• Latest
Suara Perempuan itu Terbayar di Udara - IMG 20250225 WA0009 | #Sukatani,#Fadli Zon | Potret Online

Suara Perempuan itu Terbayar di Udara

Februari 25, 2025
48d7d57b-a685-47a6-bf7f-8bf53ffac0d0

Membaca Konsep Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Membangun Budaya Literasi  di Aceh

April 19, 2026
332cedb5-e6db-41bf-947d-3c3b781b4b41

Benteng Tauhid dan Sauh Keselamatan: Menjangkar Makrifat di Dermaga Eskatologi.

April 19, 2026
file_00000000e608720b92fed92bd3c55b54

Bahaya Rekayasa Narasi Sesat yang Menimbulkan Permusuhan

April 19, 2026
file_000000007ff0720bbf683bd905ac60ed

Surat Untuk Anak Muda (2)

April 19, 2026
54306927-8436-4237-801f-5fda46d9c8c8

Dari Aceh ke Panggung Dunia: Muslim Amin, Ilmuwan Global Alumni USK

April 19, 2026
3a73ee9a-87d0-4bf2-aa52-0c77db8a9144

Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Prestasi Akademik: Tinjauan Psikologi dan Bukti Empiris

April 19, 2026
IMG_0839

Demokrasi Di Ujung Tanduk?

April 19, 2026
d6285489-5291-4630-bb73-f4e571585b61

‎Ghost in the Cell: Bukan Sekadar Horor Fiksi, Melainkan Realitas Pahit Ketidakadilan Sistem

April 19, 2026
Senin, April 20, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Suara Perempuan itu Terbayar di Udara

Redaksi by Redaksi
Februari 25, 2025
in #Sukatani,#Fadli Zon, Perempuan
Reading Time: 4 mins read
0
Suara Perempuan itu Terbayar di Udara - IMG 20250225 WA0009 | #Sukatani,#Fadli Zon | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Mila Muzakkar

(Puisi Esai ini dibuat sebagai bentuk dukungan pada Band Sukatani, sekaligus kritik pada penguasa yang anti kritik)


Lampu-lampu menyorot wajahnya,
Jilbab menutupi sebagian rambutnya,
suara lantang, membelah udara.

Mau bikin SIM bayar polisi
Ketilang di jalan bayar polisi
Touring motor gede bayar polisi
Angkot mau ngetem bayar polisi.
Aduh, kutak punya uang untuk bayar polisi.
“Bayar, bayar, bayar!

Panggung bergetar,
Penonton berteriak,
seperti gelombang yang menerjang, membawa amarah yang sudah lama terpendam.

Di antara mereka, mata-mata gelap mengintai.
Di sudut panggung, seseorang menekan tombol rekam.
Di balik layar, jari-jari sibuk menulis laporan.
Dan di suatu tempat, seseorang mengangguk pelan.
Besoknya, semua berubah.


Embun pagi baru saja menyapa,
di ruang kepala sekolah,
Dua kursi berhadapan.
Aisyah, vokalis Band yang juga guru itu duduk tegak, tak menunduk,
meski yang dihadapannya telah menyiapkan vonis.

“Anda guru, seharusnya memberi contoh yang baik.” Ucap kepala sekolah.

“Contoh apa, Pak? Berpakaian yang pantas, tidak menyinggung pihak tertentu?
“Saya hanya mengekspresikan pendapat lewat nyanyian,” jawab Aisyah.

“Tapi Anda seorang perempuan, juga guru. Di Panggung, Anda memperlihatkan aurat, ini contoh tidak baik bagi murid.”

Aisyah tetap duduk tegak.
Matanya tak berkedip.

“Anda sudah melampaui batas, melanggar etika sebagai pendidik. Mulai hari ini, Bu Aisyah tidak bisa lagi mengajar di sini.” Kepala sekolah naik pitam. Harga dirinya bagai diinjak oleh bawahannya. Vonis dijatuhkan.

Perempuan itu kini meradang.
Sorot matanya tajam.
kalimat kepala sekolah itu menusuknya lebih dari pemecatannya.
“Seorang perempuan tidak boleh menyuarakan kemarahan? Ada batasnya? Lantas, siapa yang berhak menentukan batasan?”

Tak ada jawaban.
Dinding-dinding sekolah hanya membisu.


Di kelas kini sunyi,
papan tulis tak lagi ia sentuh.
Iya guru favorit di sekolahnya.
Pada muridnya, ia mengajarkan keberanian berkata dalam kebenaran.

“Kenapa bu Aisyah sudah 2 hari nggak mengajar, Pak?” Salah satu muridnya mencari sang guru kesayangan.

“Anak-anak, bu Aisyah tidak mengajar lagi di sini.” Jawab Pak guru.

Ruang kelas seketika gaduh.
Anak-anak berseragam merah-putih itu saling berbisik, wajahnya penuh pertanyaan.
“Karena bu guru nyanyi ‘bayar, bayar bayar, ya Pak? Atau karena bu guru tampil di Panggung nggak pakai kerudung?”

Salah satu siswa dengan polos bersuara,
“Loh, memang kenapa kalau nyanyi begitu? Bu guru bener kok, aku pernah naik motor sama kakakku nggak pake helm, trus ditahan ppak polisi, trus kita kasi uang, trus kita dibolehin jalan deh.”

Kelas kembali gaduh.
Siswa-siswi itu seolah tak terima alasan gurunya dihilangkan.


Di negeri yang katanya demokratis ini, perempuan selalu diajari bagaimana berpakaian, bagaimana berjalan, bagaimana berbicara.
Tapi tidak diajari bagaimana bertanya, dan bagaimana melawan ketidakadilan.

Aisyah, kini berdiri di trotoar,
menatap poster bandnya yang mulai dicopot.

Ia tak ingin diam, tunduk, patuh.
Ia ingin terus menyuarakan kebenaran.
Tapi vonis dan hukum di negeri ini lebih keras dari batu karang.

Ia menyerah,
Permintaan maaf ia sampaikan di layar kaca,
Sebab tak ada pilihan lain,
Hashtaq #KaburAjaDulu belum mampu ia ikuti.

Tapi kebenaran adalah kebenaran,
Ia mutiara yang akan tampak meski tersembunyi di dalam gua.

Di jalanan, jutaan suara lantang menggema.
Ibu-ibu, mahasiswa, remaja, kelompok disabilitas, bersatu melawan penguasa yang zalim.
Mereka tak bisa dibungkam,
suara yang dipaksa diamakan kembali lebih nyaring.

Dari balik layar kaca, Aisyah menyaksikan sambil tersenyum kecil.
Microfon tak lagi di tangannya,
tapi suaranya lebih nyaring dari sebelumnya.

Lagu itu terus bernyanyi.
menggema di udara,
memecah layar media sosial,
Tak ada yang mampu memadamkannya,
“Bayar, bayar, bayar!

Depok, 25 Februari 2025

Catatan
Puisi Esai ini dibuat dengan bantuan AI
(1) https://video.tribunnews.com/view/805486/resmi-dipecat-vokalis-band-sukatani-kini-ditawari-bupati-fahmi-pekerjaan-jadi-guru-di-purbalingga

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Suara Perempuan itu Terbayar di Udara - IMG 20250225 WA0014 | #Sukatani,#Fadli Zon | Potret Online

Affirmez la Survie

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com