POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Jejak Waktu dan Cinta yang Tinggal

Sindi HazirahOleh Sindi Hazirah
February 24, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Masyarakat terlalu menyepelekan mimpi seorang wanita.

“Kamu itu perempuan. Harus jadi istri yang patuh, ngapain kerja pagi pulang malam ninggalin rumah, mau suami kamu selingkuh?”

Jamila sering mendengar teguran tak masuk akal itu yang disampaikan tetangganya kepada salah satu wanita karir di kampungnya, Citra namanya. Perempuan hebat, bisa mengurus rumah, dirinya sendiri, suami, dua anak dan pekerjaan sekaligus tanpa banyak omong. Sementara orang yang mengkritik hanya duduk di rumah, ongkang-ongkang kaki, berbicara omong kosong, pekerjaan rumah di tinggal, anak tidak terlalu di pedulikan.

Jamila hanya bingung dengan pemikiran orang-orang yang katanya sih sudah ‘dewasa’. Secara umur dan fisik, memang benar. Namun, pemikiran mereka jauh masih tertinggal dibandingkan anak-anak zaman sekarang yang mereka bilang generasi hancur.

“Mas minta maaf ya kalau selama ini nggak bisa kasih kamu banyak. Kamu tau sendiri gaji mas cuma bisa buat makan kita sehari-hari. Bahkan untuk skincare kamu pun, mas nggak bisa beli,” ucap Akbar yang kini duduk di samping Jamila di bangku taman kota. Mereka menatap langit biru yang bersih dari awan. Matahari bersinar hangat, tidak terik, tidak juga mendung, cuaca hari ini sangat pas untuk berduaan saja.

Jamila tidak langsung menjawab, menunduk, menatap lanyard kw yang diberikan suaminya. Bibirnya terangkat memunculkan senyum indah dengan mata berkaca-kaca. “Gapapa kok mas. Aku udah nggak mikirin apapun lagi selain kamu sama Arya. Cukup jadi istri dan ibu yang baik aja diusia ini, aku udah berdamai dengan keadaan.”

📚 Artikel Terkait

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

RENUNGAN DIRGAHAYU RI KE 72 TAHUN (Kerinduan Akan Ulama Berjiwa Pemimpin)

METODE ATAU SISTEM YANG PERLU DI KAJI ULANG?

Ar-Razi: Lentera di Tengah Gelombang

Tidak sepenuhnya bohong, Jamila benar dengan apa yang ia sampaikan. Ia hanya ingin menghabiskan waktu menjadi ibu dan istri yang baik, dia lelah menyesali banyak hal, cukup jalani saja apa yang telah terjadi. Tak ada salahnya mengubah mimpi.

“Aku belum pernah nanya. Emang cita-cita kamu dulu mau jadi apa?” tanya Akbar menatap tepat pada mata indah istrinya. Melihat sejuta masa depan yang tertanam karena kehilangan kesempatan. Akbar cukup menyesal, tetapi tidak tahu cara menunjukkan.

“Waktu SD aku kepengen jadi guru, tapi pas SMP aku mulai tertarik jadi wanita kantoran yang sibuk mikirin deadline pekerjaan dengan selalu pakek pakaian yang kayak kamu kasih ke aku ini, mas. Sampai sekarang, aku masih suka kok.”

“Belum terlambat, sayang. Masih ada waktu, umur kamu masih muda, masih bisa ngejar cita-cita.”

Jamila menggeleng pelan. “Aku yang nggak mau lagi. Aku udah punya anak, mas. Aku nggak sehebat kak Citra yang bisa ngurus segalanya. Aku udah bahagia kayak gini, sekarang giliran kamu aja. Aku bakal dukung kamu untuk maju, gimana?”

Akbar semakin erat menggenggam tangan Jamila. Merasakan debaran jantung yang tak biasa. Tiga tahun menikah, yang dahulu ia pikir tanpa cinta ternyata salah. Semakin lama menghabiskan waktu dengan Jamila, dia makin sayang kepada istrinya ini, semakin tak ingin meninggalkan, tetapi begitu berat melihat Jamila harus merelakan mimpi-mimpi indahnya hanya untuk mengurus rumah tangga.

Seorang perempuan juga berhak punya mimpi. Kalimat itu seolah menohok Akbar untuk sadar kala itu, dua minggu lalu ketika ia membaca salah satu postingan di sosial media yang bergerak di bidang ‘woman content‘. Saat itu Akbar langsung mengingat Jamila, teman satu kampung yang telah menjadi istrinya.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 140x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 128x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 92x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share10SendShareScanShare
Sindi Hazirah

Sindi Hazirah

Lahir di desa Meugit, Ujung Rimba, Pidie Aceh. Lulusan SMA N 1 Mutiara, Beureunun yang bercita-cita ingin menjadi penulis yang karyanya dikenal dengan nama baik selama berabad-abad. Layaknya William Shakespeare yang terkenal dengan karya Romeo and Juliet, karya fenomenal yang hampir semua orang di dunia tahu tentang karyanya. Benar-benar legenda.

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
165
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Nyi Ageng Serang: Bara di Tanah Jawa

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00