• Latest
Sungai Yang Meminta Kedatangan - A wide and long river divided by a dam next to a city center | Jalan-jalan | Potret Online

Sungai Yang Meminta Kedatangan

Februari 20, 2025
Sungai Yang Meminta Kedatangan - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Jalan-jalan | Potret Online

Geopolitik Empati: Bagaimana Kekuasaan Menentukan Siapa yang Boleh Menderita

April 1, 2026
IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Sungai Yang Meminta Kedatangan - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Jalan-jalan | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Sungai Yang Meminta Kedatangan - A wide and long river divided by a dam next to a city center | Jalan-jalan | Potret Online

Sungai Yang Meminta Kedatangan

Heri Haliling by Heri Haliling
Februari 20, 2025
in Jalan-jalan
Reading Time: 14 mins read
0
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Tebakan Pak Prehatin beralasan manakala keesokan paginya sekitar pukul 9, sebanyak 3 orang berpakaian rapi khas orang kaya berjalan menuju arah rumahnya. Sudah seperti yang lalu-lalu, Pak Prehatin yang merokok di emperan tanpa baju itu pun sangat mahfum dengan hal beginian.

“Sepuluh juta semoga cukup ya, Pak?” kata satu orang perempuan berwajah dingin berkacamata hitam.  Di belakangnya, dua pria muda yang Pak Prehatin yakini merupakan anak dari perempuan itu tampak gagah dengan setelan hem hitam.

Perempuan itu lalu memperlihatkan  derai air mata yang mengurai turun. Mengenakan kaos tangan lateks hitam, perempuan itu menyeka tangisnya. Dua orang di belakang dengan segera menempelkan satu tangan yang juga bersarung hitam itu untuk menenangkan sang bunda. Dari pandangan Pak Prehatin semakin yakinlah bahwa orang kaya di depannya itu sungguh menjaga wibawanya. Mungkin tak sudi bagi mereka untuk terjangkit penyakit atau kotoran lingkungan sekitar. Mau risih juga susah melihat tingkah mereka yang sedikit sinis dalam membaca keadaan kekumuhan ini.

“Kalau boleh tahu mengapa suami Anda nekad begitu?”

“Depresi karena kebangkrutan perusahaan, Pak?” timpal salah satu pria.

Si pria muda segera membuka koper. Tampak deretan rapih dan wangi lembaran ratusan ribu. Bergepok-gepok malahan.

“Saya tidak bermaksud lancang. Tapi alangkah baiknya bapak cek di dalam saja. Apakah uang ini kurang atau cukup.”

Melihat gesture ketiganya yang benar-benar alergi dengan debu dan udara sekitar sini sungguh konyol jika malah makin dalam memamerkan kemiskinan Pak Prehatin.

“Cukup, Mas. Saya percaya. Taruh di dalam saja. Maaf, ruangannya berantakan.”

Pria muda tersenyum kecil lalu masuk ke dalam rumah untuk menaruh koper.

Pak Prehatin kemudian mengucapkan terima kasih beriring dengan langkah pergi ketiga tamu spesialnya. Sesuai janjinya, siang ini Pak Prehatin akan langsung menyisir sungai untuk menemukan jasad Pak Birma, suami dari perempuan yang menangis tersebut.

Merambat siang sambil melajukan sampan, Pak Prehatin memikirkan Kinong yang belum pulang. Mungkin dia bermain bola saat ini, gumamnya. Melarung sejenak dalam khayalan, uang banyak itu tentunya mampu untuk membuat Kinong beli sepeda baru. Yah selama ini putranya itu hanya berjalan saja saat ke sekolah. Tak lama pikirannya malah digelayuti kembali oleh kejadian malam tadi. Perkelahian antar kelompok kerap juga Pak Prehatin temui. Pengejaran polisi atas pelaku copet juga pernah. Memang intinya bendungan ini seolah menjadi medan magnit dan sungai di sini adalah penari pemikatnya untuk solusi  dari perselisihan batin atau antar sesama. Sementara malam tadi walau tak pernah,  Pak Prehatin yakin itu suara tembakan.  Belum selesai dia membuat deduksi-deduksi recehnya tiba-tiba sampannya malah membentur sesuatu. Matanya yang semula terhanyut kosong ke depan coba ia turunkan pandang. Pak Prehatin setengah berjingkat.

Baca Juga

Sungai Yang Meminta Kedatangan - ee438e74 f736 4756 8ffe 13d438513ec5 | Jalan-jalan | Potret Online

Di Jalan Pulang

Oktober 15, 2025
Sungai Yang Meminta Kedatangan - IMG_2154 1 scaled | Jalan-jalan | Potret Online

Sabang: Daerah Wisata, Jalur Free Port dan Harapan Baru

Agustus 21, 2025

HABA Si PATok

Mei 13, 2025

Sesosok mayat  pria cukup tambun yang masih mengenakan pakaian safari dengan warna kulit pucat menyembul tenggelam dan membenturi sampan. Pak Prehatin memperhatikan dengan saksama, pelipis kirinya tampak berlubang dengan diameter seukuran kelereng. Ciri lain ia cocokkan dengan keterangan si wanita. Benar, ini jasad Pak Birma, batin Pak Prehatin yakin. Merasa mayat itu yang dimaksudkan, segera ia ambil tali dan mengikatnya pada bagian dada. Sampan lalu mengarah ke pinggiran. Merasa di tepi adalah tempat yang terjangkau untuk jejakan dalam menaikkan mayat ke sampan, Pak Prehatin cepat terjun. Beginilah jika tidak ada Kinong. Beda sekali. Mengangkut beginian sudah pasti bisa di depan bendungan dengan bantuannya.

Bersusah payah Pak Prehatin berenang dan lebih tampak berdansa dengan jenazah. Pak Prehatin merangkul punggung mayat itu. Sebuah jeroan otak tiba-tiba melongsor turun dan menyirami wajahnya.

Sialan, umpatnya menahan anyir dan muntah. Pak Prehatin perhatikan ternyata kepala bagian belakang  mayat tampak rongga besar seukuran bola kasti. Pasti ini hasil putaran proyektil.

Cuuhh!!!! Pak Prehatin membuang ludah berharap sisa kelenjar otak itu keluar dari mulutnya. Pada akhirnya dengan lenguhan berat, mayat itu berhasil naik ke sampan.

ADVERTISEMENT

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 361x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 355x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 320x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 268x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 214x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Page 3 of 5
Prev12345Next
SummarizeShare235Tweet147
Heri Haliling

Heri Haliling

Heri Haliling merupakan nama pena dari Heri Surahman. Beliau pengajar di SMAN 2 Jorong. Heri Haliling selain mengajar juga aktif menulis baik cerpen atau novel dalam aplikasi GWP atau Kwikku. Beberapa karyanya yang telah terbit antara lain: 1. Novlet Rumah Remah Remang, 2024 (J-Maestro). 2. Novel Perempuan Penjemput Subuh, menjadi juara 2 Sayembara Menulis Novel Guru dan Dosen Tahun 2024 (PT Aksara Pustaka Media). 3. Beberapa cerpennya telah termuat dalam media cetak dan digital seperti Balipolitika, Radar Utara, Radar NTT, Negeri Kertas.com, Kaltim Post, Kompasiana, dan Republika

Baca Juga

Sungai Yang Meminta Kedatangan - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Jalan-jalan | Potret Online
Artikel

Geopolitik Empati: Bagaimana Kekuasaan Menentukan Siapa yang Boleh Menderita

April 1, 2026
IMG_0573
Sejarah

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Next Post
Sungai Yang Meminta Kedatangan - IMG 20250220 WA0016 | Jalan-jalan | Potret Online

Manajemen Demokrasi

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com