POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home keluarga

Fenomena Perceraian

Redaksi by Redaksi
Februari 22, 2025
in keluarga, Perceraian, Perempuan
0
Fenomena Perceraian - IMG 20250222 WA0002 | keluarga | Potret Online

Ilustrasi

#LombaMenulis, #Masalah Sosial, Literasi, Perempuan

Ketika Cinta Tak Lagi Biru

Oleh : Delia Rawanita

Suatu hari , sebut saja namanya Rani dengan memakai seragam PNS, dia melangkah pasti memasuki kantor Urusan Agama. Diraut wajahnya tercermin ketegaran hati yang sarat akan luka.

Di tangannya ada map berisi berkas pengaduan sebagai bahan pertimbangan Hakim dalam memutuskan perkara. Rani bukan satu satunya perempuan muda yang ingin menggugat cerai para suami, karena pada tahun 2024, total jumlah kasus perceraian di Aceh adalah mencapai lebih dari 7.103 kasus.

Baca Juga
  • 01
    Aceh
    DPPPA DAN PKK ACEH LAUNCHING PUSAT PEMBELAJARAN KELUARGA
    19 Mar 2018
  • 02
    #Perempuan Hebat
    Mengenal Junaida Santi, The Next Megawati
    06 Mei 2025

Itupun terdiri dari 5.585 gugat cerai dan 1.518 kasus cerai talak. Benarkah cinta kian memudar karena usia ? Sebenarnya banyak hal yang menjadi penyebab perceraian, usia pernikahan tidak menjamin sebuah hubungan langgeng.

Pernikahan dilalui dengan masa berpacaran juga bukan sebuah jaminan suatu pernikahan akan tetap awet selamanya. Perselisihan yang terjadi terus menerus secara berkepanjangan dapat menyebabkan percikan api yang siap membakar.

Baca Juga
  • Fenomena Perceraian - IMG_2212 | keluarga | Potret Online
    Aceh
    Suara dan Gerakan Kaum Perempuan Indonesia Yang Patut dan Harus Diperhitungkan
    16 Des 2024
  • Fenomena Perceraian - DB5649B5 183C 4A39 9F25 B17BC94D4D1C | keluarga | Potret Online
    # Gugat cerai
    Mengurai Angka Gugat Cerai di Aceh
    11 Mar 2025

Perubahan nilai-nilai sosial yang terjadi seperti meningkatnya kesadaran hak perempuan, perubahan peran laki-laki dan perempuan dalam sebuah keluarga dapat mempengaruhi keputusan pasangan untuk bercerai.

Hebatnya sejak semakin meningkat kesadaran hak perempuan, membuat para perempuan lebih berani untuk mengambil keputusan bercerai jika mereka merasa tidak bahagia dalam masa pernikahan.

Baca Juga
  • Fenomena Perceraian - de621aad 499f 4058 a0d4 fbcc23073f59 | keluarga | Potret Online
    Buku
    Bacaan Menjelang Lebaran.
    26 Mar 2025
  • 02
    Bidik
    Potret Ketangguhan Kaum Perempuan
    27 Okt 2016

Demikian juga jika lemahnya institusi dalam keluarga dapat membuat pasangan lebih mudah untuk bercerai karena tidak mampu mengelola konflik dan merasa pasangan tidak memiliki dukungan yang cukup dalam mempertahankan pernikahan.

Disadari bahwa perceraian dapat memiliki dampak yang negatif pada anak-anak dan keluarga. Namun perempuan lebih memilih hidup nyaman tanpa tekanan lahir batin dari pasangan hidup, maka para perempuan lebih memberanikan diri untuk hidup mandiri dan ikut berjuang membesarkan anak anaknya secara sukarela.

Menyikapi fenomena kasus perceraian di Aceh kiranya masyarakat juga perlu berperan aktif dalam mengatasi masalah perceraian ini. Masyarakat dapat membuat program program yang mendukung keluarga dan pernikahan, seperti program konseling dan mediasi untuk pasangan yang mengalami masalah.

Diharapkan dengan demikian perceraian di Aceh dapat dikurangi dan keluarga dapat menjadi lebih harmonis dan bahagia. Perceraian bukanlah solusi yang tepat untuk mengatasi masalah dalam pernikahan. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk memperkuat institusi dalam keluarga dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya komitmen dalam mempertahankan pernikahan.

Perceraian di usia muda dalam beberapa tahun terakhir, telah mengalami perubahan yang signifikan. Kasus perceraian disebabkan oleh masalah ekonomi, perselingkuhan menjadi tranding. Penyebab perselingkuhan dapat terjadi antara lain:

Pertama, kurangnya komunikasi antar pasangan akan menyebabkan tidak ada kenyamanan hingga orang lain akan mencari pasangan yang dianggap nyaman untuk bertukar pikiran dan mencari kepuasan di luar hubungan

Kedua, kurangnya kepercayaan suami kepada istri atau sebaliknya menimbulkan rasa tidak dihargai.Hal ini akan menyebabkan salah satu pasangan mencari kenyamanan diri di luar hubungan

Ketiga, pengaruh media sosial berdampak buruk untuk pasangan yang rapuh dan terpengaruh gaya hidup. Sehingga terpedaya mencari pemuasan nafsu di luar hubungan hal tersebut di atas adalah anta lain penyebab berakhir bahtera rumah tangga. Sayangnya perkawinan yang dibangun atas dasar cinta dan kasih sayang kini semua tinggal kenangan.

Tags: #LombaMenulis#Masalah SosialLiterasiPerempuan
Previous Post

Perempuan: Antara Peran, Stigma, dan Realita Kepemimpinan

Next Post

Jajak Pendapat #KaburAjaDulu

Next Post
Fenomena Perceraian - ilustrasi polling atau survey | keluarga | Potret Online

Jajak Pendapat #KaburAjaDulu

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah