh apa, Pak? Berpakaian yang pantas, tidak menyinggung pihak tertentu?
“Saya hanya mengekspresikan pendapat lewat nyanyian,” jawab Aisyah.

Baca Juga

8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

Maret 30, 2026
Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Maret 16, 2026

“Tapi Anda seorang perempuan, juga guru. Di Panggung, Anda memperlihatkan aurat, ini contoh tidak baik bagi murid.”

Aisyah tetap duduk tegak.
Matanya tak berkedip.

“Anda sudah melampaui batas, melanggar etika sebagai pendidik. Mulai hari ini, Bu Aisyah tidak bisa lagi mengajar di sini.” Kepala sekolah naik pitam. Harga dirinya bagai diinjak oleh bawahannya. Vonis dijatuhkan.

Perempuan itu kini meradang.
Sorot matanya tajam.
kalimat kepala sekolah itu menusuknya lebih dari pemecatannya.
“Seorang perempuan tidak boleh menyuarakan kemarahan? Ada batasnya? Lantas, siapa yang berhak menentukan batasan?”

Tak ada jawaban.
Dinding-dinding sekolah hanya membisu.


Di kelas kini sunyi,
papan tulis tak lagi ia sentuh.
Iya guru favorit di sekolahnya.
Pada muridnya, ia mengajarkan keberanian berkata dalam kebenaran.

“Kenapa bu Aisyah sudah 2 hari nggak mengajar, Pak?” Salah satu muridnya mencari sang guru kesayangan.

“Anak-anak, bu Aisyah tidak mengajar lagi di sini.” Jawab Pak guru.

Ruang kelas seketika gaduh.
Anak-anak berseragam merah-putih itu saling berbisik, wajahnya penuh pertanyaan.
“Karena bu guru nyanyi ‘bayar, bayar bayar, ya Pak? Atau karena bu guru tampil di Panggung nggak pakai kerudung?”

Salah satu siswa dengan polos bersuara,
“Loh, memang kenapa kalau nyanyi begitu? Bu guru bener kok, aku pernah naik motor sama kakakku nggak pake helm, trus ditahan ppak polisi, trus kita kasi uang, trus kita dibolehin jalan deh.”

Kelas kembali gaduh.
Siswa-siswi itu seolah tak terima alasan gurunya dihilangkan.


Di negeri yang katanya demokratis ini, perempuan selalu diajari bagaimana berpakaian, bagaimana berjalan, bagaimana berbicara.
Tapi tidak diajari bagaimana bertanya, dan bagaimana melawan ketidakadilan.

Aisyah, kini berdiri di trotoar,
menatap poster bandnya yang mulai dicopot.

Ia tak ingin diam, tunduk, patuh.
Ia ingin terus menyuarakan kebenaran.
Tapi vonis dan hukum di negeri ini lebih keras dari batu karang.

Ia menyerah,
Permintaan maaf ia sampaikan di layar kaca,
Sebab tak ada pilihan lain,
Hashtaq #KaburAjaDulu belum mampu ia ikuti.

Tapi kebenaran adalah kebenaran,
Ia mutiara yang akan tampak meski tersembunyi di dalam gua.

Di jalanan, jutaan suara lantang menggema.
Ibu-ibu, mahasiswa, remaja, kelompok disabilitas, bersatu melawan penguasa yang zalim.
Mereka tak bisa dibungkam,
suara yang dipaksa diamakan kembali lebih nyaring.

ADVERTISEMENT

Dari balik layar kaca, Aisyah menyaksikan sambil tersenyum kecil.
Microfon tak lagi di tangannya,
tapi suaranya lebih nyaring dari sebelumnya.

Lagu itu terus bernyanyi.
menggema di udara,
memecah layar media sosial,
Tak ada yang mampu memadamkannya,
“Bayar, bayar, bayar!

Depok, 25 Februari 2025

Catatan
Puisi Esai ini dibuat dengan bantuan AI
(1) https://video.tribunnews.com/view/805486/resmi-dipecat-vokalis-band-sukatani-kini-ditawari-bupati-fahmi-pekerjaan-jadi-guru-di-purbalingga

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 363x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 322x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Affirmez la Survie

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com