Dengarkan Artikel
Maka dalam setiap bencana yang menghilangkan harta benda, bantuan masa panik selalu menjadi harapan. Oleh sebab itu, idealnya mereka bisa dibantu secara optimal.
Sayangnya, pada setiap terjadi musibah bencana alam seperti tsunami Aceh, erupsi gunung Merapi atau Semeru dan lain-lain, nurani kita sering terusik kala menyaksikan banyak kasus penjarahan terhadap korban terdampak bencana seperti di Semeru di Lumajang. Betapa sedihnya hati ketika membaca berita yang sangat tidak diharapkan terjadi. Kita pasti akan berkata, wah! tega sekali mereka. Orang-orang kehilangan nurani telah semakin hilang naluri kemanusiaan mereka, hilang nurani hingga menjarah harta benda orang-orang yang sedang mengalami musibah. Wajar kalau kita betanya, tidakkah mereka memiliki hati nurani?
Padahal, sebagaimana kita ketahui orang pasti akan merasa sedih melihat atau menyaksikan suatu daerah atau wilayah dilanda bencana alam, seperti banjir atau bencana lainnya. Bukan hanya atau sekadar sedih, tetapi tergerak hati untuk membantu sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
Kasus penjarahan harta benda masyarakat korban dan terdampak bencana erupsi Semeru atau kala bencana tsunami dahulu, sangat kita sesalkan dan sangat memalukan. Kasus-kasus buruk seperti ini tidak boleh terjadi, apalagi di tengah masyarakat Indonesia yang toleran, suka membantu dan suka bergotong royong menolong orang-orang yang dihempas atau dilanda musibah.
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





