Dengarkan Artikel
Oleh Siti Hajar
Iseng saya membuat jajak pendapat melalui status whatspp tentang tempe. Saya membuat pertanyaan sebagai berikut, apakah efek memakan tempe mentah? Berawal dari rasa penasaran apakah boleh atau baikkah mengkonsumsi tempe yang tanpa dimasak terlebih dahulu.
Seperti kita ketahui bahwa tempe adalah produk makanan yang kaya protein nabati ini dibuat dari fermentasi kacang kedelai atau kacang kuning yang sudah direbus ditambahkan ragi tempe dan kemudian disimpan. Setelah itu tumbuhlah jamur putih yang menyelimuti kacang kedelai tadi. Inilah yang kemudian dinamakan tempe.
Pengetahun saya sebelumnya tentang kedelai yang merupakan bahan dasar pembuat tempe adalah ia tidak bisa dikonsumsi jika tanpa perlakukan panas terlebih dahulu. Proses pemanasan ini bisa dengan direbus, dikukus atau digoreng.
Dalam proses pembuatan tempe ada langkah perebusan terlebih dahulu, makanya tempe bisa langsung dimakan tanpa ada perlakuan terlebih dahulu. Walau rasanya tidak selezat tempe goreng terutama yang sudah ditambahkan tepung semisal tempe mendoam atau bahkan tempe bacem yang sudah dimasak dengan tambahan bumbu-bumbu dasar perdapuran. Alamak gurihnya tiada tara.
kembali ke hasil dari jajak pendapat kecil-kecil yang saya lakukan. Ada beberapa jawaban yang menguatkan hipotesa awal saya, dimana tempe tidak masalah jika dimakan mentah.
Jawaban pertama saya dapatkan dari teman saya seorang laboran yang sepertinya pernah melakukan uji coba atau praktikum tentang perkecambahan, dia mengatakan bahwa si tempe ini jika dimakan mentah maka kacangnya akan tumbuh. Ha ha ha … saya langsung ngakak membaca jawaban ini.
Saya langsung membals pesannya dengan emot horor. Seram enggak sih setelah kita makan tempe mentah, eh malah kacangnya akan tumbuh di dalam perut kita. Ini persis ketakutan saat kita kecil dulu setelah makan semangka dan ketelan bijinya, khawatir besoknya di kepala sudah tumbuh tanaman semangka. Tentu saat kita kecil dulu ini sangat mengerikan.
📚 Artikel Terkait
Teman saya yang lain sepertinya pernah sakit perut dan mencret setelah makan tempe mentah pada malam harinya. Ia menjawab, diare kak. Mengetahui jawaban ini, saya langsung teringat kasus orang-orang yang laktosa intoleran–orang yang minum susu kemudian akan mengalami diare. Ini masuk akal karena tempe mengandung banyak bakteri yang dari hasil penelitian juga mengatakan bahwa bakteri pada tempe tergolong probiotik.
Bakteri ini baik untuk organ pencernaan. Namun, bagi yang sebelumnya belum pernah makan tempe mentah, bakteri yang di dalam saluran pencernaan syok karena ada pendatang baru.
Teman saya yang lain mengirim tangkapan layarnya yang memuat artikel tentang bahaya makan tempe mentah karena dapat memicu kanker. Dari semua jawaban ini yang paling membuat saya syok.
Karena, setelahnya saya juga menerima jawaban yang sama ternyata ini jauh lebih berbahaya bagi seseorang yang sedang menderita kanker dan juga orang dengan riwayat pernah menderita sakit kanker.
Jawaban santai teman dekat saya yang lain, enggak apa-apa, Kak.
Karena kacang kedelai yang sebelumnya sudah dimasak Insyaallah tidak akan membawa efek buruk pada tubuh kita. Dalam sebuah bahasan dari ustaz Zaidul Akbar pernah mengatakan tempe mentah bagus dimakan berserta dengan kurma. Ini lebih sehat dibandingkan dengan tempe goreng tentunya. Demikian menurutnya. Yes, I’am agree.
Teman saya yang berdomisili di pulau Jawa menjawab lebih masuk akal menurut saya. Mungkin berdasarkan pengalaman, beliau mengatakan bahwa tempe mentah bagus untuk kesehatan pencernaan karena mengandung probiotik.
Namun ini juga harus dilihat kadar atau jumlah yang kita konsumsi perhari harus ada aturannya. Beliau juga menyebutkan bahwa tempe mentah ini ada dalam JSR (Jurus Sehat Rasulullah) yang dipelopori dr. Zaidul Akbar. Sebagai informasi tambahan beliau juga mengatakan bahwa tempe malah tidak baik jika dimasak karena sebagian besar proteinnya akan rusak, bakteri baik pun mati. Perlakuan pada tempe seperti dikukus juga dapat menghilangkan sebagian besar proteinnya.
Walaupun demikian teman saya ini mengatakan tidak disarankan untuk yang memiliki riwayat kanker. Ini erat kaitannya dengan kedelai dari GMO (Genetic Modified Organism) atau produk pangan dari hasil rekaya genetik. Ini yang paling berbahaya.
Guys, untuk kelanjutannya Insyaallah akan saya tulis khusus tentang GMO ini. Teman-teman yang senang dengan tempe mentah, mohon untuk mengkaji lebih dalam efek baik dan buruknya. Satu yang pasti bahan makanan yang harganya kian meningkat ini jangan dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan. Karena sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog saya ini.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






