POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Khasiat Tempe Mentah

Siti HajarOleh Siti Hajar
February 18, 2025
Tags: #Masalah Sosial

Ilustrasi

🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Siti Hajar

Iseng saya membuat jajak pendapat melalui status whatspp tentang tempe. Saya membuat pertanyaan sebagai berikut, apakah efek memakan tempe mentah? Berawal dari rasa penasaran apakah boleh atau baikkah mengkonsumsi tempe yang tanpa dimasak terlebih dahulu.

Seperti kita ketahui bahwa tempe adalah produk makanan yang kaya protein nabati ini dibuat dari fermentasi kacang kedelai atau kacang kuning yang sudah direbus ditambahkan ragi tempe dan kemudian disimpan. Setelah itu tumbuhlah jamur putih yang menyelimuti kacang kedelai tadi. Inilah yang kemudian dinamakan tempe.

Pengetahun saya sebelumnya tentang kedelai yang merupakan bahan dasar pembuat tempe adalah ia tidak bisa dikonsumsi jika tanpa perlakukan panas terlebih dahulu. Proses pemanasan ini bisa dengan direbus, dikukus atau digoreng.

Dalam proses pembuatan tempe ada langkah perebusan terlebih dahulu, makanya tempe bisa langsung dimakan tanpa ada perlakuan terlebih dahulu. Walau rasanya tidak selezat tempe goreng terutama yang sudah ditambahkan tepung semisal tempe mendoam atau bahkan tempe bacem yang sudah dimasak dengan tambahan bumbu-bumbu dasar perdapuran. Alamak gurihnya tiada tara.

kembali ke hasil dari jajak pendapat kecil-kecil yang saya lakukan. Ada beberapa jawaban yang menguatkan hipotesa awal saya, dimana tempe tidak masalah jika dimakan mentah.

Jawaban pertama saya dapatkan dari teman saya seorang laboran yang sepertinya pernah melakukan uji coba atau praktikum tentang perkecambahan, dia mengatakan bahwa si tempe ini jika dimakan mentah maka kacangnya akan tumbuh. Ha ha ha … saya langsung ngakak membaca jawaban ini.

Saya langsung membals pesannya dengan emot horor. Seram enggak sih setelah kita makan tempe mentah, eh malah kacangnya akan tumbuh di dalam perut kita. Ini persis ketakutan saat kita kecil dulu setelah makan semangka dan ketelan bijinya, khawatir besoknya di kepala sudah tumbuh tanaman semangka. Tentu saat kita kecil dulu ini sangat mengerikan.

📚 Artikel Terkait

Mengapa Demo Besar Rakyat Itali Menuntut Pengakuan Palestina Merdeka

Muntah Oleh Borok Korupsi

Ramadan Untuk Leuser

Ngopi di Solong JePe Riverwalk Pada Suatu Pagi

Teman saya yang lain sepertinya pernah sakit perut dan mencret setelah makan tempe mentah pada malam harinya. Ia menjawab, diare kak. Mengetahui jawaban ini, saya langsung teringat kasus orang-orang yang laktosa intoleran–orang yang minum susu kemudian akan mengalami diare. Ini masuk akal karena tempe mengandung banyak bakteri yang dari hasil penelitian juga mengatakan bahwa bakteri pada tempe tergolong probiotik.

Bakteri ini baik untuk organ pencernaan. Namun, bagi yang sebelumnya belum pernah makan tempe mentah, bakteri yang di dalam saluran pencernaan syok karena ada pendatang baru.

Teman saya yang lain mengirim tangkapan layarnya yang memuat artikel tentang bahaya makan tempe mentah karena dapat memicu kanker. Dari semua jawaban ini yang paling membuat saya syok.

Karena, setelahnya saya juga menerima jawaban yang sama ternyata ini jauh lebih berbahaya bagi seseorang yang sedang menderita kanker dan juga orang dengan riwayat pernah menderita sakit kanker.
Jawaban santai teman dekat saya yang lain, enggak apa-apa, Kak.

Karena kacang kedelai yang sebelumnya sudah dimasak Insyaallah tidak akan membawa efek buruk pada tubuh kita. Dalam sebuah bahasan dari ustaz Zaidul Akbar pernah mengatakan tempe mentah bagus dimakan berserta dengan kurma. Ini lebih sehat dibandingkan dengan tempe goreng tentunya. Demikian menurutnya. Yes, I’am agree.

Teman saya yang berdomisili di pulau Jawa menjawab lebih masuk akal menurut saya. Mungkin berdasarkan pengalaman, beliau mengatakan bahwa tempe mentah bagus untuk kesehatan pencernaan karena mengandung probiotik.

Namun ini juga harus dilihat kadar atau jumlah yang kita konsumsi perhari harus ada aturannya. Beliau juga menyebutkan bahwa tempe mentah ini ada dalam JSR (Jurus Sehat Rasulullah) yang dipelopori dr. Zaidul Akbar. Sebagai informasi tambahan beliau juga mengatakan bahwa tempe malah tidak baik jika dimasak karena sebagian besar proteinnya akan rusak, bakteri baik pun mati. Perlakuan pada tempe seperti dikukus juga dapat menghilangkan sebagian besar proteinnya.

Walaupun demikian teman saya ini mengatakan tidak disarankan untuk yang memiliki riwayat kanker. Ini erat kaitannya dengan kedelai dari GMO (Genetic Modified Organism) atau produk pangan dari hasil rekaya genetik. Ini yang paling berbahaya.

Guys, untuk kelanjutannya Insyaallah akan saya tulis khusus tentang GMO ini. Teman-teman yang senang dengan tempe mentah, mohon untuk mengkaji lebih dalam efek baik dan buruknya. Satu yang pasti bahan makanan yang harganya kian meningkat ini jangan dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan. Karena sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog saya ini.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Tags: #Masalah Sosial
Siti Hajar

Siti Hajar

Siti Hajar adalah seorang perempuan lahir di Sigli pada 17 Desember. Saat ini tinggal di Banda Aceh dan bekerja sebagai tenaga kependidikan di Fakultas Pertanian USK. Menggemari dunia literasi karena baginya menulis adalah terapi dan cara berbagi pengalaman. Beberapa buku yang sudah cetak, di antaranya kumpulan cerpen, “Kisah Gampong Meurandeh” Novel, Sophia dan Ahmadi, Patok Penghalang Cinta, Beberapa novel anak, di antaranya The Spirit of Zahra, Mencari Medali yang Hilang, Petualangan Hana dan Hani. Ophila si Care Taker. Dan buku Non Fiksi, Empati Dalam Dunia Kerja (Bagaimana Menjadi Bos dan karyawan yang Elegan) Ingin berkomunikasi lebih lanjut bisa menghubungi nomor WhatsApp 085260512648. Email: sthajarkembar@gmail.com

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Memintal Kehidupan

Memintal Kehidupan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00