POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Pujian Penebas Leher

Akmal Nasery BasralOleh Akmal Nasery Basral
February 19, 2025
Tags: Pujian
Pujian Penebas Leher
🔊

Dengarkan Artikel

SKEMA
(Sketsa Masyarakat)


Akmal Nasery Basral*

1/
Ketika seorang pemimpin yang baru berkuasa memuji setinggi langit pemimpin yang digantikannya, apa yang sebenarnya terjadi? Ada beberapa kemungkinan.

Pertama, kekaguman tulus atas pencapaian pemimpin sebelumnya. Kedua, ekspresi terima kasih atas warisan kepemimpinan yang memudahkan melanjutkan program selanjutnya. Ketiga, bentuk manipulasi sosial-psikologis atas kondisi—meminjam istilah psikolog Harriet Braiker—“kedangkalan pesona” ( superficial charm) yang diterima penerima pujian dan membuat pemberi pujian rikuh mengatakan yang sebenarnya sehingga memilih untuk mengatakan ‘apa yang ingin didengar’ oleh penerima pujian. Keempat, manipulasi psikologis bernuansa ekonomis-transaksional seperti ungkapan bahasa Inggris “ paying someone with a compliment” karena sang pemberi pujian mendapatkan jabatannya dengan bantuan dari orang yang dipujinya.

Penelitian masyhur tentang pujian yang dilakukan Naomi Grant, guru besar psikologi Mount Royal University, Kanada, pada 2010, menunjukkan bahwa 79 persen penerima pujian akan suka rela memberikan bantuan kepada pemberi pujian. Itu untuk konteks dunia pendidikan (baca: nonpolitik).

Bayangkan dunia politik yang penuh kepentingan tersembunyi dan terang-terangan untuk meraih kekuasaan, bisa dipastikan tingkat “kesukarelaan memberikan bantuan” akan lebih tinggi dari 79%. Maka akan terjadi hiperinflasi pujian saat para politisi saling memuji, sementara kondisi lapangan jauh panggang dari api. Tak sesuai kenyataan dengan manisnya pujian.

Gandrung terhadap pujian juga menunjukkan gejala grandiose narcissism , rasa cinta terhadap diri sendiri yang terlalu muluk, dengan melebih-lebihkan keberadaan, martabat, dan kontribusi seseorang yang sejatinya tidak sehebat dalam pujian.

📚 Artikel Terkait

Bayang-Bayang Perang Dunia Ketiga dan Tanggung Jawab Kemanusiaan Kita

Ekopolitik Neurokultur

Papua Yang Luka dan Melahirkan Puisi

Mimpi Imajinasi

Tersebab itu untuk urusan tanggung jawab pemimpin kepada publik, Santo Agustinus dari Hippo yang hidup di abad kelima Masehi pernah mengingatkan para penguasa dan pemuka agama bahwa, “Dalam melakukan apa yang seharusnya kita lakukan, kita tidak pantas mendapat pujian, karena itu adalah tugas kita.”

Dalam mahfuzat bahasa Arab ada ungkapan sejenis yang menyatakan “la syukran ‘ala wajib (لا شكر على واجب)” yang bermakna tak diperlukan terima kasih untuk sebuah kewajiban. Misalkan ada seseorang yang menyampaikan terima kasih kepada seorang pemimpin (bupati, gubernur, presiden atau CEO) atas kerja kerasnya melaksanakan tugas, maka sang pemimpin cukup menjawab “la syukran ‘ala wajib”. Don’t thank me, it’s my duty.

2/
Pujian orang tua terhadap anak mereka yang belajar dengan keras, atau pujian seorang atasan kepada anak buahnya yang mampu mencapai target kerja tertentu, bersifat organik seperti ketika seseorang mendapatkan makanan di kala lapar atau minuman ketika haus. Hasilnya muncul energi lanjutan untuk berbuat lebih baik lagi.

Namun pujian memiliki mata pedang tersembunyi jika digunakan sebagai manipulasi psikologis atau sekadar basa-basi sosial yang tak sesuai realita. Hasilnya akan muncul arogansi dan keyakinan semu dari penerima pujian tentang kehebatan dirinya. Ini yang sangat dikhawatirkan Nabi Muhammad ﷺ ( peace be upon him) terjadi pada umat manusia.

Maka ketika beliau ﷺ (pbuh) mendengar seorang sahabat memuji sahabat lain secara terbuka, komentarnya adalah “ Waihaka! Qata’ta ‘unuqa shahibika ”. Celaka! Engkau telah menebas leher kawanmu. (Shahihain, HR Bukhari #6061 dan HR Muslim #3000). Dalam hadits yang lain, Rasulullah memerintahkan para sahabat untuk “melemparkan debu ke wajah orang yang suka memuji” (HR Muslim #3002).

Sifat dasar pujian itu adalah melenakan, memabukkan, membuat lalai. Apalagi pujian dalam aroma parfum kekuasaan. Maka, pemimpin yang baik dan mengerti hakikat kekuasaan (sementara) yang sedang dijabatnya tak akan umbar pujian. Pun pemimpin yang baru turun jabatan tak akan mudah bungah menerima pujian.

Mereka harus belajar, dan terus belajar, untuk mengatakan dengan tulus dan rendah hati. “ Don’t thank me, it’s my duty.” La syukran ‘ala wajib.

19 Februari 2025

*Penerima Anugerah Sastra Andalas 2022 kategori Sastrawan/Budayawan Nasional

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Tags: Pujian
Akmal Nasery Basral

Akmal Nasery Basral

Akmal Nasery Basral adalah mantan redaktur film _Tempo_ (2004 – 2010) dan _Gatra_ (1994 – 1998), penulis 26 buku, termasuk novel _Nagabonar Jadi 2_ (2007) dan _Sang Pencerah_ (2010) Penerima Anugerah Sastra Andalas 2022 kategori Sastrawan/Budayawan Nasional, penerima Anugerah Penulis Nasional SATUPENA 2021 kategori fiksi

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
KaburAjaDulu “Bila Perlu Tak Usah Pulang”

KaburAjaDulu "Bila Perlu Tak Usah Pulang"

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00