Dengarkan Artikel
Umur Akbar juga masih 22 tahun, mereka sebaya, walau selisihnya hanya dua bulan karena Jamila lahir di bulan April dan suaminya di bulan Februari. Akbar belum matang secara pikiran, ekonomi, agama dan segala-galanya. Masih pemuda yang ingin bebas bersuka cita di luar sana dengan sejuta impian, tetapi juga harus merelakan semua karena perjanjian orang tua mereka.
Kini, Akbar bekerja di salah satu toko grosir di kota tempat tinggal mereka. Dengan gaji UMR yang kadang cukup kadang tidak menghidupi mereka bertiga. Namun, mau dikata apa lagi, semuanya sudah usai.
Setidaknya itu yang Jamila pikirkan sampai hari ulang tahunnya tiba.
📚 Artikel Terkait
“Sayang, ini hadiah buat kamu. Dipakek ya, Arya aku titip ke mama dulu, kita jalan-jalan berdua.”
Belum pernah terjadi selama tiga tahun usia pernikahan mereka. Akbar sangat cuek, walaupun kadang memberi perhatian kecil tanpa diminta, bukan tipe orang yang bisa memperlihatkan kasih sayang secara gamblang. Jamila tahu dan dia tidak meributi hal demikian.
Satu set pakaian kantor, dengan hijab tentu saja. Tak lupa lanyard yang berisi kartu yang mungkin saja diprint di tukan fotokopi bertuliskan nama lengkap Jamila, seperti model lanyard milik temannya yang kini bekerja di kantor.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





